
Sekarang Vhero dan beberapa pelayan sedang membereskan makanan yang berhamburan dilantai ditambah dengan serpihan-serpihan prasmanan mewah yang sebagai tempat makanan yang Vhero masak serta beberapa alat makan yang ikut pecah akibat kemarahan Leo. Sedangkan Leo jangan ditanya tuan muda itu kini ada di sebuah bar mewah tempah sahabatnya Zack , iya kini sangat mabuk tapi masih minum alkohol. Zack yang melihat Leo segera menghampirinya “Brooo.. sudahlah kamu sudah sangat mabuk” mendengar perkataan Zack , Leo mengangkat wajahnya dan berbicara “Aku harus bagaimana Zack? Sampai sekarang aku belum berani bicara kepada Laura tentang statusku, aku tidak bisa menyakiti perasaannya dia adalah segalanya bagiku ? ” tanya Leo kepada Zack dengan frustasi. Leo memang belum berani memberitahu Sang kekasih tentang statusnya yang sudah menikah , bahkan Cindy pun sebagai sekretaris nya tidak mengetahui akan hal itu. “setiap masalah pasti ada jalan keluar nya Leo, tidak harus begini. Saranku untuk sekarang lebih baik kamu jangan cerita dulu ke Laura, apalagi sekarang iya kan sedang berusaha memenangkan audisi yang ada di Amerika. Kamu tahukan Laura bagaimana, iya pasti akan sangat terluka karena terlalu mencintaimu Leo” Zack yang memang masih sepupu dekat dengan Laura dan sangat menyayangi Laura layaknya adek kandung meminta tolong kepada Leo agar tidak memberitahu Laura tentang statusnya untuk saat ini. “Kamu benar Zack , jadi aku harus bagaimana ? Seperti nya aku akan susul Laura ke Paris sebelum iya ke Amerika Zack. Aku sangat merindukannya” racau Leo yang sudah sangat mabuk. “baiklah Leo aku akan menemanimu ke sana. Tapi sekarang pulanglah kamu sudah sangat mabuk” saran Zack. Tidak lama Asisten Kay datang “Selamat malam Zack , akau datang menjemput Leo ” sapa Kay . “Huuuu , Kay untung kamu datang kalau tidak aku sudah tidak tahu cara menghentikan kegilaan Leo” jawab Zack dengan lega. “Iya Zack , kalau begitu aku antar Leo dulu ke mansionnya ” Kay langsung membantu Leo berjalan karena Leo sudah sangat mabuk sampai-sampai iya tidak bisa berjalan dengan sendiri.
Sampai di mansion Leo , Kay segera memapah Leo ke dalam kamarnya. Vhero yang kebetulan keluar kamar karena sedang haus bertemu dengan Leo dan Kay di depan pintu. Tapi dia hanya diam sambil menunduk karena iya masih takut dengan kemarahan Leo tadi sebelum pergi. Asisten Kay yang melihat Vhero segera menyapanya “Selamat malam Nona muda , saya mau membawah tuan muda ke kamarnya karena beliau sendang mabuk ” Mendengar itu Vhero hanya mengangguk dan segera pergi ke arah dapur di lantai satu. “Sebegitu tidak sukanya kah kamu kepada aku tuan muda, sehingga hanya karena aku memakai dapurmu kamu sampai mabuk seperti begini ” gumam Vhero. Saat Vhero naik ke kamarnya iya bertemu dengan Kay di tengah tangga. “Aku Kembali dulu nona Muda, lebih baik nona muda tidur tidak usa menemui tuan muda yang sedang tidak baik-baik saja , bisa saja iya akan melampiaskan kemarahannya kepada kamu” Kay berbicara kepada Vhero saat bertemu “Baik Asisten Kay. Terima kasih sudah membawah tuan muda pulang” jawab Vhero dengan senyuman tulusnya.
