Tabrakan Jitu Tembus Kehati

Tabrakan Jitu Tembus Kehati
#Pertemuan pertama


__ADS_3

Rumah mewah bertengger yang berkelimpahan harta itu milik keluarga Saputra. Iya. Keluarga Saputra, bak keluarga Sultan yang sangat sangat kaya raya di kota JS. Keluarga Saputra terdiri dari Tomo Abraham Saputra selaku kepala keluarga Saputra atau yang lebih sering dikenal tuan besar, dan istrinya Rianna Dwi Saputra. Keluarga Saputra mempunyai putra tunggal yakni Verry Herrson Saputra.


Didalam kamar bak sultan yang berkelimpahan harta milik Verry dengan dekorasi yang sangat memukau siapa saja melihatnya.


"Aaaarrrgggh...." _Erangan Verry sambil mengusap-usap rambutnya_ . "Aku tidak mau mengurus perusahaan papa dalam waktu secepat ini aku ingin bebas... Ahhh." Ucap Verry dengan sangat kesal kepada dirinya sendiri.


Masih dengan perasaannya yang kesal Verry menyambar kunci mobil sport miliknya dan bergegas menuruni anak tangga .


Terdengar suara Rianna mamanya diarah belakang memangil namanya langkah Verry terhenti dan berbalik arah sambari mendekati mamanya.


Mama:"Verry!, kenapa terburu buru sekali, memangnya kamu mau kemana Verr?" Tanya sang mama dengan lembut.


Verry:"ini Ma Verry mau keluar sebentar sama teman" jawab Verry sambil mencium punggung tangan sang mama dan berlalu pergi.


Mama:"eh, Verry! Dasar tu anak iya, belom juga dikasi izin malah nyelonong aja". Timpal mama yang geleng kepala lengkap dengan senyum ala sang ibu.


Buuuug... Terdengar suara raungan mobil Verry keluar dari gerbang utama rumah megah bak istana sang Sultan. Verry pun menambah kelajuan memecah jalan raya yang sangat banyak kendaran berlalu lalang dikota JS. Merasa sangat kesal dengan keputusan papanya yang menyuruh dia untuk segera menggantikan posisi papanya di perusahan Saputra, Verry berhenti di bahu jalanan yang cukup sepi dia sendiri tidak menyadari kalau dia sudah sejauh ini. Dia keluar dari mobilnya dan memaki maki mobilnya dengan kesal.


Umpat Verry pada diri sendiri "ah. sialan, kenapa bisa habis bensin segala sih. Aaaarrrgggh. Sial, sial, sial."


Mobil itu cukup menambah kesal Verry dan dia memencet ponselnya dengan maksud menelpon seseorang untuk menjemput mobilnya dengan membawa bensin.


Agar kesal yang dirasanya mendingan Verry berjalan kearah depan menyusuri bahu jalan sambil teriak teriak dan ketawa.


"Aaaaaaa,aaaaaaaaaaaaa..... A. Ahaahahaha..., Bodohnya aku. Hahaha...kenapa aku harus marah itu 'kan memang jalan takdirku sebagai pewaris tunggal keluarga Saputra, harusnya aku bangga. Ah, okelah aku akan menerima semuanya." Verry bicara sendiri untuk berdamai dengan dirinya sendiri.


Dan. Brrruuk! Suara tabrakan itu terdengar sangat keras.


"Aaaaaaa!..mampus aku" teriak seorang perempuan sambil menepuk jidatnya.


"Ma, maaf..maaf tuan saja tidak sengaja. Apakah anda tidak apa apa?" Ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangan ke Verry.


Verry: "a,a...AU, sakit sekali" ucap Verry dengan tangan memegang dahinya yang terasa sakit.


Perempuan itu: "sini biar saya bantu bangun, perlukah anda saya bawa ke rumah sakit agar saya bisa bertanggung jawab atas kecerobohan saya" ucap perempuan itu panjang lebar dengan nada yang diusahakannya agar terdengar selembut mungkin.


