Tabrakan Jitu Tembus Kehati

Tabrakan Jitu Tembus Kehati
#Rumah tuan bos


__ADS_3

Verry menghentikan mobilnya di dapan gerbang tanpa membunyikan klakson takut Miea terbangun dari tidurnya. Dan tanya kata perintah dari Verry pak satpam bergegas membukakan pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.


Setelah masuk dan memarkirkan mobilnya, Verry tanpa permisi dari sang pemilik raga yang tertidur pulas langsung mengepungnya (menggendongnya) masuk ke rumah dan menuju kamar miliknya.


"Dasar wanita serigala! Ternyata kalau dia tidur kayak kebo iya" ucap Verry sambil senyum senyum sendiri, setelah meletakkan Miea di tempat tidurnya.


Setelah itu Verry bergegas masuk kemar mandi. Karena dia belum mandi, dan seperti biasanya dia melakukan kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur.


Selesai sudah yang dia lakukan sebelum dia tidur malam ini, dia pun bermaksud meninggalkan Miea tidur sendiri di kamarnya dan dia tidur di kamar tamu. Tapi, sebelum dia keluar. Dia menatap lekat wajah Miea, dan dia terpana akan wajah cantik Miea yang baru saja dia sadari sejak beberapa detik lalu. Dan dia pun meninggalkan ucapan selamat malam untuk Miea.


Verry:"selamat malah. Wanita serigala yang cantik!" Ucap Verry lalu pergi dan menutup pintu.


Malam pun berlalu begitu cepat, yang membuat matahari pagi tak sungkan menunjukkan senyumannya, kepada sang pemilik rumah. Merasa terganggu dengan sinar sang mentari yang menyelusup masuk melalui celah tirai jendela, Verry pun mengerenyitkan matanya dan menggeliat. Verry bangun dari tidurnya dan menuju kamarnya untuk mandi pagi. Dan ternyata Miea masih tidur dengan nyenyak nya di kasur spring bad king size milik anak sang Sultan, yang super nyaman dan super empuk itu.


Verry tak menghiraukan Miea dia hanya memandangnya sekilas. Karena hari ini hari Minggu Verry tidak membangunkan Miea. Selesai mandi Verry keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya itu dengan mengenakan sehelai handuk putih yang menutupi sebagian tubuhnya. Dia membuka lemari pakaiannya dan mengambil baju setelan santai rumahan, kerena hari ini libur.


Setelah Verry berbalik badan dengan pakaian masih di tangannya. Dia mengangkatkan kedua keningnya sekilas seakan bertanya kenapa?. Ketika dia memergoki Miea yang sudah bangun dan hanya terduduk diam di atas kasur dengan menyelimuti tubuhnya dengan kain.


Miea:"kamu! Ngapain...." Tanya Miea dengan gerakan setelah menyelimuti seluruh tubuhnya, ketika dia melihat Verry bertelanjang dada yang hanya berkumbang handuk.


Menyadari bahwa dia telanjang dada ketika Miea berteriak Verry pun secara sepontan masuk ke kamar mandi lagi untuk mengenakan pakaian yang lengkap.


Tak mendengar jawaban dari Verry, Miea pun memberanikan diri untuk mengintip di luar selimut. Dan dia tidak menemukan Verry di sana. Miea tersenyum mengingat wajah Verry tadi, yang berlenajang dada dengan rambutnya yang acak acakan karena basah. Dan sekarang tak kalah membuat Miea semakin senyum ketika dia menyadari selimut yang membalut tubuhnya itu memiliki bau khas badan Verry.


Dan Miea pun segera menepis senyuman yang merekah di bibirnya itu. Setalah terdengar pintu kamar mandi terbuka.

__ADS_1


Verry:" bangun. Mandi sana!. " Suruh Verry sambil mengusap-usap rambutnya yang masih basah.


Miea:"maaf.... Pak ini kok saya ada disini?, Dan ini rumah siapa". Tanya Miea.


