SUMPAH-KU

SUMPAH-KU
KEHANCURAN 1


__ADS_3

Disebuah dapur sebuah mansion mewah terlihat perempuan yang bermandikan keringat sedang memasak makan malam untuk sang suami , ia adalah Vheronica Callista yang biasa di sapa Vhero.


“Nona , biar kami saja yang lanjutkan ” tanya seorang pembantu yang ada di mansion itu. “Tidak apa-apa Mbak, ini kan sudah menjadi kewajiban ku sebagai istri Tuan Muda” dengan senyuman manisnya Vhero menjawab permintaan dari sang Pembantu. “Tapi kalau Tuan Muda tahu, kami bisa kena marah nona ” Seorang pembantu lagi berbicara kepada Vhero , “Kalian tenang saja Mbak , aku di sini sama seperti kalian. Bedanya statusku sebagai istri tuan muda, sedangkan kalian pelayan di mansion ini . Tapi kita sama dalam hal pekerjaan aku tidak akan bisa makan di mansion ini jika tidak berkerja sama seperti kalian. Kalian sudah tahukan bahwa aku menikah dengan tuan muda karena sebuah kesalahan bukan dengan cinta ” senyuman manis di bibir Vhero masih terlihat walau di setiap perkataannya tadi tersimpan luka yang sangat besar. Para pelayan yang ada di dapur itu hanya saling melirik saja tanpa membuka suara , mereka merasa bersalah karena dengan tidak sengaja mereka membuat sang Nona muda bersedih dengan statusnya karena walaupun tuan muda mereka tidak mengakui nona mereka tapi Tuan Anthony Ellison dan Nyonya Zahra Ellison mengakui bahkan sangat menyayangi sang menantu.


Setelah selesai memasak Vhero meminta tolong kepada pelayan yang masih ada disitu walaupun tinggal dua orang karena sebagian sudah Vhero suruh pergi mengerjakan pekerjaannya masing-masing. “Mbak , Vhero minta tolong makanan ini di tata di meja makan (sambil menunjuk makanan yang sudah iya letakkan di prasmanan), dan kalau bisa perabot yang tadi aku pakai tolong di cuci ya. Karena aku mau mandi , sebentar lagi tuan muda pulang. Bisa kan Mbak ?” pinta Vhero. Mendengar permintaan sang majikan membuat kedua pelayan itu langsung menjawab “iya nona muda kami akan melakukannya , nona muda pergilah siap-siap ”. “Astaga Mbak , berapa kali aku bilang stop memanggilku nona muda panggil aja Vhero. Aku merasa geli mendengar kalian memanggilku Nona muda ” jawab Vhero yang geli sendiri jika di panggil dengan sebutan Nona muda. “Maaf nona muda kami tidak bisa , nanti tuan dan nyonya besar marah ” jawab salah satu pelayan itu “huuu iya baiklah Mbak , aku mandi dulu . Bye...bye....bye.... Mbak , terima kasih ” tanpa menunggu jawaban kedua pelayan itu Vhero langsung meninggalkan dapur menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua tepat di samping kamar Tuan muda Ellison atau kamar suami Vhero. Bukannya tidak sopan meninggalkan pelayan itu tanpa menjawab perkataannya, tapi Vhero hanya menghindari perdebatan kecil diantara keduanya. Yang memaksa Vhero untuk tidak enak pada mereka.


Sampai di depan kamarnya Vhero tidak langsung masuk tapi iya sempat melirik ke pintu kamar sang suami , Vhero menghembuskan napasnya perlahan baru dengan gerakan pelan membuka pintu kamarnya lalu masuk. Sampai di dalam kamarnya iya langsung melangkah kan kaki nya ke dalam kamar mandi , setelah membuka pakaiannya iya kemudian melihat didalam kaca yang ada di depannya masih ada beberapa warna hitam keungu-unguan yang hampir pudar. Iya kembali mengingat 2 hari yang lalu , dimana dirinya di p*rkosa oleh Bos nya sendiri.

