
"Lawan kita saat ini bukanlah ******* ataupun negara lain! Melainkan seorang monster yang telah membantai banyak orang!!!"
"Jangan ragu! Jika ada kesempatan untuk membunuh monster itu, maka lakukanlah!" Teriak Yon Se Jin dengan lantang.
"Squad A melapor, target terlihat. Kerahkan Bantuan udara. Operation "Devil Cup" Dilaksanakan." Ucap Yon se jin sambil menggunakan radio-com nya.
Lee Ryou yang telah menjadi iblis kini dikepung oleh pihak militer dan polisi. Karena jumlah korban telah berjatuhan, Yon Se Jin selaku dari pihak militer khusus mengkerahkan segala yang ia punya untuk dapat membasmi Lee Ryou sebelum jumlah korban bertambah banyak.
Namun sayang, dirinya terlambat. Nampaknya Iblis itu telah membantai puluhan orang ketika ia sedang sibuk mempersiapkan sumber daya untuk membasminya.
Mayat yang berserakan di mana-mana membuat dirinya hanya bisa menggigit bibir, bahkan iblis itu juga membunuh anak-anak yang tidak berdosa. Apa yang akan terjadi jika ia membiarkan iblis ini berkeliaran? mungkin iblis ini akan membantai puluhan ribu orang tanpa memandang bulu.
Kemarahan Yon Se Jin memuncak, ia mungkin hanya seorang wanita, namun ia adalah seorang pemimpin squad di pasukan khusus. Tidak ada yang tidak mengetahui dirinya di dalam instansi militer.
Ia terkenal karena segala pencapaiannya ketika ia masih kecil, dan dikenal dengan Jin Eagle, si mata elang yang tidak pernah meleset. Sang jenius dalam segi kombat dan markmanship.
Walaupun demikian, jenius tidak berarti apapun di mata iblis yang sesungguhnya. Jika senjata api tidak mempan terhadap iblis itu maka apa yang bisa ia lakukan? Bahkan tembakan tepat di kepala tampaknya tidak bisa membunuhnya.
Regenerasi yang sangat hebat, serta ketahanan dan kecepatan di luar nalar membuat Yon Se Jin merasa tidak berdaya untuk pertama kalinya. Namun demi membalaskan rekan-rekannya yang telah gugur serta menghentikan kegilaan ini, ia bersedia memasang nyawanya untuk menghentikannya.
"Squad B, bersiap untuk menembak" Ucap Yon Se Jin pelan.
Seketika dari kejauhan Lee Ryou yang telah dirasuki iblis melesat dengan kencang!
Whoooshh!!!
Walaupun Lee Ryou melesat sangat cepat, Yon Se Jin sang jenius markmanship tidak terlihat gentar sedikitpun, ia membidik lalu menembakan senjatanya.
Rtatatatatata!!!!
Setiap tembakan yang dilancarkan oleh Yon Se Jin tepat mengenai kepala Lee Ryou hingga membuat dirinya tersentak. Tampaknya walaupun ia memiliki kecepatan tinggi, ia tidak bisa menghindari kecepatan peluru sehingga setiap tembakan Yon Se Jin membuat dirinya tersentak.
Hal ini memberikan kesempatan bagi Squad B untuk melancarkan tembakannya dengan menggunakan senjata berat seperti grenade launcher, senjata yang memiliki daya ledak yang cukup besar serta senjata berat machine gun yang memiliki peluru yang sangat besar.
Ledakan itu cukup besar hingga membuat Lee Ryou terpental kebelakang, dan sekujur tubuhnya terkoyak serta kakinya yang patah sebelah.
Belum selesai beregenerasi Yon Se Jin yang mengetahui bahwa hal tersebut tidak cukup untuk membunuhnya melemparkan granat tepat di atas kepala Lee Ryou.
Booomm!!!
Tidak berhenti disitu saja, kali ini bantuan udara dari helikopter militer yang memantau dari atas langit kini menghujani Lee Ryou dengan brutal tanpa sedikit jeda apapun.
Ledakan, tembakan, serta rencana yang matang dikerahkan hanya untuk menghentikan monster yang mengamuk itu. Mata Yon Se Jin dingin persis seperti ketika ia berada di garis depan dalam misi nya ketika berada di pasukan khusus.
__ADS_1
Memang benar fakta tentang jika hanya 2-5 penjahat yang menghadangnya itu seperti sebuah permainan baginya.
Lantas Yon Se Jin bergerak menuju sebuah gedung bertingkat, ia memberikan aba-aba untuk melakukan rencana kedua untuk menghentikan monster itu.
Bagaimana bisa rencana yang absurd ini di indahkan oleh atasan Yon Se Jin? Mungkin semua itu berkat prestasinya, namun bukan itu alasan yang sebenarnya.
Melainkan ketika Lee Ryou berada di dalam club malam itu dan mulai memberikan tanda-tanda bahwa ia adalah seorang iblis, Yon Se Jin memberikan bukti authentik sebagaimana apa yang terjadi di lapangan.
Dengan sigap pasukan khusus yang berada di bawah komandonya mengambil posisi untuk memancing dan mengepung Lee Ryou.
"Jika asumsiku benar, maka iblis itu lebih terpacu dengan musuh yang berada di depannya, please... matilah" ucap Yon Se Jin sambil berlari ke gedung yang memiliki nilai strategis.
