SUPIR AMBULAN PEMBAWA JENAZAH

SUPIR AMBULAN PEMBAWA JENAZAH
Sudah seminggu dia di kontrakan


__ADS_3

Episode 15


Hari ini badanku bener" terasa lemes dan kaku,seolah" aku gak bisa bangun dari tempat tidur .Apa mungkin ini efek aku kecapean karena full luar kota terus ya ,sebenarnya perut udah keroncongan rasa laper udah menyerangku sejak tadi ,tapi mau gimana lagi ini badan terasa kaki dan lemes ,mana mata juga susah di ajak melek.


Kudengar suara motor berhenti dari dalam kontrakan ,tapi aku masih tetep acuh .Dan tiba suara ketokan pintu membuka mataku seketika.


"Asallamu'alaikum mas ?" terdengar jelas itu suara Andi .


"Wa'alaikum salam !" dengan terpaksa aku bangun dari tempat tidurku ,ku paksakan membuka pintu.


Tumben ini Andi jam segini udah bangun dan datang kesini,padahal biasanya kalau habis dari luar kota jam segini juga belum bangun.


" Tumben bro jam segini dah sampai sini?" tanyaku lirih sambil memegangi pinggang yang terasa sakit.


" Iya mas bro ,gak betah di kontrakan,masalahnya aku ngerasa setiap aku di kontrakan ada yang ngawasin ,bahkan aku pernah beberapa kali melihat bayangan hitam mas bro!" jawab Andi sambil merasakan merinding.


"Apa itu bro ?" tanyaku yang sedang berharap Andi bawa makanan.


"Ini mas bro aku bawa nasi Padang ,pasti belum sarapan kan ?" jawab Andi sambil membuka isi bungkusan tersebut.


Karena perut yang udah gak bisa di ajak kompromi lagi tanpa malu aku langsung hajar nasi Padang bawaan Andi.


"Mas kenapa kelihatannya sakit ya ?" tanya Andi yang lagi asik menyantap makanan.


"Ya bro gak tau kenapa dari tadi bangun tidur badanku terasa kaku dan lemes!" jawabku yang sesekali meringis menahan rasa nyeri.


Mungkin saking laparnya gak terasa sebungkus nasi udah habis aku makan,begitu juga dengan Andi .


" Bro sebenarnya kejadian yang kamu alami gak jauh beda sama aku!" imbuhku sembari berjalan mengambil air minum.

__ADS_1


" Masa sih mas ,kok gak pernah cerita?" saut Andi bengong.


"Ya males aja bro mau cerita hal" kaya gitu!" jawabku yang lagi" meringis menahan rasa sakit.


Dan tiba terdengar suara gayung jatuh dikamar mandi ,sontak suara itu bikin kami berdua terdiam untuk beberapa saat.


"Apa itu mas bro ?" tanya Andi yang terkaget karena suara tersebut.


" Paling gayung jatuh kena angin kali bro! " jawabku juga sedikit bingung.


Suasana molai tegang apalagi bulu kudukku berdiri semua ,andi juga merasakan hal yang sama .


" Bro ini kayaknya harus lapor bang Jon !" sautku sambil sesekali nengok ke arah kamar mandi.


"Iya mas aku di kontrakan juga ngerasa gak nyaman banget!" jawab Andi yang masih memegangi tengkuknya .


Karena didalam kontrakan suasana udah gak nyaman kami berdua keluar lanjut ngobrol di teras .


"Ini aku rasakan semenjak kita habis anter jenazah ke Blora Lo bro!" tuturku sambil menyalakan sebatang rokok biar gak tegang.


"Iya mas sama ,aku ngerasain ada yang aneh juga itu habis dari Blora!" jawab Andi sembari bersandar di kursi.


Akhirnya kami menyimpulkan kalau ada sesuatu yang ngikutin kami ,cuma kami gak tau hal gituan ,dan orang yang paham cuma bang Jon.


"Mas kayaknya ada yang telpon tu!" saut Andi sambil nengok ke dalam kontrakan.