__ADS_1


# Flashback


Saat itu sekitar jam 1 siang, karyawan baru saja selesai makan siang. Vhero yang berkerja di perusahaan Ellison Company sebagai Asisten Direktur keuangan , sedang mempersiapkan berkas-berkas penting untuk bahan rapat nanti. Setelah semuanya beres iya langsung ke ruangan atasannya untuk melapor. Setelah selesai mengetuk pintu dan ada suara mempersilahkan nya iya masuk Vhero kemudian perlahan memasuki ruangan itu , melihat Sang atasannya Yang sedang sibuk mengetik didepan komputer. Vhero langsung menyapa “Selamat siang Tuan Anton , berkas untuk rapat nanti telah siap. Dan saatnya kita ke ruang rapat, kurang lebih 15 menit rapat akan segera dimulai Tuan” . Mendengar perkataan asistennya pria paru baya itu langsung mengangkat kepalanya dan memandang Vhero dengan senyumannya “astaga aku hampir melupakannya Nak , terima kasih sudah mengingatkan lelaki tua ini ”. Tuan Anton memang sudah menganggap Vhero sebagai anaknya karena iya sudah mengetahui semua apa yang Vhero alami selama ini , mulai dari kecil hidup di panti asuhan tanpa mengetahui orang tua kandungnya. Setelah pergi merantau untuk kuliah tiba-tiba di panggil karena panti asuhan tempat iya di besarkan hangus terbakar dan paling sedihnya semua penghuni panti itu meninggal , tidak ada yang terselamatkan. Itulah kenapa Tuan Anton sangat menyayangi Vhero, bahkan tak jarang iya mengajak Vhero ke rumahnya untuk makan malam bersama keluarganya. Vhero yang memang kesepian tidak punya siapa-apa dengan senang menerima ajakan Tuan Anton, itulah mengapa Vhero sangat dekat dengannya bahkan kedua anak pak Anton yang salah satunya sudah berkeluarga bernama Ella dan Vhero biasa memanggilnya Kak Ella , anak kedua pak Anton bekerja di rumah sakit bernama Elora yang menjadi sahabat Vhero karena umur mereka yang sama. Kedekatan Vhero dan Tuan Anton diperusahaan, bahkan menimbulkan gosip yang mengatakan bahwa mereka selingkuh. Tapi Vhero tidak meladeni gosip itu karena baginya selagi Tuan Anton dan keluarganya tidak memperdulikan nya iya juga tidak akan memperdulikannya.


Sekarang keduanya sudah melangkah ke lift guna untuk membawah mereka ke lantai ruang rapat diperusahaan itu, karena kebetulan ruangan divisi keuangan ada di lantai 18 dan ruang rapat ada di lantai 15. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka melihat kearah Tuan Anton dan Vhero bahkan ada yang langsung berbisik-bisik tapi mereka tidak memperdulikannya , mereka hanya sibuk membahas berkas yang akan mereka presentasikan nanti.


