
Pagi menyapa Vhero yang biasanya sudah terbangun saat subuh hari , kini terbangun saat jam 7 pagi “Astaga Vhero apa yang kamu lakukan ? Bisa-bisanya aku kesiangan” ucapnya lalu perlahan berjalan ke kamar mandi dengan menutupi aset berharganya dengan kedua tangannya sampai dikamar mandi iya langsung membersikan dirinya tetapi ketika iya berdiri di wastafel menggosok giginya iya melihat tanda percintaan antara iya dan suaminya di dada dan lehernya “Mas Leo sungguh ganas ” ucapnya lalu tersenyum malu-malu. Setelah bersiap dan menutupi tanda merah di lehernya dengan foundation iya segera turun membantu pelayan bekerja. Jika Vhero sudah membantu para pelayan bekerja lain lagi dengan Leo yang baru bangun dari tidurnya “shit... Kepalaku sangat pusing” ucapnya lalu bangun dan duduk bersandar di tempat tidurnya, setelah mengedarkan pandangannya ke penjuru kamarnya iya baru sadar akan apa yang iya lakukan semalam “kurang ajar, kenapa semalam aku harus kelepasan dan menyentuh wanita s*Alan itu lagi” ucapnya menarik rambutnya kasar merutuki kebodohannya “Sial, siapapun yang sudah menjebak aku semalam akan aku hancurkan sehancur-hancurnya” ucap nya dengan amarah yang sudah tidak dapat di bendung. Setelah merasa lebih baik Leo segera berjalan dengan tubuh polosnya ke kamar mandi lalu membersihkan dirinya. Setelah membersihkan dirinya dan memakai pakaian kantornya iya segera berjalan ke balkon kamarnya untuk menelpon Kay, sebelum menelpon Kay iya melihat kearah depan dimana iya melihat Vhero sedang memberi makan ikan-ikan peliharaan Daddy Anthony “Kenapa wanita s*Alan itu semakin hari semakin jelek saja, membuat aku muak melihatnya” ucap Leo jijik. Bagiamana tidak kulit putih alami Vhero kini tampak kucel akibat Vhero yang sering melakukan pekerjaan berat, sering membersihkan gudang dengan abu yang menumpuk, membersihkan kolam renang yang terkena matahari dan pekerjaan-pekerjaan berat lainnya. Wajah Vhero yang dulunya cantik alami kini berminyak tanpa perawatan. Vhero yang masih memiliki tabungan lumayan banyak dari gaji nya dulu bisa saja iya gunakan untuk membeli skincare agar kulitnya bersih dan terawat lagi, tapi mengingat peraturan Leo yang melarangnya keluar masuk mansion membuat nya tidak bisa keluar hanya untuk sekedar belanja keperluannya, bahkan untuk mandi saja iya harus menggunakan sabun seperti yang digunakan pelayan. Semenjak menikah dengan Leo iya sudah tidak pernah lagi melihat Handbody, lipstik, bedak Dan alat make up lainnya. Jika perempuan seumurannya mempercantik diri iya harus berkecimpung dengan alat-alat pembersih setiap harinya.
Vhero yang serius memberi makan ikan-ikan didepannya tanpa sengaja melihat ke arah balkon kamar nya dan Leo, dan iya melihat Leo melihat kearahnya lalu segera melihat ponselnya setelah melihat Vhero menatapnya. Vhero yang melihat itu salah paham “Apa mas Leo ingin melihatku ?” ucapnya dengan malu-malu. Membayangkan perlakukan manis Leo semalam membuatnya malu sendiri dan berharap Leo akan seperti itu terus. Sedangkan di sisi Leo iya yang segera melepaskan pandangnya dari arah Vhero segera menelpon Kay “Halo Kay , kamu sudah tahukan apa yang akan kamu lakukan ?” tanya Leo saat sambungan telponnya terhubung “Iya Leo, aku sudah melakukannya dan tenyata itu adalah kelalaian seorang pelayan. Iya yang ingin mengantarkan minuman itu ke ruangan sebelah malah keruangan kalian. Dan setelah saya periksa ternyata pelayan itu merupakan pelayan baru yang dibeli oleh pemilik bar itu. Kamu tahu Leo parahnya ternyata semua minuman yang diberi ke kalian sudah di taruh obat perangsang dan semua kolega bisnis mu juga merasakan apa yang kamu rasakan Leo” jelas Kay panjang lebar. Mendengar itu Leo kembali berbicara “oh ****... Aku kira mereka ingin menjebak ku lagi” ucap Leo sambil mengusap wajahnya kasar. “Iya Leo, untung semua kolegamu telah menikah ” ucap Kay lagi “Baik Kay, lupakan saja jika itu memang ketidaksengajaan. Segera jemput aku sekarang” ucap Leo sebelum sempat Kay berbicara iya kembali berbicara “Oh iya aku hampir lupa Kay, bawahkan aku obat kontrasepsi nanti di apotek. Pilihlah Obat yang paling bagus” ucap Leo lalu mematikan sambungan telfon nya. Kay yang ada di seberang sana segera menggerutu “Dasar Leo kampret, tunggu dulu obat kontrasepsi yah ? Berarti mereka melakukan semalam dong ? Lihat saja apa yang akan aku lakukan untukmu Leo , tuan muda yang arogan dan tidak ada akhlak hehehehe ” ucap Kay dengan senyuman misteriusnya.
