
Episode 8
Karena laper Andi langsung memakan nasi bungkus tersebut,.....dug ...dug ....dug terdengar lagi suara peti seakan ada yang memukul ,tapi aku dan Andi gak menghiraukannya . "Aku bingung mas kok bisa ya aku bayar Doble mana tambah rokok juga!" seru Andi sambil mengunyah makanannya ."Dah bro ikhlasin aja semoga nanti ada gantinya !" sautku yang masih penasaran juga dengan cerita Andi .Crekkkk ....crekkkkk ....creeekkkk suara cakaran pas di belakang Andi ,sontak Andi pun berhenti mengunyah dan perlahan menyenderkan kepalanya di sekat belakangnya ...." Di belakang ku mas !" saut Andi yang gak konsen makan ...."Dah bro lanjut aja makannya !" imbuhku yang merasa merinding juga karena suara garukan tersebut.
Jam 02 pagi akhirnya kami keluar tol Pejagan ,yang artinya sekarang kami harus menempuh jalan alternatif yang sepi.Tepat dipinggiran kali tiba" kami di kejutkan dengan bayangan hitam yang tiba" melintas tepat di depan mobil,....Astagfirullah.....sontak dengan mendadak aku menginjak rem dan mobilpun berhenti seketika itu juga.
"Apaan ya mas ,apa orang nyebrang ?"tanya Andi sambil membuka pintu.
"Dah bro gak usah aku yakin itu bukan orang ko! " jawabku sambil menghidupkan mobil kembali .Kamipun melanjutkan perjalanan kembali karena jarak yang harus di tempuh juga masih lumayan jauh.
Setelah melewati kali kami ketemu sebuah pasar yang molai rame orang lalu lalang .
"Bro berhenti dulu ya ,tu depan ada tukang nasi goreng masih buka!" kataku yang molai merasakan lapar melanda perutku ini.
"Ya mas aku juga dah laper lagi ni!" saut Andi yang terlihat ngantuk .
Dengan lemas dan ngantuk kami berdua turun dari mobil .
" Mas nasi goreng dua ya !" sautku ke penjual nasi goreng .
"Ya mas di tunggu ya !" jawab penjual nasi goreng dengan senyum kecil.
Aku dan Andi kemudian duduk di tiker yang tersedia di teras sebuah ruko yang masih tutup. Karena mata yang ngantuk akhirnya aku dan Andi pergi ke sebuah masjid buat cuci muka ,balik dari masjid ternyata nasi goreng udah siap .
"Ah akhirnya kenyang juga ya bro?" dengan nada seneng karena perut udah kenyang .
" Iya mas ,ya udah yu lanjut lagi mas !" jawab Andi yang kelihatan kekenyangan .
" Berapa mas ?" tanya Andi sambil mengeluarkan dompet .
" Semuanya tiga porsi jadi 36 ribu mas !" jawab tukang nasi goreng dengan ramah .
Betapa kagetnya aku dan Andi karena denger yang di ucapin tukang nasi goreng tersebut.
__ADS_1
" Tiga mas ,kan kami cuma berdua !" imbuh Andi dengan wajah heran .
" Ya mas tadi temennya bungkus 1 !" jawab si mas molai bingung .
" Mas kami cuma berdua ,bertiga sama jenazah no di dalam mobil ! " imbuh Andi molai kesel .
Ini bener" aneh udah dua kali kejadian seperti ini kami alami ,dengan terpaksa Andi pun membayar nomonal yang di minta tukang nasi goreng tersebut
"Ini molai gila mas ! " kata Andi sambil menutup pintu dengan wajah kesel .
" Iya bro padahal jelas" kita cuma berdua !" sautku yang bingung dengan kejadian tersebut.
Kamipun melanjutkan perjalanan sambil berfikir siapa yang ngerjain kami berdua .
" Mas apa jangan" ?" kata Andi sambil menunjuk kebelakang tempat peti jenazah .
"Ah gila aja kamu bro masa orang mati bisa makan !" jawabku dengan sedikit gelisah juga .