“Selamat siang, mewakili tuan muda kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua divisi yang telah hadir dalam rapat kali ini. Saya rasa , saya tidak perlu lagi menjelaskan apa yang akan kita rapatkan karena sudah di sampaikan di group semalam. Baik untuk mengefisienkan waktu yang ada rapat kita buka ” Asisten Kay langsung mengambil alih rapat atas permintaan tuan mudanya . Setelah rapat berjalan kurang lebih 3 jam lamanya dan semua apa yang dibahas berjalan dengan baik segera mereka bubar. Tapi tidak dengan Vhero yang masih membereskan berkas-berkas nya yang berantakan tadi. Walaupun meja nya paling berantakan tapi iya senang karena dari semua divisi yang presentasi, divisi keuangan yang paling tuan muda sukai bahkan asisten nya juga sangat menyukai hasil presentasi darinya. Diruangan itu tinggal Vhero , Leo , Kay dan Cindy . Cindy yang dari tadi cemburu kepada Vhero karena Leo dan Kay memuji kepintarnya membuatnya langsung menaruh benci kepada Vhero , karena seingatnya semenjak iya bekerja sebagai sekretaris Leo dan Kay , bukannya pujian yang ia dapatkan hanya kemarahan dari Leo dan Kay. Setelah Leo dan Kay pergi Cindy langsung menjalankan rencana nya yang iya susun di kepalanya sejak dari tadi. Saat Leo dan Kay sudah tidak terlihat , Cindy tersenyum dengan licik kemudian berbicara kepada Vhero “maaf mbak ? Nama mbak siapa tadi aku lupa. Tolong ke ruangan ku setelah ini yah, saya ingin meminta salinan prestasi kamu tadi dan beberapa berkas divisi keuangan ” mendengar sekretaris sang atasan yang bicara Vhero langsung menjawab dengan senyuman manisnya “Baik Nona Cindy , saya akan segera mengantarkan salinan dan beberapa berkas yang memang harus tuan muda tanda tangani ” . Melihat Vhero yang tersenyum manis membuat Cindy bergumam dalam hati “nikmati senyuman manismu itu wanita s*alan , karena setelah ini kamu akan di tendang dari perusahaan ini. Enak aja mau menyaingiku mendapatkan pujian dan perhatian dari Leo ”. Dari kata-kata yang Cindy katakan entah iya sadar atau tidak sepertinya iYa telah jatuh cinta kepada pacar sepupunya itu, padahal iya di utus untuk menjauhkan Leo dari para perempuan yang mau mendekati Leo. Malah sepertinya dia sendiri yang telah mencintai tuan muda nya itu. Melihat Cindy yang melamun membuat Vhero yang sudah membereskan barang-barangnya heran dan berusaha menyadarkan Cindy dengan cara memegang bahu Cindy sambil berbicara “Maaf Nona Cindy saya sudah selesai , saya akan ke divisi keuangan dulu mengantar berkas ini . Baru saya keruangan Nona setelahnya ” Cindy yang dari tadi melamun langsung kaget dan menjawab “yah, maaf tadi saya melamun kan tentang pekerjaan kalau begitu silahkan duluan aku juga sudah mau keluar ” mendengar perkataan Cindy , Vhero pun keluar dari ruang rapat dengan agak cepat karena iya harus segera ke ruangan sekretaris Cindy.

__ADS_1


Setelah mengambil berkas-berkas yang akan iya serahkan ke Cindy iya segera ke ruangan sang sekretaris Tuan muda yang ada di lantai 20, Tepat di samping ruangan asisten Kay. Setelah iya ada di depan pintu ruangan Cindy iya perlahan mengetuk pintu , setelah mendengar teriakan dari dalam yang menyuruh nya masuk iya segera masuk . “ Selamat sore Nona Cindy ini berkas yang Nona tadi minta ” sapa Vhero setelah iya berdiri tepat di samping tempat duduk Cindy. “Oh Vhero silahkan duduk , kamu tunggu sebentar yah aku kerja kan pekerjaan aku ini dulu. Tinggal sebentar kok” jawab Cindy dengan senyuman cantiknya , jika diperhatikan baik-baik sebenarnya itu bukan senyuman tulus atau semacamnya tapi itulah senyuman licik. Tapi karena Vhero yang memang polos dan selalu berpikir positif tidak ada timbul di dirinya untuk berprasangka buruk sama orang lain. Mendengar permintaan Cindy , Vhero hanya mengiyakan saja. Tidak lama kemudian telpon kantor di ruangan Cindy berbunyi . Cindy yang pura-pura sedang mengerjakan pekerjaannya , langsung mengangkat telpon itu. Dan sesuai rencana Cindy itu adalah Asisten Kay yang meminta tolong untuk mengantarkan Leo secangkir kopi karena asisten Kay sedang ada diluar. Mendengar bahwa ternyata asisten Kay sendang keluar membuatnya langsung senang karena rencananya Pasti akan berhasil kali ini. Setelah panggilan di akhiri dengan gaya sok sibuknya Cindy berkata “Mbak bisa aku minta tolong kepadamu ” ucapnya dengan nada lemas . Melihat Cindy yang sepertinya betul-betul membutuhkan bantuan membuat Vhero langsung menjawab “ Iya Nona Cindy katakan apa yang ingin saya bantukan, saya akan melakukannya jika saya mampu” Mendengar jawaban Vhero , Cindy kemudian memandang kearah Vhero dengan mudah memelasnya , “Begini Mbak, tadi asisten Kay menelpon katanya iya ada urusan diluar. Dan saat ini sudah saatnya tuan muda di buatkan kopi , dan aku juga sedang sibuk. Bisakah aku minta tolong , antarkan kopi ke ruangan tuan muda ” . Mendengar permintaan Cindy , Vhero langsung menolaknya dengan berbagai alasan tapi lagi dan lagi melihat Cindy yang sangat lemah membuatnya tidak tega sehingga iya mengiyakan permintaan Cindy “ Baik nona Cindy saya akan buatkan , tapi pantri nya ada dimana? ” tanya Vhero . Mendengar jawaban Vhero Cindy langsung senang dan berkata “ Pantri ada di ruangan paling ujung sebelah kanan , Kesanalah semua nya sudah tersedia disana ” Vhero hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung melangkah keluar. Setelah Vhero keluar, iya langsung membuka aplikasi hijau di ponselnya lalu mengirimkan pesan ke entah siapa . Setelahnya iya tersenyum kembali dengan senang.


