
Bagaimana cara melawan musuh yang memiliki senjata? Bagaimana cara melawan musuh yang berbadan lebih besar dari dirimu? Atau bagaimana cara melawan musuh yang lebih kuat?
Pertanyaan - pertanyaan itu adalah beberapa alasan mengapa Martial Arts diciptakan.
Manusia selalu saja berkonflik satu sama lain entah berapa lama waktu telah berlalu, manusia yang memiliki ragam karakter yang berbeda, serta tujuan yang berbeda.
Diantara mereka ada yang berseteru karena seorang wanita, ada juga yang ingin mendapatkan harta, serta ada yang ingin mendapatkan kepuasan dalam berkuasa.
Begitulah awal mula konflik terjadi diantara MadBears dan Exotic. Berawal dari alasan sepele karena seorang wanita dari salah satu anggota mereka, lalu beralih menjadi perebutan kekuasaan, hingga akhirnya menjadi sebuah alasan untuk berbisnis.
Namun diantara alasan yang paling mendorong manusia untuk melakukan sesuatu di luar nalar tidak lain adalah balas dendam.
Lee Ryou contohnya, walaupun saat ini ia merasakan kehampaan di dalam hatinya, entah mengapa dorongan untuk mencari pelaku atas pembunuhan dirinya dan kakaknya seakan-akan membuat dirinya diujung tanduk.
Dalam melakukan aksinya, bahkan dirinya mulai menghakimi orang-orang pendosa berat.
Bagaimana tidak?
Ada yang membunuh hanya karena masalah sepele bahwa ia tidak terima mengantri demi sebuah makanan yang ia pesan, bahkan setelah dipenjara bertahun-tahun ia tidak menunjukkan rasa bersalah lalu melakukan kekerasan kembali kepada orang yang tidak bersalah.
Ada pula yang mengexploitasi jabatannya, hingga menyebabkan seseorang bunuh diri karenanya. Bukannya berdalih menjadi lebih baik, ia telah menghancurkan banyak keluarga demi kepentingan pribadi dirinya.
Dan lebih parahnya lagi, dari salah satu pendosa itu bahkan telah membunuh seorang anak kecil lalu memperkosa mayatnya dan membuangnya di gorong-gorong.
Banyak dari mereka yang diberi kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, namun mereka malah semakin beringas dan hanya memikirkan diri sendiri.
Lee Ryou membenci orang-orang tersebut, entah dari mana mereka berasal, atau darimana mereka melakukan kejahatan itu. Selagi matanya melihat orang tersebut tidak pantas untuk hidup maka ia akan membunuhnya.
Lalu dari kejauhan ia melihat seseorang yang dikawal oleh beberapa bodyguard memasuki club malam tersebut.
Tampaknya ia adalah orang yang sangat penting hingga ia diperlakukan seperti VIP. Melihat hal ini lantas Lee Ryou menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi apakah ia memiliki dosa yang sangat besar.
Benar sekali, tampak api legam yang membara melahap seluruh tubuhnya hingga membuat daerah disekitarnya tertutup oleh api tersebut.
Manusia seperti inilah yang dimaksud oleh Lee Ryou untuk dibasmi, demi kebaikan dunia manusia yang menjijikkan seperti ini lebih baik dimusnahkan hingga tidak bersisa sedikitpun.
"Shadow Step" Ucap Lee Ryou sambil menghilang kedalam bayang-bayang.
"Boss... Sepertinya ada masalah tidak jauh dari sini" Ucap salah satu bodyguard VIP tersebut.
"Masalah apa?"
__ADS_1
"Geng lokal bernama MadBears mencoba menyerang club ini"
"Biarkan mereka, kalian dapat dengan mudah membereskan mereka bukan?"
"Sudah pasti bos."
Setelah beberapa saat memasuki club malam tersebut. Mereka di sambut oleh seorang waitres yang begitu cantik hingga membuat VIP tersebut sedikit tertarik.
Sang VIP yang tampak tertarik menatap tajam tubuhnya yang begitu elegant dan sangat menggoda tersebut, hingga hasrat dirinya untuk merasakan keindahan tubuh itu malam ini mulai tersulut.
Tentu saja jika ia menginginkannya ia bisa melakukannya dengan mudah, karena bagi dirinya yang memiliki kekuasaan, hal tersebut hanya seperti membalikkan telapak tangannya saja.
Sang waitres yang menyadari tatapan VIP itu hanya tersenyum manis, lantas ia mencoba untuk mengarahkan mereka ketempat pertemuan yang telah direncanakan.
Setelah beberapa saat berjalan menuju beberapa koridor mereka sampai ke tempat pertemuan tersebut.
Tempat pertemuan itu dipenuhi dengan alkohol elit dan furniture yang gemerlap membuat siapapun akan mengetahui bahwa ruangan tersebut sangatlah penting. Siapapun akan menyadari betapa elit dan extravagantnya tempat itu dengan sebelah mata.
Bahkan didepan pintunya dijaga oleh 2 bodyguards yang menggunakan senjata api hingga memberikan nuansa bahwa mereka tidak bisa dianggap remeh seperti geng tetangga.