Verry: "Aaaarrrgggh.... "suara dan gerakan Verry menepis tangan perempuan itu. "Jangan sentuh saya!" Tambah Verry dengan nada tidak sukanya.


Perempuan itu: " ah. Baiklah jika anda tidak mau saya bantu, kalau begitu sekali lagi saya minta maaf dan permisi" jawab perempuan itu dengan senyum sinis nya.


Perempuan itu berdiri dari posisinya yang setengah jongkok, setelah penolakan Verry. Perempuan itu bepaling muka dan membangunkan motor miliknya, yang tumbang terpental karena perempuan itu tak sengaja menabrak Verry. Setelah motornya tegak sempurna perempuan itu langsung melaju tanpa kata.

__ADS_1


"Dasar perempuan liar, dia pergi meninggalkan aku tanpa satu kata pun, kah. Berani sekali dia!" Ucap Verry dengan kesal tak kepalang.


Tak berselang lama datang seorang pria setengah baya menghampiri Verry.


"Pak Ali urus mobil ini saya pakai mobil itu (tunjuk Verry mobil yang di bawa oleh pak Ali)."


"baik Den!" Jawab pak Ali penuh hormat.


Diperjalanan pulang Verry merasa kepalanya lebih sakit dari tadi dan akhirnya dia mematahkan haluan mobilnya ke rumah sakit yang terdekat dari posisinya sekarang.


"Ah. Sial,sial,sial... Gara gara perempuan itu wajah mulus ku ini lecet" umpat Verry sambil berkaca melihat balutan plester di bagian dahinya.


Didepan gerbang rumah Saputra Verry membunyikan klakson dan bergegas pak satpam itu membuka gerbang. Mobil diparkir Verry di grasi dia turun dan menapakkan kakinya kedalam rumah.


"Verry sayang udah pulang?" Tanya mama sambari menghampiri Verry.


Tanpa mendapat jawaban dari anaknya mama bertanya lagi.


"Verr!.. kepala kamu kenapa sayang" mama bertanya lagi dengan nada suara sedih.


"OHH.. tidak apa apa ma, cuman luka sedikit, tadi kejedot tembok" jawab Verry dengan bohong.


"Aduuuhhh..sayang. Kok bisa sih, sampai kejedot." Saut mama dengan senyuman


"Putra mama ini iya... Kayak anak kecil saja."sahut mama lagi dengan nada memanjakan anak semata wayangnya itu.


"Hehehe.. Verry keatas dulu iya ma!" Tambah Verry dan berlalu pergi.


Cuu, urrrr...... Bunyi air dikamar mandi putra Sultan, yang menandakan anak Sultan itu sedang mandi.


"Ah,,a,a,aau....dasar perempuan tidak sopan awas saja kau jika sampai ketemu denganku akan ku pastikan dia akan membayar mahal ini!" Terdengar acaman Verry terhadap perempuan itu kepada dirinya sendiri.


Selesai mandi seperti bisa Verry turun kebawah untuk makan malam keluarga Saputra makan malam ala Sultan.


Papa: "Hem, verr! Gimana? Kapan kamu mau mulai bekerja?"tanya papa setelah melepaskan sendok dan karpu kedalam piring yang menandakan dia sudah menyelesaikan makan malamnya.


Verry:" ah, itu pa.. rencana Verry Senin ini sih pa! Gimana menurut papa?" Jawab Verry dan balik bertanya.


Papa:"hemmm..( papa tersenyum) kedengarannya bagus, papa setuju. Verr.. papa mau kamu belajar dari sekarang nak... Agar kelak setelah papa gak ada kamu bisa gantikan posisi papa sebagai pewaris tunggal keluarga Saputra." Jawab papa dengan nada banganya, karena sebelumnya Verry sempat bersikeras menolak semua ini, beberapa hari lalu.


Dan disambut angukan kepala oleh Verry dan sang mama.