__ADS_1
Keesokan paginya Vhero yang sudah bangun sejak pagi sedang membantu para pelayan membersihkan area mansion, iya sudah tidak mau memasak karena takut kepada Leo . Sedangkan Leo yang baru bangun segera memegang kepalanya yang sakit “Ohh shittt... Kepalaku sangat sakit mungkin akibat mabuk semalam, sebaiknya aku mandi” Leo segera mandi lalu memakai baju kerjanya , setelah nya iya turun kebawah untuk sarapan. Tapi belum sampai di meja makan, lebih tepatnya di ruang keluarga iya melihat Vhero sedang mengelap barang-barang yang ada disana. Melihat Vhero entah kenapa Iya malah mengingat Laura dengan marah iya berjalan kearah Vhero “Sedang apa kamu ?” tanya Leo dengan nada sinisnya. Vhero yang kaget tidak sengaja menyenggol foto Yang ada di rak lemari yang sedang iya bersihkan, melihat bingkai foto yang patah dan kaca nya yang hancur membuat Leo langsung naik pitam apalagi foto itu berisi iya dan Laura Yang memakai baju SMA di lapangan Sekolah mereka dulu “Wanita s*alan apa yang kamu lakukan ? Hah , kamu sengaja kan membuat foto itu hancur ? Kamu cemburu dengan kekasihku ? Asal kamu tahu wanita s*alan sampai mati Pun aku tidak akan pernah menerimamu. Walaupun di dunia ini tinggal kamu wanita satu-satunya lebih baik aku hidup sendiri sampai mati daripada harus bersamamu , yang hanya punya otak licik dan b*suk " Leo yang sedang marah mencerca Vhero dengan kata-kata pedas dan sangat menusuk hati. Iya tidak sadar mungkin saja suatu saat nanti iya akan menyesali kata-kata itu. Vhero yang sedang duduk berjongkok di bawah dekat kaki Leo karena memungut serpihan-serpihan kaca dari bingkai foto yang hancur kembali meneteskan air matanya dalam diam. Tidak satupun kata keluar dari mulutnya , melihat Vhero yang tidak berbicara membuat Leo makin marah dan dengan tega nya menendang Vhero yang sedang berjongkok di bawah kakinya. Vhero langsung terduduk dan memegang bahunya yang ngilu akibat tendangan dari Leo. Bukannya Leo menghentikan apa yang iya lakukan iya malah menarik rambut Vhero ke belakang dan menginjak tangan Vhero yang masih memegang kaca sehingga tangan Vhero langsung berdarah. Karena kesakitan Vhero akhirnya buka suara ,“Tu...a..n s...aki...t , to.l..ong le..pas..Ka..n” bukannya melepaskan Leo malah tertawa seperti iblis “hahahahahahah ini lah yang aku ingin dengar suara kesakitan mu itu wanita s*alan aku ingin selalu mendengar suara kesakitan dan minta tolong itu... Selama kamu masih disini dan aku masih hidup, kamu tidak akan pernah merasakan yang namanya kebahagiaan hanya kesedihan yang pantas kamu dapatkan . Gara-gara kamu, sampai sekarang aku masih takut menghubungi Laura-ku ”. Para pelayan dan dari tadi hanya bisa menonton dan memandang prihatin ke arah sang Nona muda tidak bisa melakukan apa-apa, mereka hanya berdoa dalam hati semoga asisten Kay segera datang agar kegilaan tuan muda mereka bisa berhenti. Dan benar saja Doa yang di lakukan dengan tulus dari hati pasti akan segera di dengar oleh sang pencipta. Asisten Kay yang datang , tanpa menunggu arahan dari siapapun segera menarik Leo dari rambut Vhero dan mendorong Leo dari Vhero “Apa yang kamu lakukan Br*ngsek ? ” Marah Leo kepada Kay “Yang cocok bertanya seperti itu adalah aku Leo , kamu gila hah? Kamu ingin membunuh dia ? Leo entah apa yang akan Uncle dan