
Vhero yang sudah tidak tahan lagi mendengar percakapan antara Leo dan Laura iya merangkak dengan sangat perlahan masuk kedalam kamarnya lalu mengunci pintu balkon dengan hati-hati takut Leo mendengarnya, setelah mengunci pintu balkon Vhero langsung menyandarkan badannya ke pintu itu lalu perlahan menjatuhkan dirinya ke bawah lantai kamarnya yang dingin, iya yang dari tadi menahan tangisnya perlahan menangis dengan suara yang sesenggukan bahkan iya memukul dada nya karena rasa sesak yang ia rasakan “hiks....hiks.....hiks......hiks..... Tuhan mengapa harus bisa sesakit ini ? Mengapa juga aku harus menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai dan menginginkanku sama sekali ? Mengapa aku harus bisa masuk kedalam jebakan orang yang bahkan sampai saat ini belum aku tahu siapa orang itu ? Mengapa dan mengapa ? Aku tidak kuat Tuhan.. hiks....hiks.....hiks......hiks...... Kenapa harus aku ? Aku sudah tidak punya siapa-apa lagi Tuhan, Aku hanyalah anak sebatang kara yang tidak di inginkan suaminya sendiri.. hiks....hiks....hiks..hiks...”Vhero yang sudah tidak tahan dengan kehidupan menyedihkannya sampai-sampai mengeluh dan bertanya kepada Tuhan kepada harus iya yang mengalami semua penderitaannya kenapa bukan orang lain saja Yang setidaknya masih punya keluarga yang bisa mendukung dan menyemangati nya, kenapa harus iya yang hidup sendiri. Vhero yang sudah capek menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan sambil menangis tanpa sadar tertidur dengan posisi duduk.
Sedangkan di kamar sebelahnya terdapat Leo Yang sudah pulas tertidur di sprimbet besarnya dengan video call dengan sang kekasih yang masih menyala.
Sekitar jam 4 subuh Vhero bangun “Astaga, Vhero bisa-bisanya kamu tidur disini. Sekarang sudah jam 5” Ucap Vhero saat mendengar bunyi alarm di hp nya yang berada di atas tempat tidurnya. Vhero yang memang terbiasa bangun pagi sekali segera masuk kedalam kamar mandi lalu membersihkan dirinya, setelah siap-siap iya perlahan keluar kamar lalu turun ke dapur.
Vhero saat ini sudah sibuk di dapur dengan beberapa bahan masakan yang sedang iya pilih untuk di masak dibantu dengan dua pelayan. Rencana nya hari ini iya akan memasak sarapan dan masakan yang bisa mertuanya bawah nanti ke Paris. “Sebaiknya untuk sarapan pagi aku buat nasi goreng seafood saja, terus aku buat rendang dan Abon rasa ayam dan sapi untuk Mommy dan Daddy bawah” ucap Vhero lalu mengambil bahan-bahan membuat nasi goreng seafood di kulkas. “Mbak, Vhero minta tolong yah daging sapi di freezer dikeluarkan dan daging ayamnya” Vhero yang sibuk menumis bumbu nasi goreng meminta tolong kepada pelayan Yang ada di dapur “Baik Nona Muda” jawab pelayan itu “Terima kasih Mbak” jawab Vhero lagi.
__ADS_1
Setelah membuat sarapan pagi, Vhero menyuruh para pelayan menata di atas meja makan. Karena iya yang masih sibuk membuat rendang dan Abon yang akan iya berikan untuk mertuanya bawah nanti.
Leo yang cepat bangun karena di bangunkan oleh suara manja sang kekasih kini terlihat sudah rapi dengan jas kantornya, iya yang berpapasan dengan mommy dan Daddy nya yang kebetulan juga baru keluar dari kamar mereka. “selamat lagi Boy, kenapa wajahmu sangat berseri sekali pagi ini ? Apa karena Vhero memanjakan mu semalam ? " Sapa Daddy nya sambil bergurau. Leo yang memang dari bangun tadi sudah tersenyum dan muka yang berseri-seri akibat sapaan mesra dari sang kekasih mendengar perkataan Daddy nya yang menyebutkan nama yang iya tidak ingin dengar membuat wajah Leo perlahan berubah seperti sebelum nya. Mommy dan Daddy nya yang mengira Leo sedang malu karena gurauan Sang Daddy nyatanya tidak , Leo kembali emosi saat nama Vhero di sebut.