Vhero yang telah sampai di pantri segera membuat kopi yang sudah tadi Cindy jelaskan takarannya. Setelah itu iya ke kamar mandi mencuci tangannya yang terkena sedikit tumpahan kopi, saat iya kembali iya melihat seorang cleaning service sedang membawah sendok tapi lagi dan lagi iya tidak berfikir macam-macam iya hanya tersenyum kecil ke arah tukang cleaning service itu lalu pergi membawa kopi itu. Tanpa memeriksanya terlebih dahulu, tanpa Vhero ketahui bahwa kopi itu telah tercampur sesuatu yang bisa sja membuatnya harus kehilangan segalanya.


Sampai didepan pintu ruangan Leo iya langsung perlahan mengetuknya , setalah ada izin untuk masuk iya segera masuk kedalam ruangan itu dengan sedikit gemetar karena takut dengan Leo. Melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya membuat Leo hampir saja marah karena ada seorang wanita masuk ke dalam ruangan nya tapi sebelum marah Vhero langsung berbicara “ Maaf Tuan muda, saya tadi mengantarkan berkas dari divisi keuangan ke ruangan Nona Cindy, tapi karena beliau sibuk iya menyuruh ku membuat kopi untuk Tuan muda. Ini kopinya kalau begitu saya permisi” sebelum Vhero keluar Leo berbicara dengan nada dingin “ ini peringatan pertama dan terakhir untukmu jangan pernah lagi masuk kedalam ruanganku , dan lagi apa kamu yang membuat kopi itu ? ” mendengar nada suara Leo sebenarnya tambah membuat Vhero takut tapi iya dengan sekuat tenaga mencoba berani dan berbicara dengan sedikit gugup “Iya Tuan muda saya yang membuatnya sesuai dengan takaran dari nona Cindy ” . “Baiklah, tetap disana sampai saya meminum kopi ini aku takut kamu menaruh sesuatu didalamnya ” jawab Leo masih dengan nada dinginnya. Mendengar perkataan Leo membuat Vhero langsung diam membisu dan hanya menganggukkan kepalanya saja dengan lemah sebagai jawaban. Melihat gelagat Vhero membuat Leo seakan mencurigai Vhero melakukan sesuatu karena dari tadi iya gugup dan menoleh kebawah terus tanpa mau melihat ke wajah Leo. Sedangkan Cindy yang seakan lupa dengan rencananya , telah pergi setelah iya mendapat telpon bahwa pacar gelapnya ada di apartemennya saat ini. Cindy yang kebetulan saat itu ingin memuaskan kebutuhan biologisnya segera menuju ke apartemennya tanpa berpikir panjang.


Sedangkan di ruangan Leo setalah iya meminum kopi itu , tiba-tiba kepalanya sakit dan hampir pingsan. Melihat Leo yang begitu Vhero segera ke arahnya dan menepuk bahu Leo dengan pelan karena tubuh Leo yang tiba-tiba panas membuat Vhero melangkah mundur karena ingin meminta bantuan , tapi belum sempat iya melangkah Leo menariknya dan mencium nya dengan sangat kasar.

__ADS_1


__ADS_2