
Setelah selesai mandi dan siap-siap kini di meja makan terlihat Vhero yang sedang menunggu mertua dan suami nya. Tidak lama muncul Mommy Zahra dan Daddy Anthony. “Selamat pagi sayang ” sapa mommy Zahra lalu duduk di salah satu kursi meja makan. “Pagi Mommy, Pagi Daddy bagaimana tidur kalian semalam ? ” tanya Vhero dengan senyuman manisnya. “Pagi Vhero, tidur kami sangat nyenyak sekali. Bagaimana denganmu dan Leo ? ” tanya Daddy Anthony “Seperti kalian Dad kami tidur sangat nyenyak” jawab Vhero. “Sayang dimana suamimu ? Apa iya belum bangun? ” tanya Mommy Zahra. Vhero yang tidak tahu mau menjawab apa segera melihat kearah Lift yang berhenti iya berharap itu adalah Leo. Dan keberuntungan pagi ini berpihak kepada Vhero dimana setelah lift terbuka keluarlah sosok Leo dengan setelan jas kerjanya dan ditangannya terdapat sebuah tas , kemudian Leo memberi tas itu kepada pelayan yang kebetulan lewat “Simpan di ruang keluarga ” suruh Leo kepada pelayan itu “Baik tuan Muda ” mendengar itu Leo segera berjalan ke arah meja makan lalu menghampiri Vhero dan mencium ujung kepala Vhero “Selamat pagi Sayang” melihat perlakukan manis Leo membuat Vhero seakan-akan ingin menghentikan waktu saat ini saja. Dimana iya diperlakukan layaknya seorang istri oleh suaminya itu. “Pagi Mas, mau Sarapan apa?” tanya Vhero yang berusaha menguasai dirinya sendiri. Melihat sang anak dan menantunya yang saling mencintai membuat mommy dan Daddy Leo sangat senang. “Oh Boy, apakah sekarang di pikiran mu hanya ada istri mu ? Sampai-sampai kamu melupakan mommy dan Daddy mu ?” tanya mommy Zahra mengejek Leo. “Maafkan Leo mom, dad. Bagiamana tidur mommy dan Daddy ? ” tanya Leo “Seperti yang kamu liat Boy, kami sangat tidur nyenyak. Apalagi semalam kamu pasti berusaha membuat cucu untuk kami. Itu tambah membuat tidur kami sangat damai sayang” jawab Mommy Zahra. “Benar yang dikatakan Mommymu Boy . Bahkan kami berencana kalau kamu sudah punya anak nanti kami akan menetap di London , tanpa kemana-mana lagi” timpal Daddy Anthony dengan semangat. Mendengar itu Leo mengumpat dalam hati “Sabar Mom , Dad 8 bulan lagi kalian akan aku berikan Cucu yang menggemaskan dari rahim wanita yang ku cintai. Bukan Perempuan s*alan ini”. Melihat Leo yang seperti nya tengah melamun membuat Mommy Zahra menyadarkan anaknya itu “Boy, jika kamu belum siap jadi Orang tua tidak apa-apa sayang. Pelan-pelan saja oke?” Mommy Zahra yang mengira Leo keberatan akan permintaan nya dan suaminya membuatnya langsung berbicara seperti itu kepada Leo. Karena iya tidak ingin acara Sarapan pagi ini berakhir dengan perdebatan kecil antara mereka. “Oh tidak Mom, Vhero dan saya hanya ingin menghabiskan waktu berdua lebih lama lagi. Lalu memikirkan bayi mom” jelas Leo sambil memegang tangan Vhero yang ada di bawah meja. Bukan sentuhan hangat yang Vhero dapatkan dari Leo tapi cengkraman yang lumayan kuat.
Mommy Zahra yang merasa sudah tidak ada yang dibicarakan lagi segera berdiri dan melayani suaminya. Begitupun dengan Vhero iya segera melayani suaminya dan mengambil makanan di meja yang suaminya itu minta.
Leo yang melihat makanan di depannya mengingatkan iya kepada masakan Vhero yang iya hancurkan beberapa hari lalu. “Sepertinya dia benar-benar memasak atas permintaan Mommy” gumam Leo lalu menyendok kan makanan itu kedalam mulutnya . Setelah makanan itu didalam mulutnya iya perlahan mengunyah dan menelannya dan Wow Leo kaget “Ternyata masakannya memang enak , mommy benar. Bahkan masakannya mengingatkan aku pada masakan Oma” ucap Leo dalam hati sambil makan dengan lahap. Mommy Zahra yang juga makan dengan lahap di sela-sela makannya berkata “Oh Menantu kesayangan Mommy, bisa-bisa Mommy jadi gemuk sayang, jika mommy tinggal di sini, masakanmu sangat enak bahkan mengalahkan restoran bintang 5. Masakan mu seperti Mertua Mommy sangat enak sekali” ucap Mommy Zahra. “Bahkan Mommy pun mengatakan bahwa masakannya sama Seperti Oma” ucap Leo dalam hati. “Benar Vhero yang dikatakan Mommy, masakanmu sangat enak sekali. Daddy yang sudah lama tidak makan masakan Oma karena iya sudah tidak mampu memasak lagi, mengingat Daddy pada masakanmu ini Vhero. Nanti malam bisa Daddy minta di masakin opor ayam? Siapa tahu rasanya sama seperti buatan Oma , makanan kesukaan Daddy dan Leo itu sudah sangat jarang bahkan sudah tidak pernah kami makan lagi setalah Oma tidak bisa memasak , karena hanya dia yang bisa memasak sesuai dengan lidah kami.” dengan muka memohonnya Daddy Anthony meminta kepada Vhero di masakkan opor ayam. Oma Leo yang memang berasal dari Indonesia suka memasakkan masakan Khas Indonesia kepada Anaknya dan Cucunya waktu iya masih kuat untuk memasak. Itulah kenapa Leo dan Daddy nya suka masakan Indonesia.
