
Episode 18
Hari ini jadwalku of jadi aku sempetin buat berbenah kontrakan yang berantakan ,apalagi Susi juga of rencananya dia juga mau datang ke kontrakan. Hari masih lumayan pagi ,tapi seperti kebiasaanku kalau libur malah bangun pagi .
Secangkir kopi dan rokok selalu menemani aktifitas pagiku ,dengan santainya aku duduk" di teras kontrakan dan sesekali menyapa tetangga yang lewat mau berangkat kerja.
Karena hari molai terik aku pun bergegas mandi apalagi sebentar lagi Susi mau datang .Byur Byur suara air yang membasahi tubuhku .Ah seger juga akhirnya ,kaos oblong dan celana pendek selalu aku kenakan ketika libur kerja apalagi cuma diem di kontrakan.
Siiiiit terdengar suara motor berhenti di depan kontrakan ku ,akupun bergegas keluar ,ternyata sang pujaan hati yang datang .
"Asalamu''alaikum ?" saut Susi yang kelihatan cantik hari ini.
" Wa'alaikum salam nona cantik !" jawabku menggoda.
Tak tau apa yang di bawa Susi di tangannya aku persilahkan masuk .Ternyata oh ternyata Susi sekarang jadi lebih perhatian , di bawakannya aku sarapan, katanya sih kakaknya yang nyuruh.
Tak mau menunggu lama karena aroma masakan yang begitu menggoda aku dan Susi langsung sarapan.
" Siapa yang masak de ,enak banget?" tanyaku sambil makan.
"Aku dan kakak mas !" jawab Susi tersenyum malu .
Padahal kakaknya Susi belum pernah ketemu sama aku ,tapi udah seperhatian itu sama aku.Sampai" bawain sarapan segala.
Baru juga lagi asik sarapan sama pujaan hati suara telpon mengganggu keromantisan saat itu.
"Ya bro kenapa ,gak bisa lihat orang seneng ya?" tanyaku sedikit kesel.
"Hahaha pasti ada Susi ya mas ? jawab Andi balik tanya.
"Sok tau kamu !" imbuhku .
"Ya udah mas biar ramai nanti aku kesitu bawa buah deh biar komplit!" imbuh Andi merayu
__ADS_1
" Aduh si Andi gak bisa apa lihat orang seneng " gerutuku kesel.
Kami berdua lanjut sarapan setelah selesai menerima telpon .Berhubung dah kenyang aku dan Susi lanjut ngobrol di teras sebelum lanjut bersih" kontrakan .
"Mas tu hpnya bunyi lagi !" saut Susi .
Bergegas aku langsung mengambil hp yang tertinggal di dalam .
"Ya bro ada apalagi sih?" jawabku sedikit ketus.
"Bukan aku yang ganggu ya mas ,tapi ada tugas dari kantor ni !" jawab Andi serius.
Aduh kok ada aja ya gangguan ,aku segera menjelaskan semuanya ke Susi ,untungnya dia ngertiin kerjaanku ,setelah berganti seragam aku Adan Susi meninggalkan kontrakan ,Susi pulang kerumah sedangkan aku kerumah sakit.
Ternyata si Andi udah nunggu di mes .
" Wah bener" ya gak kamu gak kantor bener" gak bisa lihat orang seneng !" kataku sembari menaruh tas di brangkas.
"Hahaha kantor kali mas ?" jawab Andi sembari menertawakan ku.
"Deket kok mas Tegal!" jawab Andi seolah senyum ngeledek.
Karena jenazah juga udah siap kami langsung berangkat ,apalagi jaraknya gk begitu jauh ,aku mau Uber biar sampai Jakarta masih bisa ketemu Susi lagi kasihan tadi ketemu cuma sebentar .Tak lupa aku juga kasih kabar tentang keberangkatan ku kali ini sama Susi ,biar dia gak cemas dan khawatir.
Perjalanan lancar gak ada gangguan sampai tempat tujuan ,karena mengejar waktu sampai kerumah duka aku dan Andi langsung turunin peti jenazah dan langsung berpamitan .
"Jos bro gak usah istirahat ya ,aku ada janji masalahnya!" kataku langsung meluncur pulang.
