
"Lee Ryouh!!!"
"Sudah berapa kali aku bilang!!! Jangan sampai wajahmu itu terlihat oleh orang lain!"
"Bagaimana jadinya jika pelanggan melihat petugas pembuang sampah yang memiliki wajah mengerikan sepertimu hah!?"
Rabu 23 Desember 2026, Lee Ryouh adalah seorang pegawai serabutan yang kerap bekerja sebagai petugas pembuang sampah. Hari ini ia bertugas untuk membuang sampah di sebuah restoran bernama Gluttine.
"Jika sekali lagi aku melihat kamu melepas topeng wajahmu disekitaran restoranku! aku akan berbicara dengan atasanmu. Ecamkan itu!"
"Maafkan saya pak.."
Ini bukan pertama kalinya Lee Ryouh diperlakukan seperti ini, bahkan ia kerap mendapatkan perlakuan yang lebih buruk hanya karena wajahnya yang sangat mengerikan untuk dilihat.
Semua berawal dari insident sekitar 12 tahun yang lalu ketika Lee Ryouh berumur 8 tahun. Waktu itu terjadi sebuah kebakaran hebat yang menyebabkan lebih dari 20 orang meninggal dunia.
Akibat dari insident ini ,tidak hanya membuat Lee Ryou memiliki luka bakar disekujur wajahnya, sang ayah juga kehilangan nyawanya karena ia mencoba menyelamatkan Lee Ryou dari kebakaran tersebut.
Lebih malangnya lagi, kini giliran sang ibu ikut menyusul meninggalkan dunia karena bekerja terlalu berlebihan hingga ia terkena serangan jantung.
Lee Ryou yang kala itu hanya berumur 9 tahun, sedangkan kakaknya masih berumur 10 tahun harus terpaksa menjadi yatim piatu tanpa bekal apapun untuk menghadapi dunia yang kejam ini. Beruntung sang bibi sangat perduli terhadap mereka, sang bibi bersedia menerima mereka walau ia hanya bekerja sebagai pemilik kedai sederhana.
Waktu berlalu hingga beberapa bulan kemudian,
Lee Ryou kini dihadapkan dengan sebuah pilihan bahwa ia harus berhenti bersekolah karena keterbatasan ekonomi yang melanda mereka.
Walaupun pada awalnya sang bibi tidak menerima keputusan ini dan bersikeras untuk tetap menyekolahkannya, namun dengan sebuah kenyataan pahit bahwa sang anak masih memiliki trauma yang belum dapat disembuhkan akhirnya ia menerima gagasan tersebut.
Jujur sang anak yang awalnya sangat ceria dan riang kini menjadi pendiam dan sangat merasa rendah diri, ia bahkan takut untuk berbaur dengan teman sebayanya.
DASAR MONSTER! JELEK! MUKA SETAN! itulah kata-kata yang mereka lontarkan terhadap Lee Ryou yang waktu itu masih kecil.
Haripun berganti, hingga Lee Ryouh menjadi dewasa. Namun cobaan demi cobaan masih kerap menimpa keluarganya.
Mulai dari Lee Ryou yang kini menjadi bulan-bulanan preman, Sang bibi yang terpaksa menutup usahanya karena adanya pandemi, lalu Lee Yeon yang didagnosa memiliki penyakit Leukimia.
Hingga pada puncaknya, sang bibi juga harus meninggalkan mereka.
Karena Kemalangan yang kerap terjadi ini, Lee Ryou berfikir bahwa ia adalah sang pembawa kutukan bagi keluarga mereka. Ia selalu menyalahkan dirinya, berfikir andai dirinya mati waktu itu, mungkin keluarganya akan baik-baik saja.
Tidak ada hari tanpa menyalahkan dirinya sang pembawa kutukan, dan tidak ada pula hari tanpa ia menyesali karena masih bernafas hingga detik ini.
Lee Ryou Lantas menarik nafas dalam-dalam, setiap moment yang menyedihkan itu membawa dirinya ke saat ini dimana semua terasa begitu menyakitkan. Pintu rumah yang biasanya ia buka pun terasa berat, dan ingin sekali dirinya untuk menyerah terhadap kehidupan ini.
"Mengapa semua ini terjadi?"
Semenjak kehilangan bibinya yang ia sayangi, warna dikehidupannya kini mulai memudar. Bahkan setiap harinya dunianya seperti diperparah karena ia kerap dihadang oleh para preman.
mereka sangat kejam karena memukul muka Ryoo tanpa belas kasih, bahkan mereka juga meludahi wajahnya karena mereka jijik melihat wajahnya yang buruk rupa tersebut.
Ketika ia membuka pintu tersebut, ia disambut oleh kakaknya dengan senyum manisnya. Namun bagi Lee Ryou senyuman itu secara tidak langsung menyakitinya.
"Selamat datang Ryoo... Bag-" Belum sempat ia selesai menyambut kedatangannya, tampak jelas bahwa Adiknya kini terlihat seperti orang yang babak belur, bagaimana tidak? wajahnya membengkak serta dimatanya terlihat ada sesuatu yang membiru.
"Kamu kenapa Ryoo? Ka-"
"Bukan apa- apa kak... aku mau tidur"
Melihat hal ini Kakaknya Lee Yeon hanya bisa terdiam seribu bahasa, Lee Ryou adalah tipe pria yang tidak ingin membicarakan apapun entah seberapa berat hal tersebut.
Sebagai seorang kakak, tentu saja Lee Yeon ingin adiknya bergantung padanya, namun ia tidak bisa mengatakan apapun untuk menyemangatinya. Akibat hal ini ia hanya bisa menggigit bibirnya sambil terduduk tepat didepan pintu kamar Lee Ryou berada.
Keesekoan harinya.
Hari telah menunjukkan pukul 4.30 dini hari.
Seoul merupakan sebuah kota yang indah dan fashionable, dimana banyak sekali orang-orang menggunakan pakaian yang beragam bentuknya serta warnanya. Walaupun waktu telah begitu larut namun masih terlihat betapa gemerlapnya kota seoul tersebut hingga membuat para turis kerap kagum melihatnya.
Bagi sebagian orang, seoul merupakan tempat yang indah untuk dikunjungi, namun hal tersebut berbeda untuk Lee Ryouh. Seoul merupakan tempat kelahiran, serta tempat berjuang mati-matian demi kebutuhan dirinya dan kakaknya.
Hal inilah salah satu dari sekian banyak alasan kecendrungan sosial dikota tersebut kerap terjadi. menolak seseorang yang dari kasta rendah dan juga menindas orang-orang yang memiliki wajah yang dibawah rata-rata seperti dirinya.
Lee Yeon adalah salah satu contoh dari perempuan yang cantik, dimana ia dijadikan sebuah patokan untuk para perempuan di rumah sakit yang sering ia kunjungi. Tidak hanya cantik, namun juga sangat berbakat.
__ADS_1
Keterbalikan dengan adiknya yang memiliki rupa yang mengerikan, bahkan kepribadiannya pun terasa begitu suram, akibat hal itulah orang-orang berfikir bahwa ia sebenarnya seorang penjahat di dalam selimut.
"kak.. aku brngkt kerja dlu yaa."
"iyaaa hati-hati, tunggu dulu.. ini bekalmu"
"Tidak perlu kak"
Mendengar jawaban dari Lee Ryou sang kakak hanya bisa tersenyum masam, karena ia saat ini sangat mengkhawatirkan adiknya tersebut.
Bagaimana tidak? Melihat sang adik yang berjuang mati-matian demi kehidupan mereka kembali dengan keadaan babak belur seperti itu, bahkan binatang buaspun akan merasa marah melihat hal tersebut.
Namun Lee Ryou adalah tipe orang yang suka memendam apapun sendirian tanpa mengutarakan perasaannya, ia bahkan juga memiliki inferiority complex tentang wajahnya yang buruk rupa. Hingga akhirnya ia hanya tersenyum kepada kakaknya tanpa berkata apapun lagi.
Hari ini ia harus bekerja disebuah taman yang terkenal sepi pengunjung, bahkan taman tersebut sempat disebut sebagai tempat yang cukup mencekam.
Walaupun demikian, ia tidak perduli akan hal tersebut, yang ada dibenaknya hanyalah bekerja demi kelangsungan hidup mereka.
Waktu berlalu, pekerjaannya di taman telah selesai dan ia hendak beristirahat sambil menghilangkan dahaganya. Namun dari kejauhan tampak ada seseorang yang memanggil namanya.
Benar sekali, orang yang memanggil dirinya tidak lain adalah kakaknya. Melihat hal ini, Lee Ryou bergegas mendatangi kakaknya yang terlihat kelelahan.
"Kakak... Kakak ngapain kesini?"
"Ryoo.... ini bekalmu"
"Tadi aku sudah bilang bukan?"
"Ryoo dengerin kakak... Kakak tau kamu lagi banyak pikiran, tapi kamu tidak boleh sampai tidak sarapan."
"Aku kakakmu... entah apapun yang terjadi kakak akan selalu disisi kamu."
Mendengar hal ini Lee Ryou hanya terdiam membisu, ia sadar bahwa kakaknya sangat mengkhawatirkannya. Ia tidak seharusnya menyembunyikan segala hal tentang dirinya dihadapan kakaknya.
"Terima kasih kak..."
Lee Ryou merasa sangat beruntung memiliki kakak yang pengertian seperti Lee Yeon. Walaupun ia memiliki fisik yang lemah, Lee Yeon kerap membantu adiknya dengan berbagai hal, tentu saja karena mereka adalah saudara kakak beradik yang sangat erat.
Kini perhatian Lee Ryou tertuju terhadap bekal makanan yang kakaknya bawakan, entah kenapa dirinya kini merasakan kehangatan disubuh hari tersebut.
Dear Ryo...
Bagaimana harimu? kakak tau kamu sedang mengalami hari yang berat.. Kakak juga tau bahwa kamu tidak ingin membicarakannya.
Namun ada hal yang ingin kakak beritahukan kekamu.. Bagaimanapun orang memandang kamu, kamu akan selalu jadi adik yang kusayang..