Setelah menelpon Kay, Leo segera berjalan kembali ke arah kamarnya setelah melirik Vhero perlahan. Sampai di kamarnya iya menyuruh pelayan mengantarkan sarapan ke kamarnya. Vhero yang melihat Leo meliriknya kembali tersenyum “Mas Leo kembali melirikku, apakah iya sudah menerimaku ?” ucapnya senang.
Setelah memberi makan ikan peliharaan mertuanya Vhero segera ke arah tempat laundry menjemur cuciannya. Semenjak menikah Vhero memang turun tangan langsung jika semua tentang keperluan Leo kecuali makanan karena Leo dengan mudah mengetahui rasa masakannya. Tapi untuk mencuci pakaian dan lain-lainnya iya bisa melakukannya tanpa sepengetahuan Leo. Cuma sambal yang biasa iya buat untuk Leo dan Kopi karena Leo tidak mengakui bahwa itu adalah buatan Vhero. Setelah menjemur cuciannya Vhero ke belakang dan membersihkan tanaman bunga yang sedikit berantakan tidak lama kepala pelayan datang menghampirinya.
__ADS_1
“Nak Vhero, dipanggil sama Nak Leo” ucapnya setelah berdiri didepan Vhero yang sedang berdiri memperlihatkan mana lagi yang haru iya bereskan, mendengar perkataan kepala pelayan membuat Vhero tampak sangat senang “Benarkah Bu ? Mas Leo memanggilku ?” tanya nya dengan semangat “Iya nak ” ucap kepala pelayan heran dengan tingkah Vhero. Biasanya Vhero akan ketakutan jika di suruh menghadap ke Leo bahkan kadang kepala pelayan harus mengantarnya dan membujuknya tapi kini yang kepala pelayan liat Vhero keliatan sangat senang dan bersemangat “Apa ada yang ibu lewatkan Nak? ” tanya Kepala pelayan itu penasaran “oh tidak Bu, Vhero hanya bersemangat karena makam Bunda di tempat tinggal Vhero dulu sudah selesai tadi tukangnya nelpon. Rencana Vhero akan Kesana besok Bu” ucap Vhero dengan semangat. Padahal iya memang sangat senang di panggil Leo iya berharap Leo memanggilnya untuk membahas pembicaraan Leo semalam. Vhero berharap Leo betul-betul sudah bisa menerimanya dan memperlakukannya dengan lembut dan baik seperti semalam. “Oh begitu yah , hmm baik lah Nak. Segeralah ke suamimu iya sudah menunggumu ” ucap Kepala pelayan lagi “baik Ibu, Vhero permisi” ucap Vhero lalu mengeluarkan sarung tangannya lalu mencuci tangannya dan segera masuk ke mansion.
Vhero yang melihat lift sedang terisi segera berjalan kearah tangga saat ada dipertengahan anak tangga iya bertemu dengan asisten Kay “selamat pagi nona muda ” sapa Kay “Selamat pagi tuan asisten” ucap Vhero “apa nona muda ingin menemui tuan muda ?” tanya asisten Kay “Iya Tuan asisten ” ucap Vhero lagi dengan senyuman manisnya “naiklah Tuan muda sudah menunggumu, tuan muda ada di ruangan kerjanya nona muda” ucap Asisten Kay lagi “Terima kasih informasinya tuan asisten. Saya permisi” ucap Vhero membungkukan sedikit badannya lalu pergi , asisten Kay hanya menanggapi dengan senyuman lalu memperhatikan langkah Vhero ke lantai atas “semoga kamu selalu bahagia nona muda, aku berharap Leo segera membuka pintu hatinya agar melihat ketulusan dan kebaikanmu” ucapnya sambil terus memandangi Vhero setelah Vhero tidak kelihatan baru iya segera turun kelantai dasar menunggu Leo.