"Selamat datang Mr. Joo Tae san.. Silahkan duduk" Sambut seorang pria yang begitu tampan.
Awalnya Mr.Joo Tae San meremehkan lawan bicaranya karena ia tampak sangat muda. Namun setelah menilai dengan seksama ia tidak bisa melakukan hal tersebut, karena secara misterius pria ini memberikan vibes yang samar-samar berbahaya.
Park Ji Min namanya, salah satu dari 5 pemimpin dari geng Exotic. Memiliki rambut hitam legam dengan senyuman yang ramah. Sangat kuat hingga bisa mengalahkan rombongan musuh dengan mudah, bahkan ketika ia masih aktif dalam memasuki medan tempur ia sering dijuluki sebagai Smiling Devil .
Exotic merupakan sebuah geng yang terkenal dengan kecerdasannya, beberapa akhir tahun ini mereka memiliki aktivitas yang sangat aktif dalam perbisnisan legal dan illegal. Tentu saja dibagian illegal tersebut mereka tidak dapat diendus begitu saja oleh pihak kepolisian. Hingga pada akhirnya mereka memiliki ekspansi yang begitu besar dan disebut-sebut sebagai geng yang sangat berbahaya karena keterlebitan mereka di dunia kriminal.
"Jadi apa yang kamu mau exotic?" Ucap Joo Tae San menatap tajam.
"Apakah hadiah yang kami berikan sudah cukup untuk memuaskan anda Mr. Joo?"
"Hadiah kalian sudah kuterima, dan aku menghargai hadiah tersebut. Namun bisnis adalah bisnis."
"Haha tentu saja Mr.Joo, Langsung saja... Kami ingin akses ke Busan"
"Busan? Hoo.. Coba Yakinkan aku" Ucap Mr.Joo sambil tersenyum kecil.
"Kami akan memberikan 20% keuntungan, dan anggota buat anda gunakan sebagaimana anda suka diwilayah seoul. Tentu saja anggota kami terdiri dari orang yang bisa diandalkan hingga akan membuat masalah anda menjadi lancar."
"Berapa orang yang kamu maksud?"
__ADS_1
"Kurang lebih 100 orang, tentu saja mereka masih dibawah kami exotic. Tapi percayalah mereka akan menjalankan tugas yang Mr Joo berikan dengan baik. "
"30%" Ucap Mr.Joo membalas dengan serius.
"20%, kami tidak bisa lebih dari itu"
"Baiklah 25%, aku akan menerima tawaran kalian exotic jika memberikan aku 25%"
"Deal.... 25%"
Mereka lantas berjabat tangan, lalu meminum alkohol yang telah disediakan.
Tampaknya kesepakatan antara Exotic dan seseorang yang penting di busan telah terjadi. Hal ini menandakan bahwa Exotic dapat berkembang menjadi lebih besar lagi hingga jauh lebih kuat dari pada yang pernah MadBears bayangkan.
Setelah beberapa saat mereka mulai membicarakan detail kecil terhadap kesepakatan mereka, tampaknya Mr Joo juga sangat menyukai TNN club ini. Ia bahkan ingin menjadi anggota regulers jika ia bisa mendapatkan waiters yang menyambutnya tadi.
Tentu saja Park Ji Min dengan mudahnya menyetujui hal tersebut. Jika ia ingin Waitres itu malam ini, maka ia akan membuat Waitres itu merentangkan kakinya dan menerima Mr Joo tanpa kendala sedikitpun.
Mereka berpesta ria, lalu dari luar pintu datanglah ladies-ladies yang cantik sambil memakai pakaian yang sangat menggoda.
Tentu saja waitres yang tadi juga ikut termasuk, melihat hal ini Mr.Joo hanya tersenyum jorok sambil menatap tubuhnya yang menggoda tersebut.
"Hoo... Anda hebat sekali dalam menjamu tamu Mr.Park!!"
"Tentu saja Mr.Joo, karena saya juga bekerja sebagai entertainment"
"hoo benarkah!? Hahaha! kalo begitu bagus sekali! Bagaimana dengan geng yang berani mencoba menginjakkan kakinya ditempat ini!?"
"MadBears? Tentu saja mereka sudah dimusnahkan"
Tiba-tiba saja, setelah mengatakan hal tersebut lampu di club malam itu langsung padam.
Kebisingan yang awalnya terjadi menghiasi di club itu kini perlahan sirna, tidak ada suara musik ataupun lantunan orang menikmati sensasi malam itu, hanya ada suara hembusan nafas diri mereka masing-masing
Namun ada sesuatu yang aneh, yang menyadari hal ini adalah tidak lain melainkan Park Ji Min. Seharusnya ditempat mereka saat ini tersedia listrik cadangan, namun entah kenapa listrik cadangan tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Lalu setelah beberapa saat suara yang sunyi kini kembali bising namun kegelapan masih berada disekitar mereka.
"Bagaimana Jika kalianlah yang musnah saja?" Ucap Lee Ryou dingin.
_____________________________
__ADS_1