__ADS_1


#Mimpikan dia


Makam malam keluarga Saputra Sultan yang kaya raya itu berakhir manis setelah sang papa mendengar Verry mau mengikuti kemauannya.


"Verry keatas dulu iya pa, ma!" Ucap Verry sambil berlenggang tangan berlalu pergi.


"Ternyata pikiran ini lebih laga, setelah mensetujui semua keinginan papa" Verry berkata dalam hati.


"Apa?.. kok aku ingat ingat perempuan itu lagi.. enyah, kau dari pikiranku...... Siuh..siiiuhh.." Verry bicara sendiri dengan kesal dia pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi. Setelah menyelesaikan ritualnya dikamar mandi dia keluar dan menganti bajunya dengan baju tidur. Setelan bajunya sudah sempurna mambalut tubuhnya Verry pun menghamburkan dirinya dikeranjang king size miliknya itu. Dan!.


"Bruuuk!,,aduh....,(erangan Verry akibat kejedot sangahan tempat tidurnya). Kok aku jadi kekanakan gini sih, hei...perempuan sialan aku menderita karena dirimu, aku harap kita ketemu lagi agar aku bisa membalas perbuatanmu terhadapku." Kata Verry sambil mengeluarkan senyum sinis.


"Khkhkh....!" Tawa perempuan itu pecah di ruangan bioskop yang menayangkan film komedian.


Dan semua mata pun tertuju kepada sosok perempuan yang ketawa terbahak bahak itu, termasuk juga dengan Verry yang duduk di sisi kiri perempuan tersebut.


Verry:" heii...kamu tu bisa diam tidak?.. Berisik tau!.."ucap Verry dengan kesal sambil berpaling melihat kearah perempuan itu.


Verry:"h'a!!..kek, ka,kamu." Tambah Verry setelah dia melihat perempuan itu lagi. Perempuan yang menabrak Verry sore itu.


Perempuan itu:" apa, apa kamu liat, liat" jawab perempuan itu dengan ketus


Verry:" bisa diam tidak? Ketawa kamu itu berisik ganggu tau, sakit nih kuping aku" sahut Verry kesal bukan kepalang.


Perempuan itu:" hei... Lihatlah sekarang kita sedang nonton apa,, komedi 'kan! Iya saya ketawa karena kelucuan pemainnya" jelas perempuan itu secara menegaskan kepada Verry bahwa dia tidak salah dalam hal ini.


Verry:"i,ii...iya saya tau. Tapi suara kamu itu paling menganggu" ucap Verry tak mau kalah.


Perempuan itu:" kalau kamu tidak mau diganggu oleh suara saya, sana keluar...sewot amat jadi laki laki. Tambah perempuan itu sambil gelang kepala, masih dengan nada kesalnya.


Verry:" dasar Kun...." Kata kata Verry terhanti.


Perempuan itu: "ahhh.... Kok abis sih, (dengan tatapan kesalnya dia menatap Verry). Bukk... Perempuan itu kesal dan memukul bahu Verry dengan kuat.


Verry:" hei,, sakit, perempuan kok kayak serigala" kata Verry sambil mengelus elus bahunya yang terasa sakit.


Perempuan itu:"gara gara kamu semuanya kacau... Aaaaahhhhh.....buuuk,,bukk,,buuukkk." Perempuan itu memukul bahu Verry berkali kali.


Verry:"aaa,aau,,,( teriak Verry ) sakit dasar serigala .


Ternyata Verry benar benar teriak dan tersadar dari tidurnya.

__ADS_1


"Hemm.. serigala nekat sekali kamu berani muncul dalam mimpi saya dan memukuli saya berkali kali. Dasar serigala tak di dunia nyata kamu juga menganggu tidur saya, dasar serigala penganggu!. Khkhkh.." Ucap Verry yang panjang lebar dan disambut kekehan oleh dia sendiri dengan ucapannya.


__ADS_2