
Pagi Senin ini Miea bangun sangat awal dan dia berangkat untuk mengunjungi panti. Karena, kemaren dia berada di rumah Verry jadi dia tidak datang ke panti.
Miea datang dengan tentengan sarapan yang lumayan banyak di tangannya. Dan sontak saja kedatangan Miea membuat semua penghuni panti riuh kegirangan. Miea menyatakan ke pengasuh panti itu Tini bahwa dia kedepannya tidak lagi bisa mengunjungi panti setiap hari, karena jam kerjanya di kantor yang lumayan menguras tenaganya. Tapi, dia akan berusaha mengunjungi panti minimal setiap akhir pakan sekali. Yang pastinya semua penghuni panti tidak keberatan atau pun menolak keinginan Miea, karena mereka mengerti dengan kesibukannya sekarang.
Setelah perjamuan sarapan di panti Miea segera pamit untuk pergi ke kantor. Melihat jam 07.00 di jam tangannya, Miea merasa senang karena dia tidak telat. karena jam kerjanya dimulai dari jam 07.15 sampai jam 15.00 petang. Tapi, terkadang jam kerja seseorang di kantor juga bisa bertambah dengan kegiatan tambahan kerja atau lembur.
Miea adalah karyawan baru dan dia bekerja juga atas kemauan dari Verry, jadi belum banyak karyawan yang mengenalnya. Hanya beberapa orang saja yang mengenalnya, itu pun karena Miea termasuk orang yang mudah bergaul dan ramah. Dan sekarang dia pun memiliki teman dekat di kantor yang bernama Kina Amelita.
Setelah menyelesaikan beberapa berkas penting yang belum Miea kerjakan, temannya Kina mengajak dia ke cafe depan untuk makan siang. Berhubung jam makan siang yang lumayan singkat, makanannya mereka memutuskan makan di cafe terdekat, termasuk karyawan yang lain juga makan siang di sana. Iya. Verry juga sering makan di cafe itu jika dia merasa bosan untuk buang waktu menjangkau cafe atau restoran yang lain.
Miea memesan nasi putih lengkap dengan chicken mercon dan segelas teh es mains, sementara Kina memesan daging panggang tanpa nasi juga jus jeruk. Kina tidak makan nasi dengan alasan takut gendut. Berbeda dengan Miea wanita itu dengan lahapnya menyantap nasi dan lauk yang dia pesan. