
Di kantor polisi tempat Yon Se Jin bekerja, mereka dihebohkan dengan berbagai macam laporan yang tiba-tiba datang bertubi-tubi selama sebulan penuh ini.
Laporan itu beragam, namun kebanyakan dari laporan itu adalah: ketika malam tiba banyak sekali kejadian terror yang melibatkan seorang pria berbaju kuning yang menggunakan topeng.
Kebanyakan dari korbannya memiliki luka yang mirip dengan satu sama lain, yaitu sayatan luka di lengan kanan mereka. Satu hal lagi, dari beberapa korban mereka juga memiliki testimoni yang sama yaitu:
"Dimana orang yang memiliki tato iblis dilehernya?"
Setelah menanyakan hal tersebut, penjahat itu akan meninggalkan korbannya lalu menghilang dengan cara misterus.
"Bagaimana menurutmu wahai partnerku Yon Se Jin?" Ucap seorang pria yang sedang meminum kopinya.
"Tentang insident terror ini?"
"Tentu saja, penjahat misterius yang dimana ketika ia beraksi cctv disekitarnya akan selalu menjadi rusak." ucap pria itu dengan nada yang sedikit bingung.
"Se jin.. Kamu ingatkan dengan insident 5 bulan lalu? Pembunuh berantai yang jejaknya sangat sulit buat dilacak?"
"Menurutku... orang ini memiliki alur yang sama dengan penjahat itu, aku tidak tau atas tujuan apa ia melakukan terror tersebut. Mungkin ia memiliki kelainan pada jiwanya."
"Salah... Mungkin beberapa orang memiliki kecendrungan yang menyimpang. Tapi bukan berarti gerak-gerik acaknya ini seperti orang yang memiliki kelainan jiwa."
Coba lihat testimoni A, " Ada seseorang yang menjatuhkan pisau dijalanan, Korban A berteriak karena luka bakar ketika memegang pisau tersebut, lalu setelah beberapa saat pria itu muncul dibelakangnya menusuk lengan kanan hingga orang tersebut pingsan."
Testimoni B: Penjahat berjaket kuning yang menggunakan topeng menusuk kaki seseorang pejalan kaki, lalu setelah beberapa saat ia menyeret orang tersebut ke sebuah gang kecil dan mereka menghilang tanpa jejak.
Testimoni C: Penjahat bertopeng telah membunuh seseorang yang hendak memperkosanya. Si pemerkosa mati dengan cara yang tidak masuk akal, terbakar hingga menjadi tulang.
"ini baru dari sekian banyak laporan yang masuk mengenani penjahat bertopeng itu" Ucap Yon Se Jin sambil memegang dagunya.
"Se jin.. apa kamu memiliki petunjuk?"
"Tidak... Tapi aku pernah melihat seseorang yang menggunakan jaket kuning sebelumnya, tapi aku ragu jika ia adalah orang yang sama."
"Kamu mencurigainya?"
"Bukan begitu, kalau menjelaskannya... akan panjang sekali"
"Ya sudahlah, ada pepatah berkata sepandai-pandainya tupai melompat ia akan jatuh juga. Jadi cepat atau lambat ia pasti tertangkap"
"Hyun bin... Bukan begitu caranya, kita harus menghentikannya sebelum korban bertambah lagi." Ucap Yon se jin dengan menatap tajam.
"Waait wait... Maksudku bukan seperti itu juga, tidak ada gunanya jika kita hanya pusing memikirkan ini bukan? Bukannya kita banyak tugas lain??"
Mendengar ini Yon se jin hanya bisa memutar matanya sambil menghela nafas. Ada banyak hal yang harus ia lakukan sebagai ketua divisi pemberantasan kriminal. Ia harus berfokus untuk mengkuak mafia narkoba di kota seoul, mencari bukti, mencari siapa dalangnya, dan sangatlah tidak mudah untuk mengkuak para pejabat korup yang mendukung mereka.
Belum selesai tugas yang diberikan kepadanya, ada lagi masalah penjahat gila yang melakukan terror dimalam hari. Hal ini makin membuat dirinya yang membenci para penjahat semakin kesal. Mengapa dunia ini tidak bisa damai saja? itulah yang ada dipikirannya selama ini.
"Hyun bin... mulai hari ini kamu kutugaskan untuk mencari dan menangkap penjahat berbaju kuning tersebut. Bawalah 3-5 orang dari divisi lain untuk membantu penyelidikannmu."
"Eehh!? serius?? Bagaimana dengan tugas yang sebelumnya???"
__ADS_1
"Tugas yang sebelumnya akan di handle oleh juniormu, dia cukup berbakat untuk menyelidiki tugas seperti itu."
"Tapi dia belum siap..."
"Kamu mau kuberi hukuman? dari tadi kamu terus-menerus membantah kata-kataku??"
"Ayolah Se jin... kita udah berteman semenjak pelatihan khusus, jangan dingin begini dong.." Ucap Hyun bin menenangkan Yon se Jin.
"Peringatan terakhir."
"Baik!! Penyelidik khusus Hyun Bin siap untuk mengerjakan tugas yang diberikan, mohon untuk pamit."
Yon se jin hanya bisa berharap semoga kedepannya menjadi lebih baik.
"Ayah.... doakan agar semoga semuanya lancar ya" Ucap Yon se jin sambil melihat foto mendiang ayahnya dimeja kerjanya.
___________________
Disebuah tempat yang sangat jauh dari kota seoul, di desa yang bernama jeonju. Lee Ryouh berjalan dengan santai sambil menggunakan topeng yang ia miliki.
Sudah sepuluh tahun lebih ia tidak pernah berkunjung ke tempat ini.
Dahulu ketika ia masih kecil, setiap tahun ia berkunjung ketempat ini bersama ayah, ibu, dan kakaknya. Ditempat inilah kampung halaman ayahnya berada yang sangat membekas dihati Lee Ryouh, walaupun dikampung ini hanya ada nenek beserta beberapa anggota keluarga yang berkumpul.
Moment tersebut sangat membuat masa kecilnya bahagia. Moment-moment dimana ia bersama kakaknya tidak memperdulikan dunia, dimana ia bebas bercanda ria bersama ayah,ibu, dan kakaknya.
Lee Ryouh kini hanya bisa tersenyum pahit, karena masa-masa bahagia itu kini hanya menjadi memori yang tak akan pernah ia alami kembali.
Lee Ryouh lantas melirik kesebuah kaca, ia melihat wajahnya yang terbakar dengan perasaan serta tatapan yang tidak dapat dijelaskan. Ia sadar bahwa dirinya telah mati, Ia juga sadar bahwa tidak ada tempat untuk dirinya kembali ke masa indah seperti itu.
Tidak ada jalan kembali bagi dirinya yang kini telah ditakdirkan untuk selamanya berada diujung neraka, dan tidak ada pula yang dapat menyelamatkannya dari siksaan mengerikan itu.
Setelah beberapa saat.
Lee Ryouh sampai disebuah rumah yang kini tidak berpenghuni, dibelakang rumah itu terdapat sebuah pohon besar yang rindang, disampingnya ada sebuah batu kecil yang mungil tempat ia merasa kehilangan untuk pertama kalinya.
Tempat ia kehilangan anjing kesayangan yang ia berikan nama "Yota". Disamping kuburan itu pula, ia menguburkan liontin jam yang diberikan ibunya.
Ia menguburkan liontin itu karena mendiang ayahnya yang meninggal membuat waktu terasa terhenti, Ia adalah pahlawan sekaligus salah satu cahaya kehidupan yang dimiliki oleh Lee Ryouh. Sang pahlawan yang dengan gagahnya menyelamatkan anaknya walau harus kehilangan nyawanya sekalipun.
Perlahan namun pasti, Lee Ryouh mulai menggali liontin jam itu. Lalu ia mengenakan liontin itu dilehernya, sambil berkata "Ibu, Ayah, Kakak.. Maafkin aku ya"
Lalu setelah itu ia pergi ketempat pemakaman dimana keluarganya dimakamkan.
Ditengah-tengah terdapat makam ayahnya yang bernama Lee Daek Hwa.
Disamping kanan ada makam ibunya yang bernama Shin Ye Eun
Lalu makam kakaknya. Lee Yeon Shie.
Ayah : Lee Daek Hwa
__ADS_1
Ibu : Shin Ye Nie
Kakak : Lee Yeon Shie
Adik : Lee Ryou Hwa
Seharusnya aku juga terkubur disamping mereka, Lee-Ryou-Hwa. jika aku tidak memilih untuk membalaskan dendam, mungkin aku akan bertemu mereka disurga atau dikehidupan selanjutnya.
Jika aku membiarkan waktu berdetik, dan mengikhlaskan tentang semua yang terjadi. Aku mungkin akan menjadi orang yang lebih baik, sehingga Ibu dan kakak akan tetap bersamaku.
Jika aku bisa menjadi lebih baik aku pasti bisa melihat senyum mereka, moment ketika mereka menyambutku pulang. Senyum mereka yang bertanya bagaimana hari-hariku. Tawa, serta moment kebersamaan dimusim dingin, yang kita yakin bahwa semuanya akan jadi jauh lebih baik lagi.
Nasi kini telah menjadi bubur, kini diriku tidak dapat kembali kepelukan mereka. Jika tuhan itu ada, maka akulah yang akan menjadi utusan tuhan yang akan membawa petaka terhadap orang-orang yang membunuh kakak dan diriku.
Akulah yang akan menjadi seseorang yang memburu orang-orang yang memiliki karma buruk, akulah orang yang akan menemani mereka hingga akhir yang tiada hentinya.
Mulai detik ini, menit ini, dan jam ini. Liontin ini akan berdetik bukan karena harapan untuk masa depan yang cerah.
Melainkan sebuah penebusan dosaku untuk dunia ini.
"Sekali lagi... Maafkan aku ayah, ibu.. Anakmu ini akan membusuk selamanya diujung neraka." Ucap Lee Ryouh dengan senyum terakhirnya.
Skill! Burning The Earth!!
Burning The Earth!
Skill yang dapat membakar orang-orang yang telah ditandai sebagai para "pendosa". Skill ini dapat membakar hidup-hidup orang yang memiliki stigma si "Pendosa" walau dalam jarak yang sangat jauh.
Para "pendosa" yang mati dengan skill ini akan dimakan jiwa dan raganya oleh sang pengguna kemampuan.
Soul stats bonus 20%.
[System]
Anda telah membunuh 20 orang dalam sekaligus! mengkalkulasi bonus status!
Soul Stats +25.
Achievment: Mass Murderer Bronze.
Rewards : Soul Stats +1
New Skill Unlocked : Soul Interogator.
[System!]
[System!]
[System!]
Inilah awal mula Lee Ryouh yang menjadi pembunuh bagi para pendosa.
__ADS_1
_______________________
Ch.5 Pesta Part 1