"Tolong bro ambilin hp ku sapa tau penting!" pintaku sambil meringis menahan rasa sakit.


Perlahan Andi bangun dari duduknya dan perlahan juga masuk kedalam kontrakan .Terlihat dari panggilan yang tak terjawab ternyata Susi yang telpon .Akupun langsung menelpon balik takutnya ada hal penting yang Susi mau katakan.

__ADS_1


Ternyata Susi cuma pingin tau kabarku aja ,dia khawatir karena dari kemarin pagi aku gak kasih kabar.Susi juga bilang sepulangnya dia bekerja dia bakal mampir ke kontrakan.


"Wah kayaknya makin akrab aja mas ?" saut Andi yang molai rileks.


"Ya maklum bro namanya juga pacar sehari gak ngabarin pasti takut hehehe!" jawabku sembari senyum kecil.


Perlahan suasana molai mencair tanpa ketegangan ,bahkan Andi juga udah berani masuk ke dalam kontrakan buat bikin kopi.Udah kebiasaan kalo nongkrong gak ada kopi rasanya kurang afdol.


" Bro coba kamu telpon bang Jon kapan bisa mampir ke kontrakan!" pintaku sembari mengelus kaki yang masih sedikit kaku.


Tak pake lama Andi langsung menghubungi bang Jon ,ternyata bang Jon udah sampai di Jakarta ,dia juga bakal langsung mampir ke kontrakan kalau denger tadi pas telpon.


Aku dan Andi sedikit lega ,masalahnya kalau udah bang Jon turun tangan pasti masalah yang seperti ini bisa di atasi.Tak terasa aku dan Andi udah mau 3 jam duduk di teras ,tapi bang Jon gak datang" juga.Andi dengan sabar tetep nunggu di kontrakan ku ,dia bahkan gak mau pulang kalau masalah ini belum kelar .


Lewat setengah jam bang Jon akhirnya datang juga ,Andi pun langsung membikinkan bang Jon kopi.Belum juga sempet minum kopinya bang Jon langsung masuk ke dalam kontrakan,seolah" ada sesuatu yang menariknya. Sedangkan aku dan Andi tetep nunggu di luar gak ikut masuk.


Sudah sekitar 3 menit bang Jon di dalam kontran tapi belum keluar juga ,karena penasaran sesekali Andi ngintip kedalam kontrakan.Akhirnya bang Jon keluar juga ,dia menceritakan bahwa kami berdua di ikuti ,cuma bang Jon gak menjelaskan secara detil apa dan siapanya.Dia cuma berpesan kalau dari mana" harus langsung mandi jangan malah langsung tidur.Bang Jon juga bilang kalau sekarang kontrakan udah aman.


Aku dan Andi cuma mengiyakan apa yang di perintahkan bang Jon dan anehnya setiap urusan yang berhubungan dengan hal" gaib atau yang kasat mata kalau bang Jon udah turun tangan pasti beres semua.


Ya emang di kalangan supir dan di rumah sakit bang Jon terkenal orang yang bisa dan bisa disebut orang pinter juga.Makannya dia selalu jadi tempat mengadu kami" sesama sopir bila ada gangguan dari hal" gaib.


Setelah menghabiskan kopi bang Jon langsung berpamitan karena dia juga baru sampai dari luar kota.Seperti biasa hanya ucapan terima kasih yang kami ucapkan buat bang Jon suhu di rumah sakit .


Akhirnya bisa tenang lagi dan anehnya rasa lemes dan kaku yang aku alami seketika itu juga hilang .Aku berfikir apa ada hubungannya ya dengan mahluk gaib " gimamaku " sambil berdiri menggerakkan kaki dan tanganku yang semula terasa kaku.


" Kenapa mas kok seneng gitu?" saut Andi yang melihatku aneh.


" Gak kenapa ko bro cuma badanku sekarang jadi enteng dan gak lemes lagi!" jawabku sambil berdiri di hadapan Andi.

__ADS_1



__ADS_2