
Episode 19
Kebiasaanku sehabis gajian pasti belanja ,tapi bukan belanja barang" mewah hanya keperluan harian buat sebulan,ya maklum hidup di perantauan sendiri harus bisa seirit mungkin ,apalagi harus nabung buat masa depan.Tapi kali ini gak seperti biasanya ada Susi yang nemenin ,hubunganku selama sebulan setengah juga baik" saja ,malahan tambah deket.
"Emang seperti ini ya mas kalau habis gajian?" saut Susi sambil memegang belanjaan.
" Ya de biar gak bolak balik !" jawabku sambil melangkah keluar dari swalayan .
Nasi goreng kambing tujuan kami berikutnya ,maklum Susi pingin sekali makan nasi goreng kambing langganan ku.Dua porsi nasi goreng dan dua jeruk hangat jadi menu pesenan kami berdua.Susi kelihatan menikmati nya dia juga bilang kalau rasanya enak ,ya walaupun cuma kaki lima.
"Mau langsung pulang apa kemana lagi ni de?" tanyaku setelah makan.
"Pulang aja mas ngobrol di kontrakan aja!" jawab Susi sembari senyum padaku.
Susi tergolong cewe yang gaya hidupnya sederhana ,biarpun dia terlahir di keluarga yang berada tapi dia tetep seorang gadis yang sederhana.
Sesampainya di kontrakan secangkir kopi pasti selalu Susi sajikan buatku ,meski itu di kontrakan ku.
" Oh ya mas besok belum ada jadwal ?" tanya Susi yang sudah duduk di sampingku.
"Belum de ,ini belum ada kabar dari Andi!" jawabku sembari meminum kopi buatan Susi.
Kami lantas ngobrol masalah kelanjutan hubungan kami dan kerjaan ,sampai jam 9 tepat seperti biasa aku harus nganterin Susi pulang .Baru juga sampai kontrakan aku terkejut dengan kedatangan Andi yang sudah menungguku di depan kontrakan.
__ADS_1
"Udah lama bro ?" tanyaku membuka helm.
"Baru juga sampai mas !" jawab Andi singkat.
"Tumben bro malam" kamu kesini?" imbuhku duduk di samping Andi.
" Ya mas aku mau nginep di sini bolehkan?" jawab Andi yang terlihat murung.
Setelah bercerita ternyata Andi lagi ada masalah dengan tetangga kontrakannya .Dia juga ngasih tau kalau besok ada jadwal anter jenazah.
"Sabar bro kalau emang kamu lagi males di kontrakan ,untuk sementara tinggal aja bareng aku dulu!" sautku menghibur Andi yang dari tadi murung.
"Emang gak papa ya mas ?" jawab Andi balik nanya.
Malam semakin larut kamipun masuk kedalam kontrakan lanjut tidur ,karena besok harus berangkat pagi.
Keesokan paginya aku dan Andi berangkat menuju rumah sakit bersama".Sesampainya kami langsung berangkat karena semua udah siap ,Jepara menjadi tempat tujuan kami sekarang.Perjalanan yang lumayan jauh membuatku melajukan kendaraan lumayan kenceng .Tiba tiba hal yang ganjil molai kami rasakan ....awalnya terdengar suara minta tolong dan ampun ....ya kami anggap udah biasa sekarang ,mungkin juga karena kami sering mengalami hal " seperti itu.
"Bro jenazah meninggal karena apa ?" tanyaku penasaran.
"Sakit biasa mas menurut keterangan nya ,cuma gak ada kontak keluarga di kampungnya!" jawab Andi sembari membuka surat jalan.
Emang kami seakan gak merasa takut ,tapi rasa merinding tetep kami rasakan sepanjang perjalanan ,apalagi semakin lama suara rintihan dan suara minta ampun terus terdengar di telinga kami.
__ADS_1
Singkat cerita jam 1 siang kami sampai di alamat yang kami tuju,herannya suasana di kediaman almarhum begitu sepi cuma terlihat beberapa orang yang sibuk menyiapkan tenda.Ini terlihat aneh gak seperti biasanya atau pada umumnya di tempat layat .Dengan di bantu dua orang warga kamipun menurunkan peti yang berisi jenazah.
