
Sudah 5 bulan Vhero dan Leo menikah, hubungan mereka masih tetap seperti dulu tidak ada perkembangan sama sekali. Hanya yang berbeda Leo sudah jarang menyakiti Vhero secara Fisik Karena kepala pelayan yang Leo anggap ibu telah kembali jadi Leo hanya menyiksa Vhero dengan perkataan pedas nya saja. Bahkan sudah 2 bulan terakhir ini Leo jarang pulang ke Mansion karena sering mengunjungi sang kekasih di Amerika yang sedang menyelesaikan kontrak kerja nya. Seperti saat ini terlihat Vhero yang sedang membersihkan mansion “Nak Vhero istirahatlah biarkan para pelayan yang mengerjakan semua itu. Kamu disini seorang majikan bukan pelayan” ucap kepala pelayan yang melihat Vhero sedang mengepel lantai “Tidak Apa-Apa Ibu Vhero sudah biasa melakukannya. Vhero akan sakit kepala jika tidak melakukan sesuatu” ucap Vhero. Vhero memang memanggil kepala pelayan itu Ibu karena usianya yang hampir sama dengan Bunda pantinya “Baik jika itu keinginanmu Nak, tapi jangan sampai capek” ucap kepala pelayan itu lalu pergi ke dapur melihat para pelayan.
Jika di mansion Vhero sedang bekerja keras membersikan Mansion lain lagi dengan Leo yang sedang tidur dibawah satu selimut dengan sang kekasih. Leo yang mengetahui bahwa Laura akan libur selama 2 hari tidak membuang kesempatan iya segera menyuruh Asistennya menyiapkan jet pribadi nya lalu langsung terbang ke Amerika malam itu juga “Honey bangunlah” ucap Laura dengan suara manjanya sambil mengelus wajah Leo dengan lembut “Baby jangan memancingku. Aku tidak mau menikmati mu sat ini tunggulah sampai kita sudah menikah, aku akan mengurung mu selama berhari-hari di kamar pengantin kita” ucap Leo yang kini membuka matanya “Aisss Honey aku sedang tidak memancing mu, aku hanya membangunkan mu” rengek Laura dengan suara manjanya “Baby, aku sudah tida sabar menikahi mu” ucap Leo lalu menarik halus Laura kedalam pelukannya lalu perlahan mencium b*bir Laura dan melum*tnya dengan sangat lembut, Laura dengan senang hati membalas ciuman lembut Leo. Kini tanpa sadar tangan Leo sudah kemana-mana memegang setiap inci tubuh Laura, Karena gabut gairah yang sudah memenuhi keduanya akhirnya Leo dan Laura melakukan hubungan suami istri pagi itu di apartemen mewah Laura “Honey maaf aku kelepasan” ucap Leo menyesal yang kini melihat darah keperawanan Laura di seprei putih Laura “Tidak apa-apa Honey, lagian aku juga menikmatinya” ucap Laura dengan suara seksinya dan itu membuat Leo kembali menggempur Laura.
“Honey ayo kita mandi bersama lalu sarapan. Terima kasih sudah memberikan mahkotamu untuk ku” ucap Leo senang karena iya yang pertama menyentuh Laura “Aku juga senang Honey kamu yang pertama dan terakhir untukku” ucap Laura lalu memeluk Leo dengan mesra “Honey jangan kembali memancingku aku tahu kamu pasti sangat lelah apalagi ini pertama untukmu, ayo kita mandi” ucap Leo kembali “Baik Honey” ucap Laura sambil melepas pelukannya di tubuh polos Leo “Aku akan menyiapkan air hangat untuk kita berendam Honey tunggu aku” ucap Leo lalu pergi ke kamar mandi dengan tubuh polosnya , setelah melihat Leo sudah pergi Laura segera mengambil sebuah Lilin yang masih menyala di sudut lemari kamarnya lalu mematikannya dan kemudian membuangnya ke tempat sampah “Maaf Leo aku harus melakukan ini” ucap Laura dengan senyuman nya.
Sedangkan Leo di kamar mandi “kenapa aku bisa kelepasan ? Biasanya juga aku selalu bisa menahan gairahku, kenapa tadi seakan-akan aku diberi obat perangsang seperti yang wanita s*Alan itu berikan” ucap Leo mengusap wajahnya kasar. Bukannya memanggil Laura untuk mandi bersama Leo malah mandi sendiri lalu segera keluar, sampai dikamar iya melihat Laura yang sudah rapi “Honey maaf aku harus segera pergi hari ini aku tiba-tiba ada jadwal pemotretan. Karena aku ingin segera menyelesaikan kontrak ku dan menikah denganmu jangan sampai aku hamil” ucap Laura sedih “Pergilah Honey, mungkin aku juga akan segera pergi ke London. Jangan lupa sarapan ” ucap Leo lalu mencium pipi Laura “Baik Honey kamu juga, aku pergi” ucap Laura terburu-buru. Leo yang melihat cara Laura berjalan dengan tergesa-gesa berfikir dalam hati “kenapa Laura seakan tidak merasakan sakit di **** ********** nya bahkan tidak ada raut kecapekan di wajahnya” ucap Leo.