Vhero Yang sudah ada di depan pintu ruang kerja Leo tiba merasa gugup “huuuu Vhero, ambil napas lalu buang dengan perlahan” ucapnya lalu mengikuti kata-katanya sendiri “semangat Vhero” dia berusaha menyemangati dirinya sendiri , setelah merasa lebih baik iya perlahan mengetuk pintu. Vhero masuk setelah mendengar suara Leo menyuruhnya masuk.
Kini Vhero sudah ada di ruangan itu dengan posisi berdiri di belakang Leo , dimana Leo berdiri di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke danau buatan di samping mansion. Setelah mereka diam kurang lebih 5 menit Leo kini angkat suara “Mengenai hal semalam lupakan saja, anggap saja itu adalah kewajiban mu sebagai istri memuaskan suaminya diatas ranjang. Aku sudah berjanji kepadamu tidak akan melakukannya lagi, tapi semalam itu di luar kendali aku karena pengaruh dari obat perangsang. Ini adalah janjiku terkahir kalinya aku tidak akan pernah menyentuh mu lagi ini adalah kedua dan terakhir kalinya. Ini obat kontrasepsi cepat minum sekarang juga aku tidak mau kamu mengandung anakku” ucap Leo lalu membuang botol obat ke arah Vhero “segera minum di depanku, aku ingin melihatmu meminumnya sebelum aku pergi” ucap Leo dingin
__ADS_1
Setelah kurang lebih 1 jam menangisi dirinya Vhero perlahan bangun dan segera ke kamar nya dan Leo, iya mandi lalu tidur sebentar demi menutupi mata sembabnya. Setelah jam 12 siang Vhero bangun lalu mencuci muka dan turun ke lantai dasar sampai dibawah iya segera disuruh makan Siang oleh seorang pelayan atas perintah kepala pelayan yang saat ini sedang keluar membeli bahan makanan.
“kalian kerjakanlah perkejaan kalian, biarkan aku makan dengan sendiri” ucap Vhero. Para pelayan segera menuruti perintah nona muda nya hanya ada Lala yang masih disana menemani Vhero makan.
Terlihat sebuah mobil mewah memasuki pekarangan mansion keluarga Ellison, setelah mobil mewah itu berhenti di depan anak tangga pintu mansion seorang supir yang mengemudikan mobil itu turun lalu membukakan pintu penumpang. Setelah pintu mobil terbuka terlihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang, memakai baju seksi berwarna hijau turun dari mobil itu. Setelah turun gadis cantik itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru mansion lalu mengeluarkan kacamata hitamnya dan perlahan berjalan ke arah pintu mansion “Selamat datang nona muda” ucap maid yang membuka pintu dengan gugup “hmm dimana tuan muda mu ?” tanya wanita cantik itu “tuan muda masih ada di kantor nona muda” jawab maid itu lagi “ambil kan kopor ku di bagasi mobil” ucap Wanita itu lagi lalu melanjutkan langkahnya.
Wanita cantik itu kini duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponsel nya dan di kelilingi oleh para pelayan di mansion “jam berapa tuan muda kalian pulang ?” tanya wanita itu “tidak tahu nona muda , kadang sore kadang malam” ucap salah satu pelayan . Wanita itu kembali diam dan memainkan ponselnya mewahnya
__ADS_1
Dari arah dapur terlihat Vhero yang sudah selesai makan berjalan kearah para pelayan yang sedang berkumpul membelakangi nya “Ada apa ini ? Kenapa kalian berkumpul disini ?” tanya Vhero yang tidak melihat wanita cantik yang duduk di sofa bermain ponsel karena di halangi oleh para pelayan yang sedang berkumpul.
Siapa wanita cantik itu ? Apakah kekasih Leo ? Atau siapa ? Nantikan di episode selanjutnya 😊