Baru juga mau berjalan masuk ke dalam rumah tiba" kami di stop sekitar 10 orang lebih.Betapa kagetnya aku dan Andi karena orang" tersebut meminta kami jangan menurunkan peti jenazah tersebut di kampung mereka,itu yang kami denger.Karena khawatir terjadi keributan kami mengembalikan peti kedalam mobil.
Di situ kami menjadi bingung ,hingga datang seseorang yang mungkin pak RT atau siapa kami belum tau.Orang tersebut mengajak warga dan anggota keluarga berunding ,aku dan Andi juga dia ajak ,betapa kagetnya aku setelah mendengar omongan" di dalam rumah sebelah rumah almarhum.
Di situ kami bisa menyimpulkan kenapa warga menolak jenazah tersebut ,ternyata semasa hidupnya almarhum seorang pencuri yang sangat meresahkan warga kampung ,bahkan dia juga terkenal sebagai seorang preman yang seneng mabok" kan .
Musyawarah tetep alot belum menemukan kesepakatan ,intinya warga tetep menolak ,hingga akhirnya pak lurah dan seorang ustad datang ke tempat tesebut .
Disitu molai suasana agak kondusif ,warga berangsur molai tanang setelah pak lurah dan ustad menerangkan dan memberi nasehat ke warga yang berkumpul.Akhirnya setelah perdebatan yang begitu panjang warga memperbolehkan jenazah di makamkan di kampung situ.
Kamipun akhirnya menurunkan jenazah kedalam rumah ,bahkan karena gak ada kendaraan dan jarak makam yang lumayan jauh kami di minta mengantar jenazah sampai kuburan.Kami berdua pun menyanggupinya sampai setelah sholat jenazah ,almarhum di berangkatkan ke kuburan ,hanya ada sekitar 10 orang yang ikut ke kuburan ini sangat memprihatinkan sekali.
Dan lagi" sesampainya di kuburan ada kejadian aneh ,liang kubur selalu tergenang air padahal udah 2 kali pindah tutur salah seorang penggali makan tersebut .Mengingat hari semakin sore akhirnya salah seorang warga berinisiatif mengambil diesel buat membuang air.Setelah air lumayan kering buru" peti jenazah kami turunkan ke dalam liang lahat ,setelah peti turun tiba" air yang tadinya kering keluar begitu derasnya dan kali ini di ikuti bau busuk yang begitu menyengat ,Bergegas para penggali makam segera menutup liang lahat seusai mendengar perintah dari pak ustad.
Akhirnya selesai juga proses pemakamannya,baru juga kami mau melangkah pulang dari makam tiba" terdengar suara rintihan minta ampun yang bikin sebagian orang berlarian karena takut .Sementara aku ,Andi dan pak ustad berjalan pelan menuju mobil kembali ke rumah almarhum.Hujanpun tiba" turun begitu derasnya sampai" jalan gak terlihat karena kabut juga menyelimuti jalanan.Sepanjang jalan kami di beri nasehat sama pak ustad yang kebetulan ikut satu mobil sama kami.
Trenyuh rasanya hati ini setelah mendengar nasehat dari pak ustad ,kamipun Samapi di kediaman almarhum ,karena udah sore aku dan Andi langsung berpamitan dan melanjutkan perjalan .
Ini bener" pengalaman hidup yang bisa di jadikan pelajaran buat kami berdua .Mamasuki jalan utama waktu itu hampir magrib ,lagi asik"nya mendengarkan musik buat ngilangin kejenuhan tiba" terdengar suara panggilan dari bagasi belakang.
"Mas mas makasih udah anter aku pulang !" terdengar suara tanpa ujud yang bikin kami kaget...dengan sepontan Andi langsung menjawab ..." Iya sama" yang tenang Yan di sana"! tutur andi terbata bata.
__ADS_1
Kamipun melanjutkan perjalanan pulang dengan rasa plong karena sudah selesai.