__ADS_1
Leo yang tidak mau ambil pusing segera bersiap untuk kembali ke London. Sampai di London iya langsung ke perusahaan nya dan bekerja iya sudah melupakan tentang Laura, sedangkan Laura di Amerika bukannya sedang melakukan pemotretan tapi iya Mala bertemu dengan seorang wanita “terima kasih madam sudah membantuku, ini bayarannya” ucap Laura lalu menyerahkan amplop yang berisi uang cas “Terima kasih nona. Senang bekerja sama denganmu” ucap wanita itu lalu pergi.
Malam tiba Leo yang baru tiba di Mansion di sambut oleh kepala pelayan “Leo dari mana kamu 2 hari ini ?” ucap kepala pelayan “Maaf Bibi Ibu Leo harus ke luar negeri untuk meninjau proyek yang bermasalah” ucap Leo dengan suara capeknya “Baik segeralah beristirahat” ucap kepala pelayan itu lalu pergi “huuu untung saja Bibi Ibu tidak banyak tanya, lebih baik aku segera beristirahat aku sangat capek” lalu Leo melangkah ke arah kamarnya dilantai 2 sampai di atas iya segera membuka kamar itu dan di dalamnya iya melihat Vhero yang sudah tidur dengan pulas di sebuah sofa panjang. Semenjak kedatangan kepala pelayan memang keduanya sudah tidur satu kamar tapi Leo melarang Vhero untuk tidur di atas tempat tidurnya. Leo yang memang sangat capek segera tidur bahkan iya sudah tidak membersikan dirinya lagi saking capeknya.
Vhero yang terbangun saat pagi hari cukup terkejut melihat Leo yang masih tertidur pulas dengan baju kerjanya, melihat itu Vhero segera mandi dan selesai iya memungut sepatu dan Jas Leo yang berserakan di lantai lalu menaruhnya ke tempatnya. Selesai itu Vhero segera keluar membantu para pelayan bekerja, Leo yang baru bangun pas jam 10 kembali marah karena tidak di bangunkan oleh Vhero bahkan setelah iya tahu kepala pelayan pergi belanja iya dengan tidak segan menghukum Vhero dengan cara rambutnya di tarik sampai di kamar mandi yang berada di kamar mereka lalu di siram dengan air dingin. Paris yang saat ini turun salju membuat suhu tubuh dingin dan dengan teganya Leo menyiram Vhero dengan air dingin “Kenapa kamu tidak membangunkan mu wanita s*Alan. Gara-gara kamu tidak membangunkanku aku harus terlambat ikut meeting online dengan rekan kerjaku, seandainya asisten Kay tidak dapat menghandle semuanya sudah aku bunuh kamu” geram Leo sambil menyiram Vhero “Maafkan saya Tuan, saya kedinginan” ucap Vhero lemah.
Setelah menjelang siang salju yang sudah bisa dilewati, Leo segera pergi ke perusahaan dengan asisten Kay sampai disana iya segera menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk akibat di tinggal dua hari ke Amerika. Setelah jam kerja habis terlihat Cindy memasuki ruangan Leo “Leo aku ingin berbicara” ucap Cindy “Hmm berbicaralah” jawab Leo lalu mematikan komputernya “Begini kemarin aku mengantarkan berkas ke mansion mu Karena aku kira kamu sedang sakit jadi tidak ke kantor, bahkan aku sudah menghubungimu tapi ponsel mu tidak aktif sedangkan asisten Kay lagi ke Paris. Jadi aku pikir lebih baik berkas penting aku bawah saja ke mansion mu , tapi sampai disana yang membuka pintu adalah mantan asisten manajer keuangan Vheronica bahkan paling mengagetkan para pelayan disana memanggilnya nona muda dan kepala pelayan mengatakan bahwa dia adalah istrimu. Apakah benar Leo ?” jelas Cindy panjang lebar “Seperti nya memang ini saat nya kamu tahu, tapi jangan sampai Laura tahu. Benar aku dan dia sudah menikah gara-gara wanita s*Alan itu yang menjebak ku saat kita selesai rapat waktu itu dan saat aku dan dia selesai melakukan hubungan suami istri Mommy dan Daddy datang dan melihat semua Yang sudah terjadi akhirnya kami di nikahkan. Jangan beritahu Laura, aku yang akan memberitahunya” jelas Leo “Kurang ajar, jadi Leo tidur dengan wanita rendahan itu” ucap Cindy dalam hati “Baik Leo karena aku sudah tahu, aku permisi. Dan mengenai aku memberitahu ini pada Laura maaf aku belum tahu harus melakukan apa, di sisi lain kamu adalah bos ku dan di sisi lain lagi Laura adalah sepupuku. Sekali lagi aku minta maaf Leo semoga kamu mengerti, aku permisi” ucap Cindy pura-pura pusing harus melakukan apa lalu kembali ke ruangannya