Padahal aku juga berfikir sama seperti yang Andi fikirkan ,cuma aku gak mau suasana di mobil jadi gak karu"an . Akhirnya tepat jam 5 pagi kami udah masuk wilayah Cilacap ,itu terlihat dari gapura yang bertuliskan selamat datang kota Cilacap.
" 3 kilo lagi mas sampai tujuan !" jawaban Andi sambil memperhatikan goegle map .
Tepat setengah 6 pagi akhirnya kami sampai kampung alamat jenazah tersebut ,di situ udah ramai orang" yang menunggu kedatangan kami ,seperti biasa sambutan yang kami terima pasti dengan tangisan keluarga almarhum .
Betapa kagetnya aku dan Andi setelah membuka pintu belakang .....Astagfirullah ....ucapan itu keluar dari mulut kami berdua ,dan orang" yang mau membantu juga sampai heran karena banyak sekali nasi yang berserakan di lantai mobil.
Kamipun menurunkan peti tersebut dengan sangat hati" .Setelah selesai kami sejenak istirahat di deket mobil sama orang" yang ada di situ ,banyak sekali pertanyaan yg kami terima .Akhirnya dengan santai dan santun andipun molai menjelaskan perihal kejadian yang kami alami .
" Wah mungkin sebelum meninggal dia belum makan kali mas!" cletuk salah seorang yg berada di samping kami dengan nada ngapak .Sontak suasana jadi ramai karena temen" mas tersebut pada ketawa.
" Ya begini mas suka dukanya pengantar jenazah !" saut Andi sambil menyeruput kopi yang ada di depannya .
Kami sangat berterima kasih sama warga setempat ,karena dengan ikhlasnya mereka mau membersihkan nasi dan rokok yang berserakan di mobil tersebut.
__ADS_1
Karena di rasa sudah selesai semua kamipun berpamitan kepihak keluarga dan warga yang berada di tempat tersebut .
" Gimana mas jadi mampir kerumah gak ?"tanya Andi yg kelihatan sudah mencair suasana hatinya .
" Jadi bro sekalian istirahat ,biar nanti siang balik langsung jos gak usah istirahat !" jawabku dengan senyum .
Untungnya jarak kekampungku gak begitu jauh cuma memakan waktu 1 jam kami udah sampai .
" Wah kampungnya asik juga ya mas kaya di pegunungan ?" ucap Andi sambil memperhatikan suasana sekeliling.
" Ya gini bro kampungku jauh dari keramaian .
Aku dan Andi berjalan menyusuri gang kecil menuju rumahku .Sepanjang jalan tetangga ku yg berada di luar rumah menyapaku ,seperti adat kebiasaan orang yang jarang kelihatan di kampung.
Sesampainya di rumah aku dan Andi di sambut ibuku yang saat itu sedang menyapu halaman rumah .
" Asallamu'alaikum ?" sapaku melihat ibuku yang sedang sibuk menyapu.
" Wa'alaikum salam !" jawab ibu yang kaget melihat aku yang pulang tidak kasih kabar .
" Gimana bu sehat kan ?" dengan mencium dan memeluk ibu .
"Alhamdullilah sehat Jo ,tumben gak ngabarin dulu kalau mau pulang !" jawab ibu yang kelihatan seneng .
Maklum aku anak satu" nya jadi ibu seneng kalau aku pulang ,sedangkan ibu di kampung cuma sendiri .
" Oh ya Bu kenalin temenku ni !" imbuhku mengenalkan Andi pada ibu .
Karena ngantuk banget ,akhirnya aku dan Andi putuskan langsung tidur ,biar nanti kalau mau berangkat udah seger ,maklum habis begadang semalaman .
" Jo gak sarapan dulu ?" saut ibu seraya mengetuk pintu kamarku.
" Nanti aja Bu ,tidur dulu lagian tadi pagi udah sarapan !" jawabku yang sudah terbaring diatas kasur .
__ADS_1
Tak butuh waktu lama aku dan Andi sudah terlelap tidur ,mungkin karena cape dan ngantuk ,karena belum merem sama sekali .
lanjut episode berikut 👋👋👋👋