__ADS_1
“Baik Dad, akan Vhero usahakan” Jawab Vhero dengan senyumannya. Vhero Berani menjawab permintaan mertuanya dengan mata iya , akan iya usahakan karena memang Bunda pantinya dulu berasal dari Indonesia. Itulah yang membuat Vhero pintar memasak Khas Indonesia, dan itulah sebabnya Daddy Anthony dan Leo bahkan Mommy Zahra menyukai makanan Vhero yang seperti masakan Oma. “Oh Dad , kamu seperti anak kecil yang minta di masakin makanan kesukaannya. Maafkan Mommy yang belum bisa memasak opor ayam sesuai dengan selera mu” sesal Mommy Zahra. Iya memang sudah berusaha semaksimal mungkin, sampai-sampai iya turun langsung ke mansion utama belajar dari Oma Leo tapi tetap tidak bisa. Iya berharap Vhero bisa memasak sesuai dengan lidah kedua pria dewasa itu. “Aku harap kamu tidak mengecewakan Daddy ku s*alan” gumam Leo sambil melihat kearah Vhero.
Setelah semua pergi sekarang tinggal Vhero dan beberapa pelayan yang ada di mansion, Leo ke kantornya bersama dengan Daddynya. Sedangkan Mommy Zahra kini sedang berkumpul dengan ibu-ibu sosialitanya. Sebenarnya tadi pagi iya mengajak Vhero, tapi Vhero menolak karena tidak ingin cari gara-gara lagi dengan Leo. Iya berpikir jangan sampai Leo marah lagi dan menganggap bahwa Vhero ingin mengambil hati Mommy nya lagi yang ikut dengan Mommy nya.
Pelayan di dapur hanya di tugaskan Vhero menyiapkan bumbu dan bahan selebihnya dia yang turun tangan. “Mbak , apa ada sayuran di kulkas? ” tanya Vhero sambil menghaluskan bumbu opor ayamnya. “Iya Nona muda didalam kulkas ada sayur brokoli, buncis, kol , wortel ,dan ada nangka muda” jawab Mbak Lala yang memang bertugas mengisi kulkas dan memastikan bahwa kulkas itu tidak pernah kosong. Mendengar perkataan Mbak Lala , Vhero segera berkata “Mbak Lala tolong keluarkan nangka muda itu dan kupas lah , lalu potong dadu-dadu agak besar” pinta Vhero , “Baik nona muda ” jawab Mbak Lala.
__ADS_1
Vhero kemudian kembali mencatat bahan-bahan untuk membuat gulai nangka, karena iya pernah membuatnya dulu dan memang Opor ayam sangat Cocok untuk Gulai nangka. Cia juga membuat ikan bakar dan udang krispi. Dan terkahir Cia membuat jus tomat dan mentimun tanpa gula. Iya yang mendengar perkataan Mommy Zahra tadi tentang gemuk , membuat Vhero membuat Jus Tomat dan Mentimun yang diketahui bisa menetralisir racun lemak dalam tubuh, menambah nutrisi vitamin A, dan memasok asupan air dalam tubuh. Itulah mengapa Vhero memilih jus tomat dan mentimun sebagai minuman penutup malam makan mereka nanti.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Leo dan Daddy nya sudah kembali Mommy Zahra juga sudah pulang. Kini mereka sudah duduk di meja makan untuk makan malam. Vhero yang baru datang dari arah dapur membawa makanan yang tadi iya masak merasa tidak enak kemudian berbicara “Maaf membuat kalian menunggu” ucap Vhero sambil menata makanan diatas meja makan “Tidak apa-apa sayang, justru mommy yang harusnya meminta maaf tidak bisa membantumu memasak ” jawab Mommy Zahra dengan rasa bersalah “Tidak apa-apa Kok mom, tadi Vhero di bantu oleh para pelayan. ” jawab Vhero.
Setelah semua beres kini mereka makan Opor ayam buatan Vhero , suapan pertama membuat mereka bertiga langsung senang dan bahagia karena opor ayam buatan Vhero betul-betul mirip sekali dengan buatan Oma.
__ADS_1