Verry:"tadi malam kamu ketiduran di mobil, 'kan saya nggak tau rumah kamu dimana. Jadi, makannya kamu saya bawa kesini ke rumah saya ini". Jelas Verry.


Miea hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti penjelasan Verry.


Verry:"mandi. Dan ganti bajumu!". Suruh Verry lagi dan sambil melemparkan setelan pakaian kaos baru miliknya ke arah Miea.


Tanpa jawaban atau suara dari Miea, Verry langsung pergi keluar kamar menuruni tangga dan menuju ke sopa di ruang tamu.


Di dalam kamar sana Miea segera mandi dan menganti pakaiannya. Dengan baju yang di kasih Verry tadi, sebelum dia pergi. Setelah selesai Miea menggucir rambutnya keatas seperti biasanya dan dia pun Segera turun dari kamar. Di hampir akhir anak tangga Miea melirik ke arah Verry yang duduk di sopa ruang tamu, dia pun menghampiri Verry berniat untuk mengucapkan terima kasih.


Miea:"hai..." Sapa Miea yang kini berdiri tepat di samping kanan Verry duduk.


Miea memberanikan diri untuk mulai mencarikan suasana yang sempat canggung setelah dia duduk tadi.


Miea:" terima kasih iya pak Verry. Terima kasih atas segalanya. Dan maaf soal kejadian di restoran kemaren". Ucap Miea yang meminta maaf dengan tatapan mata lembut yang akan meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya.


Verry:"iya...." Jawab Verry dengan senyuman termanisnya.


Melihat senyuman itu Miea membalasnya dengan hal yang sama. Dan kini mereka merasakan di dalam dadanya masing masing, seakan seirama seolah mereka sedang memacu kuda.


Setelah itu keadaan menjadi canggung kembali ketika beberapa detik yang lalu mata Meraka saling bertemu sepersekian detik. Karena mereka kemudian saling berpaling.

__ADS_1


Dan suara bik Yam mencarikan suasana canggung mereka.


bik Yam:"maaf, den sarapannya sudah siap". Ucap kepala pelayan itu (bibi Yam).


Mendengar itu Verry mengajak Miea sarapan. Sarapan berakhir dengan lenggang nyaris tanpa suara, dan hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring. Yang sengaja dilepaskan dari tangan sang majikan.


Miea bermaksud ingin membersihkan meja makan dan mencuci piring. Tapi, niatnya dihentikan oleh Verry. Yang tiba tiba menarik tangannya dan membawanya di taman halaman belakang rumah yang bak istana milik keluarga Saputra. Miea hanya diam dan menuruti langkah Verry.


"Apakah kamu mau membantu saya?" Setalah sampai Verry melepaskan tangan Miea dan bertanya.


Miea:"apa?". Tanya Miea heran.


Verry:"maukah kamu jadi pacar pura pura saya. Ketika mantan saya membuntuti saya besok!". Jawab Verry dan kembali bertanya.


Miea:"atas dasar apa?. Dan apa untungnya bagi saya?" Tanya Miea lagi.


Verry:"wanita itu menyelingkuhi saya tepat saat pertama kali kita bertemu, saat kamu menabrak saya waktu itu. Saya memergoki dia selingkuh, dan saya sontak langsung memutuskan dia. Tapi, dia masih saja mengejar ngejar saya dan ingin balikan!". Jelas Verry panjang kali lebar.


Miea:"untungnya apa. Jika, saya membantu anda wahai pak Verry?." Tanya Miea dengan nada menggoda.


Verry:"hemm,, memangnya kamu mau apa?". Verry malah menjawab dengan bertanya.


Miea:"jadi, apa pun yang saya mau akan anda berikan?". Sahut Miea dengan senyum yang sangat lebar.


Verry:"iya." Jawab Verry singkat.

__ADS_1


Setelah perbincangan keduanya di taman itu, Miea pamitan pulang dan sebelum dia pulang ke kosan, Miea kekantor Verry dulu menjemput motornya yang ada di sana.


__ADS_2