Sebagai kakak, kakak ingin menjadi orang yang selalu melindungimu.
Sebagai kakak, kakak ingin kamu bahagia sebagaimana mestinya seseorang yang bahagia.
Percayalah tuhan akan selalu menuntun orang-orang yang bersabar akan setiap cobaannya.
Ini adalah bukti awal, dimana masa depan kita akan menjadi lebih baik.
"Saudari Lee Yeon telah mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Universitas ternama di korea, serta biaya pengobatan untuk penyakitnya kini telah ditanggung oleh PT BNC.Group"
Melihat surat kecil tersebut, Lee Ryou hanya bisa takjub tanpa bisa berkata apapun. Surat itu mungkin memiliki isi yang sederhana, namun isinya sangat berarti bagi dirinya.
Lantas Lee Ryou langsung berlari mengejar sang kakak, kini kebahagiaannya memuncak hingga keujung langit.
Bagi diri Lee Ryou, jika kesehatan serta cita-cita sang kakak tercapai. Maka tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan dirinya selain ketika kakaknya bahagia juga.
Setelah beberapa saat, terlihat sang kakak menyebrang jalan sambil tersenyum melihat sang adik dari kejauhan.
Nampaknya surat kecil yang ia berikan berhasil membuat diri adiknya kembali tersenyum kembali, hal ini membuat sang kakak merasa sedikit terharu.
Namun, hari yang harusnya ia merasa bahagia kini bersilih berganti dengan kedinginan yang menusuk tajam Lee Ryou tanpa ampun. Karena tepat didepan matanya, ada sebuah mobil yang melaju kencang menabrak sang kakak hingga memecah keheningan dimalam itu.
"KAKAKKK!!!!!!"
Le ryou pun berlari hingga memeluk tubuh Lee Yeon yang telah bersimbah darah sambil menyebut namanya.
Lee Ryou mencoba berteriak meminta tolong dengan suaranya yang penuh dengan amarah serta keputusasaan.
__ADS_1
"Kak yeeoonn!!! Yeoniii!!!!"
"Jangan kau tinggalkan aku kak..."
Ia tidak percaya atas apa yang ia lihat saat ini, padahal sedikit lagi mereka akan bahagia.
Padahal hanya selangkah lagi semuanya akan menjadi lebih baik.
Suaranyapun kini perlahan tersentak, jantungnya begitu berat hingga membuat ia tidak bisa bernafas.
Air mata yang mengalir hanya menjadi sebuah hambatan dimoment terakhir ia melihat sang kakak.
Didalam hatinya yang memeluk tubuh Lee Yeon yang perlahan mendingin, hisak tangis kerap berubah menjadi pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi?
Pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan.
Namun ibarat tuhan berkata demikian, seperti meludahi wajahnya yang buruk rupa lalu tertawa diatas deritanya.
Jika tuhan itu ada, bahkan sang malaikatpun akan terjatuh lalu membunuhnya dengan keji.
Kebahagiaan adalah ketika mereka bersama menuju masa depan yang lebih baik. Namun jika satu-satunya alasan yang ia miliki untuk hidup telah hilang. Untuk apa ia hidup didunia terkutuk ini?
"Maafkan aku." ucap seseorang dibelakangnya Lee Ryou sambil memegang sebuah pistol.
Bang!!!
Pada subuh hari itu, 24 Desember 2026 adalah dimana Lee Ryou beserta kakaknya mati terbunuh.
[System Massage]
kamu Telah mati, pilih salah satu options ini:
Balaskan dendammu!
Mati
Melihat hal ini, Lee Ryou yang sangat membenci semuanya langsung memilih opsi pertama.
[WARNING! JIKA KAMU MEMILIH OPTION INI KAMU AKAN MENDERITA DINERAKA SELAMANYA.]
"Aku tidak perduli apa yang terjadi. Aku bersumpah akan MEMBUNUH MEREKA."
Seketika suara system tersebut berubah menjadi suara yang sangat mengerikan, seperti ada seseorang yang menertawakan Lee Ryou dibalik neraka yang paling dalam.
[System: Killing The World]
KAmu TElah DIpiLIH MENjadi Orang YANG akan MEmBawa PeTaka kepaDa DUNiA iNi.
Kamu AKan MENguTuk DUnia Selagi Kamu MelangKAH diPermukaan BUmi ini.
DAN SeTelah Semua Itu! KAMU akan MEMbusuk DIneRaka Selamanya!
Mission 1: Karena kamu telah dikutuk. kamu dipaksa membunuh dirimu 1000x didalam neraka!
Mission 2: Karena Kamu telah dikutuk, kamu harus memakan 1jt bangkai tikus, 1jt belatung, 1jt daging berdarah didalam neraka!
Mission 3: Bunuh setidaknya satu orang setiap minggunya. (Failure : Menderita Di Api neraka Selamanya!)
Melihat hal ini Lee Ryou tercengang. Ia yang Kesadarannya mulai perlahan menghilang bertanya-tanya kepada sang pencipta.
Dosa apa yang telah ia perbuat hingga mendapatkan takdir seperti ini?
__ADS_1
...________________________________...
Next Chapter : System Iblis