SUMPAH-KU

SUMPAH-KU
KUNJUNGAN MERTUA


__ADS_3

Isi kontak itu selain perceraian masih ada beberapa poin didalamnya. Melihat semua itu membuat Vhero ingin menangis dengan kerasnya , iya yang berharap pernikahan yang iya sedang jalani saat ini merupakan pernikahan pertama dan terakhir nya ternyata bukan.


10 menit telah berlalu , Vhero yang masih sibuk melihat isi surat kontrak itu dikagetkan dengan perkataan Leo “waktu habis segera tandatangani dan keluar dari ruang kerjaku” seperti biasa iya berbicara dengan nada dinginnya. Mendengar itu Vhero segera melakukan apa yang Leo inginkan tanpa banyak protes iya tidak mau di pukuli lagi oleh Leo. Setelah menandatangani berkas itu Vhero segera keluar setelah pamit “Tuan muda , asisten Kay saya keluar” Leo hanya diam sedangkan Asisten Kay segera berjalan ke arah pintu dan segera membukanya untuk Vhero “terima kasih asisten Kay ” ucap Vhero sebelum keluar dari ruangan itu “sama-sama nona muda” jawab Kay. Setelah itu Vhero langsung kembali ke lantai satu menyelesaikan pekerjaannya.


Vhero kini berada di dapur tempat pelayan biasa makan, iya akan memakan makan malamnya lalu pergi ke kamarnya untuk istirahat karena iya sangat capek sekali. Selesai makan iya yang akan berjalan ke kamarnya dikagetkan dengan seorang pelayan yang memberi tahu bahwa orang tua Leo ada didepan “Selamat malam nona muda, didepan ada Tuan besar dan Nyonya besar” Mendengar itu Vhero langsung bergegas ke sana untuk menemui mertuanya itu , setelah sampai di ruang keluarga iya dapat melihat bahwa suaminya juga sedang ada disana. “haruskah sekarang kami akan berakting menjadi pasangan suami istri yang saling menghargai dan mencintai ” ucap Vhero dalam hati. Leo yang kebetulan pertama kali melihat kearah Vhero segera memanggilnya “Sayang , kamu sedang apa disitu ? Kesinilah Mommy dan Daddy datang berkunjung ” ucap Leo dengan manis tidak lupa senyuman tampan nya. Melihat itu hati Vhero semakin sakit saja, iya yang berharap agar Leo seperti begitu terus tapi iya segera sadar bahwa ini semua Leo lakukan karena Orang tuanya. Mommy dan Daddy Leo yang melihat Leo memperlakukan Vhero sangat baik membuat mereka sangat senang sekali.

__ADS_1


Vhero yang tersadar jika Leo akan marah kalau tidak segera melakukan perintah Leo, dengan langkah pelan iya segera menghampiri suaminya itu. Leo yang melihat cara Vhero, tersenyum tipis. Bukan senyum senang tapi lebih kepada senyuman remeh, bagaimana tidak Vhero yang berjalan kearahnya dengan tatapan lurus dan senyuman manisnya . Jika Vhero yang setiap kali berhadapan dengannya menundukkan kepalanya maka kali ini tidak. Leo yang memang sudah sangat membenci Vhero tidak ingat bahwa didalam kontrak mereka jelas-jelas tertulis bahwa Vhero harus tetap tersenyum dan memperlihatkan kebahagiaan bahwa Leo sangat menyayangi nya. Saat sampai di sana Vhero lebih dulu menyalami kedua mertua nya “Mommy , Daddy kalian datang ? Bagaimana liburannya ? ” sapa Vhero dengan senyuman manisnya . Melihat itu Leo kembali merutuki Vhero dalam hatinya “Dasar perempuan s*alan iya pasti sedang berusaha mengambil hati Daddy dan Mommy . Lihat saja nanti aku akan menghukum mu ”. “Iya sayang mommy dan Daddy rencana akan menginap disini 2-3 hari kedepan karena kami akan kembali ke Paris” jawab mommy Zahra sedangkan Daddy Anthony hanya mengangguk saja. Mendengar itu Vhero sangat senang setidaknya 2 atau 3 hari kedepan iya akan selamat dari amarah Leo. Sedangkan Leo jangan ditanya lagi iya yang sudah menyusun rencana untuk menghukum Vhero segera mengumpat dalam hati “kalau seperti begini , aku tidak bisa menghukum perempuan s*alan ini ”.


“Betulkah Mom? Aku sangat senang mendengarnya ” jawab Vhero dengan senyuman manisnya . “Iya Sayang, jadi kamu harus berjanji besok buatkanlah Mommy sarapan yang sangat enak. Mommy dengar dari asisten Kay, dulu katanya kamu sempat membantu koki di sebuah restoran. Mommy yakin masakanmu pasti enak. Bukankah begitu Leo ?” tanya mommy Zahra ke Leo. Mendengar perkataan sang Mommy, jujur saja Leo tidak tau mau menjawab apa bagaimana iya bisa menilai masakan Vhero, Jika Vhero memasak untuknya iya akan mengamuk bak singa kelaparan. Leo melihat ke arah Vhero dan berkata dengan manis “tentu mom , masakan istri aku ini sangat enak” walau ragu iya tetap menjawab dengan mantap.


Mommy Zahra yang sudah capek meminta izin ke kamarnya yang memang kamar itu khusus Leo bikin untuk orang tuanya , kamar itu berada di lantai satu yang merupakan kamar terbesar kedua setelah kamar utama dilantai dua. Alasan Leo dulu membuat kamar orang tuanya di lantai satu karena mansion nya dulu belum memilik lift jadi iya tidak mau orang tuanya harus bolak balik naik tangga. Namun setelah dipasang lift di mansionnya Mommy dan Daddy nya yang sudah nyaman di kamar itu menolak saran Leo yang menyuruh mereka untuk pindah kamar di lantai dua. Tapi saat sekarang ini Leo sangat senang dulu iya tidak jadi memindahkan kamar Daddy dan Mommy nya ke lantai dua, karena jika iya pindahkan pasti sekarang iya akan kena marah oleh mommy dan Daddy nya jika mereka tahu bahwa iya dan Vhero tidur berpisah.

__ADS_1


Lift terbuka Leo segera keluar dan berjalan ke kamarnya dengan masih kemarahan terlihat jelas di wajah dinginnya itu. “Entah kenapa aku selalu emosian berada di dekat perempuan s*alan itu. Aku selalu sangat merasa bersalah kepada Laura jika melihat wajah sok polosnya itu”. Gerutu Leo di dalam kamarnya.


Sedangkan Vhero kini berbaring diatas tempat tidurnya “Semangat Vhero. Jangan menangis jangan sampai besok Mommy melihat mataku bengkak” ucap Vhero menyemangati dirinya untuk tidak menangis lagi. Vhero Yang sudah capek tidak sadar kini sudah tertidur dengan sangat pulas.


Keesokan paginya, saat ini Vhero sudah sibuk di dapur dengan keringat yang kini memenuhi tubuhnya. Setelah selesai memasak iya segera menata di atas meja makan di bantu oleh beberapa pelayan dan setelah semua nya beres iya segera ke kamarnya untuk mandi karena jujur saja iya sudah sangat merasa tidak nyaman dengan keringatnya.

__ADS_1


“Mbak , aku minta tolong perabotan yang aku tadi pakai memasak di cuci yah. Karena aku harus mandi tidak enak nanti mommy dan Daddy bangun aku belum siap-siap ”. “Baik nona muda kami akan lakukan” jawab pelayan itu, lalu Pelayan itu segera melakukan perintah sang majikan.


__ADS_2