Aunty lakukan jika mengetahui anak yang mereka sayangi dan besarkan dengan baik malah menyiksa seorang perempuan apalagi itu istrinya sendiri ” jawab Kay dengan sedikit bentakan “Jangan ikut campur kamu dalam masalahku dengan wanita s*alan itu . Iya yang meminta nya kan ? Maka aku akan berikan” jawab Leo lalu segera meninggalkan mansionnya entah kemana. Setelah Leo pergi , Kay langsung berjongkok dan bertanya kepada Vhero “Nona muda, anda baik-baik saja kan ? Apa aku perlu menelpon dokter keluarga untuk memeriksa mu ?” Vhero hanya menggeleng dan berusaha berdiri dan segera melangkah ke arah kamarnya, tapi setelah iya hampir meninggal ruangan itu iya sempat berbalik dan membungkuk lalu berkata “terima kasih asisten Kay” Tanpa menunggu jawaban dari Kay ,iya langsung berbalik dan berjalan dengan pelan kearah kamarnya. Sampai disana iya segera membungkus tangannya yang terluka dengan kain kasa yang ada didalam kamarnya , karena didalam kamarnya tidak ada obat merah atau sebagainya yang dapat iya taruh ke lukanya yang ada di telapak tangannya. Setalah membalut lukanya Vhero perlahan menurunkan sedikit bajunya karena jujur saja saat ini bahunya yang ditendang oleh Leo sangat sakit dan ngilu. Dan sesuai perkiraan Vhero di bahunya terdapat memar merah keungu-unguan yang lumayan lebar, Vhero yang melihat itu segera bangun dan merapikan bajunya kembali karena iya berencana akan ke dapur mengambil es batu untuk mengompres bahunya itu. Tapi sebelum iya membuka pintu dari arah luar terdengar bunyi ketukan , Vhero yang kebetulan sudah ada didepan pintu segera membuka pintu itu dan didepan pintu ada dua pelayan yang sedang membawah kotak obat , Sarapan dan es batu yang sudah ada didalam sebuah handuk kecil . “Nona muda , bagaimana keadaan Anda ? Kami kesini membawahkan nona Sarapan dan obat serta es batu untuk mengompres bahu anda yang ditendang tuan muda ” sapa salah satu pelayan itu dengan senyuman tulus, “ aku tidak kenapa-kenapa kok Mbak. Sini saja bawaan kalian itu biar aku yang melakukannya sendiri kalian segeralah kerjakan pekerjaan kalian, nanti tuan muda marah” jawab Vhero. “semua pekerjaan kami sudah beres nona muda, jadi kami tidak menerima penolakan apapun darimu ” Mendengar perkataan pelayan itu Vhero yang sedang malas berdebat dengan pelayan itu karena bahunya yang sakit dan lagi telapak tangannya yang masih mengeluarkan darah akibat iya hanya bisa menutupnya dengan kain kasa tanpa dibersihkan terlebih dahulu kemudian membuka lebar-lebar pintu itu “baiklah kalian segeralah masuk” kedua pelayan itu segera masuk dan membantu Vhero membersihkan luka yang ada di telapak tangan Vhero dengan cairan NaCL “Nona muda katakan ya jika sakit” kata pelayan itu yang membersihkan luka Vhero dan salah satu pelayan itu mengompres luka lebam yang ada di bahu Vhero “Nona muda ini pasti sangat sakit. Semoga saja kepala pelayan cepat kembali dari kampungnya biar iya memarahi tuan muda jika berbuat seperti tadi ” Mendengar perkataan itu membuat Vhero menoleh ke arah sang pelayan yang iya tahu bernama Lala “Mbak Lala , kenapa mengatakan demikian ? ” tanya Vhero . “oh itu nona muda , tuan muda itu takut dengan kepala pelayan. Karena dari kecil tuan muda sudah di rawat oleh kepala pelayan itu , apalagi kan Tuan dan Nyonya besar sangat sibuk bekerja jadi dari kecil tuan muda sudah sama dengan Kepala pelayan. Itulah yang membuat Tuan muda sangat menghargai dan menyayangi Kepala pelayan layaknya Ibu nya sendiri, bahkan tuan muda memanggil kepala pelayan dengan sebutan Bunda Tua ” jelas pelayan yang bernama Lala itu. “oh begitu yah ,Mbak Lala dan Mbak Kara terima kasih sudah membantuku”
