System Kehampaan

System Kehampaan
aku akan menjadi seorang ayah?


__ADS_3

setelah aku meninggalkan putri bangsawan itu aku pun langsung pulang ke rumah dan sesampainya aku di depan dan membuka pintu aku melihat elizabet tengah tertidur di sofa aku yang melihat itu pun menghampirinya lalu menggendong nya dan berjalan kekamar lalu menurunkannya di kasur dengan perlahan.


"mending mandi dulu"batinku


setelah selesai mandi aku memakan celana pendek ku lalu tidur di samping elizabet.


flash back


elizabet pov


aku yang dari tadi pagi merasa badanku tidaj enak dan terus terusan mual mungkin kelelahan saja pikirku.


aku yang tengah berbicara dengan fiana tiba tiba reza datang dengan bau yang tak sedap


"apakah dia tidak menyadarinya"batinku


lalu ia bertanya apa yang kami bicarakan dan aku menjawabnya setelah itu dia berbicara tentang misinya yang mengawal raja atau ayahku ke kerajaan elf empire tempat fiana berasal sepertinya reza tidak suka dengan fiana yang semena mena nya.


aku yang jengah mendengar mereka berdebat pun lalu melerai mereka dan menyuruh reza untuk mandi karena aku tidak tahan dengan baunya ia mengiyakan nya tapi aku mendengar ia mengatakan bahwa aku cerewet ntah kenapa aku merasakan moodku sedang tidak baik atau gampang marah biasanya aku bersikap biasa saja.


lalu pas makan malam aku masih marah padanya karena hal tadi lalu reza datang dan hendak duduk tapi aku melarangnya untuk makan setelah kami berdua cekcok reza pergi dari sini dan berjalan keluar.


"pasti dia membeli makan di luar"batinku


tapi sudah lama sejak dia keluar rumah akupun mulai berpikir yang aneh aneh


"apakah dia marah padaku atau di sedang bersenang senang dengan wanita lain"kataku


karena lelah menunggu aku pun duduk di sofa sambil menunggunya tapi dia tak kunjung datang aku mulai khawatir dan mengutuk diriku sendiri kenapa aku marah padanya karena hal sepele dan tak lama aku pun tertidur.


flash back off


author pov


di sebuah kamar yang di tenang terdapat sepasang suami istri sedang tertidur lelap dan tak lama setelah itu sang istri pun bangun dan berlari ke kamar mandi


howekkk


howekkk


iya dia adalah elizabet yang sedang mual mual reza yang mendengar itu pun terbangun dan berjalan ke arah istrijya


Reza pov


aku yang mendengar suara pun bangun dan mencari elizabet.


"kemana dia"pikirku


lalu aku mendengar suara itu lagi yang berasal dari kamar mandi aku pun langsung berjalan kearah kamar mandi dan membukanya disana aku melihat elizabet.

__ADS_1


"kamu kenapa sayang"kataku lalu mengelus belakangannya


"aku tidak tau dari kemarin sudah seperti ini mungkin aku terlalu lelah"katanya


lalu aku bertanya ke system apa yang terjadi pada elizabet


[ jawab tuan nona elizabet sedang mengandung anak tuan ]


aku yang mendengar itu pun bahagia karena aku akan menjadi ayah


elizabet yang melihatku pun bingung


"kamu kenapa sayang senyum senyum begitu"tanya elizabet


"aku senang sayang karena aku akan menjadi ayah dan kamu akan menjadi ibu"kataku


"hah benarkah itu"kata elizabet senang karena akhirnya ia akan menjadi seorang ibu.


"benar sayang kamu berbaring dulu aku akan memanggilkan tabib untuk mengecek kandungannya"kataku lalu menuntun kekasur dan membaringkannya


aku laku berteleport ke tempat tabib istana karena cuma itu yang aku tahu:v


"permisi apakah ada orang"kataku


"sebentar"kata orang di dalam lalu kekuarlah seorang pria paruh baya


"pak tabib aku ingin kamu ikut denganku untuk memeriksa elizabet"kataku


sang tabib pun kaget dan berlari kedalam menyiapkan barang barang medisnya ia mengira telah terjadi sesuatu yang buruk terhadap elizabet makanya ia panik


"ayo tuan kita berangkat"katanya


aku pun mengangguk dan memegang bahu nya lalu berteleport di depan rumah


sang tabib pun kaget terdiam di tempat.


aku yang telah di depan pintu pun menoleh


"pak tabib ayo masuk"panggil ku


sang tabib yang mendengar itu pun tersadar lalu masuk setelah sampai di kamar terlihat elizabet baik baik saja membuat tabib bingung


"pak tabib tolong periksa keadaan istriku"walaupun ia sudah tahu tapi ia tidak ingin di curigai


sang tabib pun mengangguk dan memeriksanya sang tabib kaget dan tak lama kemudian tersenyum


"bagaimana tabib keadaan istriku"kataku terlihat panik tapi bohong hayukk


"tenang tuan nona elizabet tidak terkena penyakit apa apa"katanya

__ADS_1


"lalu dia kenapa"tanyaku


"nona sedang mengandung anak tuan dan yang membuat saya terkejut adalah belum ada 2 bulan sejak kejadian itu (pencabutan gelar) nona telah hamil"kata sang tabib tersenyum


elizabet yang mendengar itu pun malu karena cairan milik suaminya cepat sekali menghasilkan anak.


"ahh pak tabib bisa aja" kataku


"terima kasih pak tabib"kataku


"ah tidak apa apa tuan saya malah bahagia mendengar kabar ini dan saya akan memberitahukan ini kepada raja dan permaisuri,kalo begitu saya pamit tuan nona"katanya lalu keluar dari kamar


aku lalu mendekat kearah elizabet


"bagaimana perasaanmu"tanyaku


"ya bahagia lah sayang akhirnya aku akan menjadi seorang ibu"katanya gembira


"haha aku pun sama sepertimu tapi aku sedih karena tidak bisa menemanimu selama 2 bulan ini"kataku sedih


"sudah tidak apa apa lanjutkan saja misimu aku bisa menjaga diri ku sendiri"katanya


"tapi tetap saja..."kata kata ku terpotong oleh elizabet


"sudah lah kan kamu bisa pulang dengan cepat dengan skill mu"katanya


"ohh benar juga ya"kataku


"haha yasudah kamu mandi sana badanmu entah kenapa dari kemarin baunya tidak sedap apakah kamu tidak menciumnya"kata elizabet


aku yang mendengar perkataan elizabet sontak mengendus mau tubuhku


"tidak bau malah wangi"kataku


"wangi apa sudah sana mandi bau tau ishh"katanya


"Baiklah baiklah aku mandi"kataku


"dasar istri emosian"kataku pelan tapi masih kedengeran sama elizabet


"hah siapa yang emosian"katanya


aku pun lari keluar


"SAYANG KENAPA KAMU MALAH TIDAK MANDII REZAA!!"teriak elizabet


dan begitulah hari hari keluarga kecik reza.


sampe sini dulu kapan kapan up lagi

__ADS_1


__ADS_2