“Sayang jangan membuat putra kita malu dong. Boy jangan dengarkan perkataan Daddy mu sayang” ucap mommy Zahra. “Tidak apa-apa Kok Mom, ayo kita sarapan. Istriku pasti sudah masak sarapan yang nikmat untuk kita” ucap Leo yang ingin segera terbebas dari perkataan-perkataan Daddy dan Mommy nya tentang Vhero, iya tidak mau tambah membuat mood nya hancur. “kau benar Boy , Menantu Daddy Yang sangat hebat itu pasti sudah menyiapkan makanan yang sangat Lezat dan enak pagi ini” ucap Daddy Anthony Dengan semangat.
Vhero kemudian pergi ke dapur lagi melanjutkan masakannya sedangkan ketiga orang yang masih duduk di meja makan segera menyantap masakan Vhero yang Sangat enak dan lezat itu . Setelah selesai Sarapan Leo segera ke kantor bersama mommy dan Daddynya yang akan melakukan beberapa sedikit pekerjaan sebelum kembali ke Paris. Sedangkan Vhero yang juga sudah selesai membuat Abon dan rendang, kini menyusunnya masuk kedalam kopor yang sudah ia susun didalam beberapa tempat. Selesai membereskan semuanya Vhero lalu sarapan dengan salad buah yang pelayan buat lalu kemudian mandi.
__ADS_1
Sekitar jam 11 Daddy dan Mommy Zahra kini sudah mau berangkat ke bandara tempat jet pribadi mereka. “Sayang Mommy dan Daddy berangkat yah, baik-baik disini mommy dan Daddy tidak sabar mendengar kabar baik dari kalian” ucap mommy Zahra lalu memeluk Vhero. “Iya Mommy, Jaga kesehatan dan sering-seringlah berkunjung kesini” jawab Vhero sambil membalas pelukan mertuanya itu.
“Daddy akan merindukan masakanmu Nak, baik-baik Disini ” ucap Daddy Anthony lalu memeluk Vhero “Nanti Vhero akan sering membuat masakan yang bisa di kirim kesana Daddy, lalu meminta tolong ke Mas Leo agar mengirimnya” ucap Vhero membalas pelukan mertuanya itu. Leo yang memang tidak ada di sana karena sudah menunggu di mobil tidak mendengar perkataan Vhero, mungkin saja Jika iya dengar bisa saja Vhero akan di hukum lagi.
Setelah cipika-cipiki Vhero kemudian mengantar mertuanya ke depan lalu berdiri didepan pintu sampai mobil yang membawah mertuanya sudah tidak kelihatan lagi. “Semoga Mas Leo tidak menghukum aku lagi setelah iya kembali” gumam Vhero sambil berjalan ke atas kamarnya.
Malam tiba , Leo yang baru pulang dari kantor segera mandi lalu ke meja makan. Iya yang melihat makanan di atas meja makan rendang dan Abon yang dibuat oleh Vhero tadi siang dan beberapa menu lain yang iya yakin para koki yang membuatnya segera makan dengan rendang dan Abon itu. Selesai makan iya segera mencari Vhero untuk berbicara , saat melintas di ruang keluarga iya melihat Vhero yang sedang menyusun buku-buku Yang ada di lemari dekat ruang keluarga. Tanpa pikir panjang Leo Segera berjalan Kesana “Hei wanita s*Alan jangan kamu kira selama ini saya tulus dengan kamu, aku hanya bersikap demikian karena orang tuaku ada disini. Stop memanggilku lagi mas karena aku tak Sudi, dan mulai besok stop memasak lagi karena aku tak Sudi makan masakan kampungan mu itu.” ucap Leo dengan pedas di hadapan Vhero. Padahal di hatinya sedikit ada rasa tidak enak saat menyuruh Vhero kembali berhenti memasak, iya yang sebenarnya ingin menyuruh Vhero untuk masak setiap hari jadi tidak mengatakannya karena melihat wajah Vhero yang sangat iya benci. “Baik tuan muda” ucap Vhero menunduk “Bagus , jangan sok-sok jadi istri yang baik. Karena apapun yang kamu lakukan tidak akan pernah aku lihat, bagiku kamu hanyalah perempuan s*Alan yang datang menghancurkan impian ku dengan Laura-ku” ucap Leo lalu pergi , Vhero yang tinggal sendiri di tempat itu hanya bisa menghapus air matanya pelan , lalu kembali menyusun buku-buku yang iya bersihkan.
__ADS_1