Tabrakan Jitu Tembus Kehati

Tabrakan Jitu Tembus Kehati
#Berangkat kerja


__ADS_3

Perjalanan pulang "Miea Callissa!." ucap Verry sambil tersenyum bak bunga yang mekar indah sempurna.


Pout,,pout,,pout...bunyi klakson mobil Verry cukup menyakitkan kuping sang penjaga gerbang, agar telinga sang penjaga gerbang tak lagi sakit dia bergegas mengedar gerbang hingga ternganga sempurna. Verry memarkirkan mobil dan langsung melangkah masuk ke rumah.


"ma.......aku pulang!..." teriak Verry kegirangan. Entah apa yang membuang lelaki itu, sehingga dia sesenang itu sekarang.


Mama:"ah......sayang kenapa harus teriak teriak begitu sih. Oh, iya. Apa kamu sudah makan malam sayang?..." sahut mama Verry seraya bertanya dengan nada memanjakan putra samata wayangnya itu.


Verry:"Belummmmm....." ucap Verry setengah merengek, dan "keriyuuuukkk,keriyuukk..." bunyi cacing Verry bersenandung dengan bunyi khasnya yang menandakan sang pemilik perut sedang lapar.


"ah,ahaahahaha...." tawa mama saat mendengar suara cacing diperut Verry.


Verry hanya menggaruk garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali, seraya menutupi malu karena ditertawakan oleh mamanya.


"pergi makan sana.....ahaahahaha...," timpal mama lagi dan langsung pergi meninggalkan Verry.

__ADS_1


Makan malam Verry berlangsung sunyi nyaris tanpa suara itu berakhir dengan deringan sendok yang dilepaskan Verry diatas piring kosongnya. Yang menunjukkan makan malam ala Verry telah selesai.


Verry pun menunaikan ritual di kamar mandinya seperti kebiasaan setiap harinya sebelum dia tidur. Verry mengistirahatkan tubuhnya dengan merebahkan tubuhnya di atas keranjang tidur king size miliknya itu.


Berselang beberapa waktu kemudian Verry pun terlelap pulas, persis seperti tampang seorang bayi tanpa dosa.


Sungguh terasa malam begitu cepat berlalu dan alarm mini di kamar Verry berbunyi begitu nyaring terdengar di telinga Verry. Dengan separuh sadar Verry menghentikan irama alarm itu. Dia segera mengumpulkan tenaganya agar dia bisa segera bangun untuk mandi dan beberes untuk berangkat ke kantor.


Selesai mandi Verry siap siap mengawinkan dasi dengan setelan jas yang dia kenakan.


Verry berlenggang tangan menuruni tangga, dengan senyuman yang tak luput di bibir pink milik anak Sultan itu.


"wow......Verry, kamu terlihat gagah nan tampan sekali sayang!.." ucap mama berdecak kagum.


"hehehe...mama!. 'kan putramu ini memang tampan sejak lahir ma...., massa mama baru nyadar sekarang?" saut Verry dengan PD sambari memamerkan gigi gingsul yang bertengger sempurna di barisan depan bagian samping, yang menambah senyuman Verry sangat sangat terlihat manis, dan rasa manisnya seolah mengalahkan manis madu.

__ADS_1


"iya,,lah....anak mama gitu lo..!" timpal mama dengan bangga.


Dan berakhir dengan gelak tawa oleh Papa, Verry juga Mama. Rasanya pagi itu adalah pagi yang paling manis di keluarga Saputra sang Sultan yang berkelimpahan harta.


"mari sarapan dulu,, sebelum kita semua kehilangan nafsu makan akibat kebanyakan ketawa." ucap papa yang dengan kebohongan kerangan dia sendiri, dengan nada sangat meyakinkan.


Dan! "khkhkh...." gelak tawa mama dan Verry pecah.


Akhirnya sarapan keluarga Saputra pagi itu selesai.


Mama :"kesayangannya mama.. Verry kamu berangkat sama papa atau berangkat sendiri sayang?" Mama bertanya pada Verry ketika mereka bertiga berada di ambang pintu utama rumah megah berbalut harta milik keluarga Saputra.


Verry :"kayaknya Verry berangkat sendiri aja deh, ma!.... Gimana pa?.." jawab Verry atas pertanyaan mama dan melontarkan persetujuan kepada papanya.


Papa :" papa sih, terserah kamu verr, asalkan kamu benar benar sampai di kantor!" jawab papa sambil menaikkan satu kali kedua alisnya secara bersamaan dengan cepat. Dengan maksud menggoda Verry seakan dirinya ragu kalau Verry benar mau ke kantor.

__ADS_1


Papa berlalu pergi setelah Rianna sang istri mencium punggung tangannya. Dan disusul oleh Verry setelah dia pamitan dengan mamanya.


__ADS_2