System Kehampaan

System Kehampaan
perjalanan dan ...?


__ADS_3

setelah kami keluar dari ibukota tidak ada gangguan sama sekali atau lebih tepatnya sangat sunyi aku yang merasakan ada yang aneh dengan situasi ini pun makin waspada termasuk dengan alice ia sepertinya memahami situasi sekarang karena perjalanan begitu tenang.


aku merasakan adanya aura membunuh walaupun tipis tapi masih bisa kurasakan lalu aku menoleh ke arah alice dan ia juga menoleh ke arah ku dan mengangguk kan kepalanya bahwa ia juga merasakan adanya aura itu.


"cih ini semakin merepotkan saja"batinku


tidak terasa hari pun gelap dan kamipun memutuskan untuk beristirahat di tempat yang lapang dan luas.


terlihat beberapa prajurit tengah menyiapkan tenda dan ada juga yang kearah hutan untuk mencari kayu bakar dan makanan.


aku yang sedang bersandar di pohon agak jauh dari mereka sembari memikirkan hal tadi aku semakin bingung karena sepanjang jalan tadi aku merasakan aura membunuh tapi tidak ada serangan apa pun.


"apakah ia hanya mengintai saja"batinku


"mungkin saja ia mengintai dan melaporkan kepada rekannya tentang situasi kami"batinku lagi


aku yang sudah pusing pun berhenti memikirkannya karena tidak tau apa tujuannya yang pasti tujuannya tidak lah baik.


lalu aku membeli daging di system lalu membakarnya mereka yang melihat aku dari sana pun berteriak


"woy kau kesini lah kita makan bersama"kata robin


"tidak usah aku akan makan sendiri"kataku agak meninggikan suara


robin yang mendengar itu pun mengangkat bahunya lalu kembali duduk di antara mereka


"apa katanya"tanya petra


"katanya dia mau makan sendiri"balas robin


"hey fiana apakah dia orangnya selalu begitu"tanya luby


"ntah lah aku juga tidak begitu mengenalnya"balas fiana


"kenapa? bukankah kamu berangkat dengannya"tanya elsa


"ya memang benar tapi aku tidak begitu dekat dengannya karena dia orangnya sangat dingin"bisik fiana


"ouhh"kata mereka serempak kecuali alice


skip


setelah mereka makan lalu diatur lah jaga malam yang pertama aku,alice,robin,dan elsa.


setelah semuanya tertidur kami dan beberapa prajurit melakukan patroli dikarena kan hawanya yang dingin aku pun memakai sweater tingkat dewa ku ya walaupun tidak ada yang menyadarinya.


lalu aku dan alice pun berpatroli dalam diam tidak satupun yang berbicara disaat kami sedang berjalan kami melihat sekelebat bayangan hitam yang lewat di depan kami.


alice yang melihat itu pun langsung mengejarnya

__ADS_1


"woy tunggu.."kataku tapi ia telah menjauh


aku pun menghela napas karena percuma rank tinggi tapi bertindak gegabah seperti itu lalu aku mengejarnya dengan berjalan santai .


Alice pov


disaat aku dan reza tengah berpatroli aku melihat sekelebat bayangan hitam di depan kami aku yang melihat itu pun mengejarnya karena itu sangat mencurigakan aku yang telah menjauh mendengar teriakan reza namun tidak jelas apa yang ia teriakan.


aku terus mengejarnya sampai aku tidak sadar bahwa aku sudah jauh dari perkemahan aku yang merasakan ada yang aneh pun berhenti dan bayangan hitam itu juga ikut berhenti lalu berbalik.


"siapa kamu"tanyaku


ia diam tidak menjawab


"aku tanya sekali lagi siapa kamu"tanyaku lagi


ia tetap diam tidak menjawab


aku kesal dengan nya karena tidak menjawab pertanyaan ku lalu muncul beberapa orang yang sama sepertinya sedang mengelilingi ku.


"sial aku terlalu ceroboh"batinku


terdapat sepuluh orang termasuk yang ku kejar tadi walaupun sedikit tapi dari auranya aku tau mereka sangat lah kuat.


lalu mereka menyerang ku secara bersamaan akupun mencabut pedangku dan bertahan dari serangan musuh.


setelah bertarung begitu lama aku pun kelelahan dan terdapat banyak goresan di tubuhku.


"kan sudah ku bilang tunggu "kata seseorang dari atas pohon


"Reza"kataku


"hah kau ini bikin aku repot saja"katanya dingin


lalu ia membantuku berdiri


"beristirahat lah"katanya lalu mengantarkan ku ke pohon


"terima kasih"ucapku


ia hanya mengangguk dan berbalik menuju kesepuluh orang itu


**Alice pov off


Reza pov**


sesampainya aku disana aku melihat alice yang sedang kelelahan pun turun dari pohon


"sudah ku bilang tunggu "kataku sambil turun

__ADS_1


"Reza"katanya


"hah kau ini bikin aku repot saja"kataku lalu mengantarkannya ke pohon belakang lalu aku berbalik ke arah kesepuluh orang itu.


"Nah baiklah mari kita lanjutkan"kataku sambil menarik belati yin & yang ku


note :disini ane ganti degger menjadi belati karena itu beda jauh setelah ane cari di internet hehe maapkeun ya


"mari kita mulai"kataku


"stealht"


"shadow step"ucapku


lalu aku berlari kearah orang yang paling belakang dan menebas lehernya


teman mereka kaget karena tidak merasakan keberadaanku termasuk alice karena skill stealht cuma assassin tingkat tinggi yang mempunyainya


aku pun melanjutkan membantai mereka satu persatu dengan kepala terlepas dan tubuh terbelah.


kenapa tidak bermain main duku karena aku mengantuk dan ingin menyelesaikan ini dengan cepat.


lalu aku melihat ada satu orang yang lari akupun ingin mencoba memakai panah ashura.


lalu aku memgeluarkan panah dan menariknya karena ini tidak membutuhkan anak panah cuma membutuhkan mana untuk di ubah menjadi anak panah.


aku memakai element kegelapan ku untuk membuat anak panahnya dan menembakkannya dan ternyata tembakan ku meleset dan cuma menggores tangannya saja aku yang melihat itu kesal karena waktu jadi tentara dulu aku tidak pernah meleset.


lalu aku memeriksa tubuh mereka satu persatu untuk mencari petunjuk namun aku tidak mendapatkan apa pun.


"apakah mereka tau bahwa misi ini tidak akan mudah makanya mereka meninggalkan semua petunjuk"batinku


lalu aku membakar semua mayat itu dan berjalan kearah alice yang sedang melongo.


"hey ayo kita kembali aku sudah mengantuk"kataku


ia hanya mengangguk dan mencoba untuk berdiri tapi tidak bisa karena kakinya keseleo waktu bertarung tadi.


"hah bisa tidak jangan merepotkan ku dalam masalahmu"kataku lalu berjongkok di depannya


"apa yang kamu lakukan"katanya


"mengendong mu ayo cepat naik aku sudah sangat mengantuk"kataku menguap


lalu ia pun naik ke punggung ku dan aku merasakan 2 gunung miliknya menekan punggungku.


"sabar reza sabar kamu sudah mempunyai istri dan juga nanti kalau sudah pulang kamu bisa main dengan nya jadi tahan reza tahan"batinku


alice yang melihat reaksi reza pun tersenyum kecil lalu menyenderkan kepalanya di bahu reza dan tertidor.

__ADS_1


**segini aja dulu jangan serakah maunya yang lebih lebih wkwkwk


jangan lupa subcribe dan like vidio ini ya hehehe**


__ADS_2