Beruntung Yon Se Jin dengan sigap melaksanakan rencana kedua, nampaknya rencana pertama efektif namun tidak dapat menghabisi Lee Ryou sepenuhnya.
Dibalik asap yang mengepul mengelilingi tubuhnya, Lee Ryou yang telah menjadi iblis kini mulai tersenyum lebar.
Ia merasakan ectasy yang begitu hebat ketika mendapatkan serangan demi serangan oleh manusia biasa yang seharusnya lari ketakutan ketika berada di hadapannya.
Perlahan tapi pasti, suara yang begitu nyaring seperti teko panas yang mendidih dapat terdengar di seluruh penjuru . Dengan tangan yang telah putus akibat serangan demi serangan yang mereka lancarkan, Lee Ryou kini mempusatkan regenerasinya di kedua kakinya.
Whooosshh!!!
Dengan kecepatan yang tinggi persis seperti sebelumnya ia melesat dengan niat untuk membantai semua manusia yang berada di depannya.
Tembakan demi tembakan dilancarkan untuk menghentikan pergerakannya, namun tidak ada satupun yang mengenai dirinya.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!? JANGAN INCAR DIRINYA, TEBAK PERGERAKANNYA!!!" Teriak Yon Se Jin di radio-com nya.
Yon Se Jin adalah satu-satunya yang hanya dapat mengetahui dimana ia akan bergerak, lantas karena kondisi saat ini sangat urgent ia menembakkan pistolnya agar pergerakan Lee Ryou terhenti.
Baamm!!
Baamm!!
Baamm!!
Baamm!!
Setiap tembakannya tepat mengenai kepala Lee Ryou hingga lagi-lagi membuat dirinya tersentak.
Bahkan ketika dalam kondisi ekstrim sekalipun, Yon Se Jin tetap tidak meleset. Hal ini memberikan kesempatan bagi para anggota militer untuk menembaki Lee Ryou hingga membuatnya benar-benar terhenti.
Namun disaat bersamaan, Lee Ryou yang tangannya telah putus kini telah beregenerasi pada moment yang tepat, ia meraih puing bebatuan lalu melemparkannya dengan sekuat tenaga hingga membuat suara yang begitu nyaring ketika mengenai beberapa anggota militer yang menghadangnya.
__ADS_1
Lalu dengan momentum yang singkat itu ia menarik sayapnya yang memiliki suhu yang sangat panas, hingga membuat dirinya mengeluarkan erangan kesakitan.
Kini suara teko mendidih semakin terdengar seperti air yang hendak tumpah dan meleleh ketika terkena api yang sangat panas.
"Lariiii!!!!" Ucap Yon Se Jin.
Belum sempat mereka mendengarkan perintah dari Yon Se Jin, Lee Ryou yang telah kehilangan akal sehatnya melemparkan sayap kirinya yang memiliki suhu yang sangat panas itu.
Boooomm!!!!
Ledakan yang sangat besar beradius kurang lebih 30m telah melahap pasukan-pasukan yang dikumpulkan untuk menghentikannya.
Ledakan itu setidaknya telah membunuh setengah dari pasukan yang berada di garis depan untuk menghadangnya.
Beberapa langsung meninggal di tempat, dan beberapa masih hidup hanya untuk melihat kaki dan tangannya yang terputus dari tubuhnya.
Shock dan ketidakpercayaan bahwa dirinya akan segera merenggang nyawa membuat mereka mengeluarkan air mata penyesalan, dan teriakan horror bahwa mereka akan menghembuskan nafas terakhir mereka di tempat ini.
Sangat ironis, beberapa dari mereka telah bekeluarga, anaknya tentu akan menanti kedatangan sang ayah untuk segera pulang kerumah. Namun ketika membayangkan masa depan anak itu tanpa seorang ayah serta senyuman sang istri yang akan menjadi perih.
Membuat siapapun akan iba, namun hal tersebut tidak berlaku teruntuk Lee Ryou yang telah kehilangan akal sehatnya.
Yon Se Jin yang melihat semua kejadian ini hanya semakin tercengang ketika ledakan itu terjadi, Ia tidak menyangka bahwa sayapnya akan mengeluarkan ledakan sebesar itu.
Padahal Iblis itu sudah mulai melemah akibat gempuran demi gempuran yang mereka lancarkan.
Bamm!!!
Bammm!!
Bammm!!!
Yon Se Jin kini tidak perduli dengan rencana yang telah ia buat, ia terus menembakan segala peluru yang ia miliki sambil memerintahkan kepada regu squad yang lain untuk melancarkan serangan penuh.
Alhasil dimalam yang sunyi itu, suara tembakan dan ledakan mengikuti setiap langkah Lee Ryou yang melemah.
Mengapa terjadi demikian? karena regenerasi yang ia miliki tampaknya berada di ambang batas sehingga Yon Se Jin tidak membiarkan kesempatan emas itu terlewat begitu saja.
Amarah serta penyesalan karena banyaknya jumlah korban yang berjatuhan membuat ia semakin geram dengan apa yang terjadi.
Begitupula dengan Lee Ryou yang menyesal, karena kelemahan mentalnya ia membuat korban berjatuhan padahal dirinya dapat mencegah hal tersebut jika ia memiliki tekad yang kuat.
Ia yang perlahan tersadarkan adalah alasan sebenarnya mengapa kekuatan regenerasinya berkurang drastis.
__ADS_1
"Haruskah aku menyerahkan diri" Ucap Lee Ryou dengan nada rendah yang menyesal.