"Ya mas bro ikut aja !" jawab Andi ngeselin karena sambil ketawa.
Baru juga mau masuk tol tiba" bulu kuduku berdiri ,seolah" menandakan ada kehadiran mahluk lain di mobil.Bener saja juga lewat gerbang tol sudah terdengar suar rintihan dan suara minta jarinya di balikin .
Ihhhh suasana molai mencekam tapi aku tetep memacu kendaraanku ,sampai suara gedoran dan rintihan yang begitu kenceng membuatku menghentikan kendaraan yang aku kemudikan.
__ADS_1
" Bro emang yang kita bawa tadi gimana sih?" tanyaku penasaran.
"Korban tabrak lari mas bro !" jawab Andi sembari memegangi tengkuknya.
Aku dan Andi terpaksa turun dan mengecek bagasi belakang ....terkejutnya aku dan Andi sampai kami berdua jatuh terjengkang setelah mendapati ada jari di bagasi .
Astagfirullah .....ucap aku dan Andi sembari membanting pintu belakang mobil .Percaya gak percaya ada 2 jari tergeletak di bagasi .
Karena penasaran kembali aku dan Andi mengecek kedalam bagasi ,heranya dua jari tadi udah gak ada .
Dengan rasa penasaran dan takut kembali kami melanjutkan perjalanan. Ternyata kembali lagi suara rintihan meminta jarinya di kembalikan terdengar jelas di kuping ku dan Andi .Aku dan Andi mencoba cuek tapi lama kelamaan suaranya makin menjadi " bahkan di tambah gebrakan seperti orang mengebrak pintu ....padahal hari masih termasuk siang karena jam juga baru menunjukan pukul 2 sore.
"Bro seharusnya kalo emang jarinya tertinggal bukan di mobil kan melainkan di tempat kejadian kalau gak di kamar mayat!" sautku semakin merasa merinding dan takut .
"Ya mas ko ini malah di sini ya ? jawab Andi merungkut.
Mungkin karena kami tak menghiraukan suara tersebut ,sampai akhirnya mobil tiba" mati mesin ,untung dengan pelan aku bisa membawa mobil itu ke bahu jalan .
Dengan pelan aku dan Andi memeriksa kabin mesin ,tapi semua normal .Andipun menutup kembali kabin mesin yang tadi terbuka.
Aku terus mencoba menghidupkan mesin dengan rasa takut yang menyelimuti kami berdua,apalagi suara itu juga gak ilang"
.Sampai aku inget pesen kata bang Jon .Baca basmalah tujuh kali terus starter .....akhirnya nyala juga .Bergegas akupun melanjutkan perjalanan. di iringi suara tangisan dan rintihan dari belakang mobil ,suasana di dalam mobil bener" mencekam sampai keinget dingin keluar dari tubuhku .
Sesampainya di rumah sakit aku berlari ke kamar mayat ,aku dan Andi menanyakan perihal jari mayat yang baru alami antar ke petugas .... Awalnya petugaspun kebingungan .Akhirnya aku bawa dua petugas mendekati mobil ambulan yang kami bawa ....mereka juga terkejut setelah mendengar suara dan rintihan yang mereka denger. Baru setelah kami tunjukan mereka percaya ,mereka ( petugas kamar mayat) mencoba mencari jari yang jadi misteri ...sampai akhirnya ketemu di kantong plastik yang udah berada di tempat sampah.
Mereka kemudian membawa dan melaporkan kejadian tersebut ke atasan mereka ,setelahnya yang aku denger ada petugas yang nganter jari tersebut ke Tegal .Sejak jari itu di ketemukan suara rintihan dan tangisan yang ikut sampai rumah sakit hilang dan di situ baru mobil ambulan kami mau ada yang nyuci ......
" Wah kayaknya masih keburu ni bro buat malam Kamis an !" sautku sembari melangkah ke tempat parkir.
"Hati " mas nanti ada yang minta jarinya !" jawab Andi ngeledek .
Aku dan Andi meninggalkan rumah sakit ,"akhirnya aku bisa ketemu Susi lagi setelah sehari di teror hantu jari hihihi " gerutuku sembari menyalakan motor.
__ADS_1
hahaha gimana sob ingin yang lebih menegangkan lagi ....tunggu episode berikutnya.