Setelah Vhero sarapan dan makan obat antinyeri iya segera beristirahat, karena bahunya yang masih ngilu. Setalah agak sore baru iya mandi dan keluar kamar, untuk menunggu sang suami atau lebih tepatnya sang majikan pulang berkerja. Saat sampai di lantai satu iya telah melihat para pelayan berbaris di pintu utama mengunggu sang majikan, melihat itu Vhero perlahan melangkahkan kakinya kearah para pelayan untuk menunggu tuan muda Ellison itu. Tidak lama terdengar suara mobil berhenti di halaman mansion dan masuklah Leo dan Kay kedalam mansion. Melihat Sang atasan membuat semua pelayan membungkuk dan Vhero pun menurut saja. “Selamat datang kembali tuan muda” sapa seorang pelayan yang mewakili teman-temannya. Leo hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lalu berjalan ke arah kamarnya tanpa menoleh lagi. Melihat Leo yang tidak memperhatikan nya membuat Vhero bernapas lega , iya lebih memilih di abaikan daripada harus di Siksa sedemikian rupa. Tapi tidak lama kemudian iya kembali merasa takut dan cemas ketika salah satu pelayan memanggilnya menghadap ke Leo di ruang kerjanya. “Maaf nona muda , anda di minta agar segera menghadap ke tuan muda di ruang kerjanya. ” Vhero yang saat itu sedang ada di taman belakang menyiram bunga langsung kaget “Mbak , tahu tidak kenapa saya di panggil? " Tanya Vhero dengan cemas “saya tidak tahu Nona muda, tapi lebih baik anda segeralah menghadap jangan membuat tuan muda menunggu dan membuatnya marah kembali.” jawab pelayan itu , melihat Vhero yang cemas dan takut membaut pelayan itu kembali berbicara “nona muda saranku segeralah naik, karena asisten Kay masih diatas. Setidaknya asisten Kay dapat melindungi mu dari tuan muda ” Mendengar perkataan pelayan itu membaut Vhero segera menyampaikan terima kasih kepada pelayan itu dan segera naik kelantai tiga tempat ruang kerja Leo.
__ADS_1
Leo yang sedang sibuk dengan berkas di depannya tidak memperhatikan bahwa Vhero sudah ada didepannya. Kay yang melihat Vhero hanya diam saja segera menghampiri Leo “Leo , Nona muda sudah datang ” mendengar perkataan Kay , membaut Leo sadar dan melihat ke arah Vhero dengan tatapan dinginnya. “kemari kamu” mendengar perkataan Leo , Vhero hanya menurut saja dan segera ke dekat meja kerja Leo. Melihat Vhero yang sudah ada dekat dengan meja kerjanya tanpa babibu Leo segera melemparkan sebuah map kearah Vhero “Tanda tangani cepat, aku tidak mau ada penolakan” Vhero tanpa banyak tanya mengambil berkas itu “ Bisa aku membacanya terlebih dahulu tuan muda ? ” tanya Vhero dengan pelan “10 menit ” mendengar jawaban Leo , Vhero segera membuat map itu dan betapa kagetnya iya melihat bahwa map itu berisi kontrak pernikahan dimana iya dan Leo hanya akan menikah selama 8 bulan dari sekarang karena saat itu Laura akan kembali ke London setelah kontrak kerja nya selesai .
Apa yang akan dilakukan Vhero ? Apakah iya akan menandatangani kontrak itu ataukah iya akan menolak ?
__ADS_1