__ADS_1
“Cindy kenapa kamu bodoh sekali. Niat nya aku mau menjebak Leo agar tidur denganku malah wanita rendahan itu yang Leo tiduri, lebih baik ini aku ceritakan ke Laura biar dia yang Selesaikan semuanya. Setelah itu aku akan Maju, Leo hanya akan jadi milikku apapun yang terjadi” ucap Cindy dengan senyuman misteriusnya. Memang dari saat Leo dikenalkan oleh Laura di keluarga besar mereka, Cindy langsung jatuh cinta kepada Leo apalagi setelah iya mengetahui bahwa Leo adalah anak semata wayang konglomerat di London “Lebih baik Masalah ini aku ceritakan ke Laura tapi aku harus menunggu waktu yang tepat, biarlah beberapa hari kedepan Leo kira aku sedang berfikir mau dukung dia atau Laura. Hahahaha otak kamu memang encer Cindy ”
Jam 1 malam Leo baru sampai di mansion nya dalam keadaan Mabuk berat, memang tadi setelah selesai mengerjakan pekerjaannya di kantor iya di undang ke acara ulang tahun salah satu rekan kerjanya sehingga iya pulang dalam keadaan Mabuk “Leo kenapa sih kamu harus minum ? Kan aku sudah bilang kamu boleh pergi tanpaku tapi kamu tidak bisa menyentuh alkohol, bagaimana tadi seandainya aku tidak cepat sampai disana entah apa yang akan di lakukan oleh para bajingan itu” ujar Kay marah “sudahlah Kay segera bawah aku ke kamar, aku ingin segera tidur” ucap Leo yang hampir menutup matanya.
Sampai di depan kamar Leo , Kay yang mengetahui bahwa Leo sudah tidur bersama dengan Vhero perlahan mengetuk pintu. Tidak lama pintu terbuka dan memperlihatkan muka bantal Vhero yang imut Kay yang melihat itu bergumam dalam hati “Ya ampun Leo kenapa kamu buat sekali ? Kamu rela melepas perempuan cantik dan sangat imut demi perempuan j*lang” ucap Kay Yang seakan mengetahui sesuatu tentang Laura “Astaga tuan Asisten kenapa Tuan muda seperti ini ?” tanya Vhero khawatir setelah melihat Leo yang hampir tertidur “Maaf nona muda, tuan muda sedang mabuk akibat rekan bisnisnya yang ingin menjatuhkan tuan muda” ucap Kay “Ya Tuhan , silahkan bawah masuk tuan asisten” Kay langsung memapah Leo ke atas sprimbet besarnya itu lalu pamit ke Vhero “Nona muda saya permisi, selamat malam” ucap Kay “terima kasih tuan asisten selamat malam” Kay hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi “sial bisa-bisanya aku tertarik dengan istri Leo” ucap Kay dalam hati setelah di luar.
Setelah kepergian Kay, Vhero langsung mengeluarkan sepatu kerja, jas dan dasi Leo. Lalu Vhero segera ke sofa untuk tidur. Sekitar jam 2 Leo bangun karena merasa tubuhnya panas “sial ternyata selain membuatku mabuk mereka juga memberiku obat perangsang, mereka betul-betul ingin cari masalah denganku” ucap Leo yang bangun lalu membuang kemejanya ke sembarnag arah lalu segera ke kamar mandi merendam dirinya dengan air dingin, tapi bukannya merasa lega malah membuat gairahnya semaki menjadi “sial aku harus menyentuh wanita s*alan itu lagi” ucap Leo menggerutu lalu segera keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuhnya yang polos, melihat ke arah sofa di mana Vhero tidur dengan pulas dan sedikit terlihat bagian dada Vhero yang mulus membuat gairah Leo semakin naik dan tanpa pikir panjang segera ke sofa itu dan mengeluarkan selimut Vhero. Lalu segera menaiki tubuh Vhero dan mencium nya dengan lembut. Vhero yang kaget langsung membuka matanya dan berniat memberontak tapi melihat wajah Leo yang kini di depannya membuatnya langsung berhenti dan diam saja tanpa membalas ciuman Leo “Honey balas ciuman aku, aku menginginkan mu” ucap Leo sambil menggesekkan sesuatu yang telah bangun ke arah kewanitaan Vhero. Vhero yang mendengar Leo memanggilnya dengan lembut dan manja membuatnya tanpa sadar membalas ciuman Leo, karena tidak bisa di pungkiri Vhero juga wanita normal yang menginginkan pelepasan. Dan malam itu terjadi lagi dimana Leo dan Vhero saling menghangatkan di dinginnya salju yang turun. Mereka melakukan pelepasan pertama di sofa panjang tempat biasa Vhero tidur dan melakukan pelepasan-pelepasan berikutnya di kamar tidur king size Leo mereka melakukan berkali-kali lalu tertidur karena capek.
__ADS_1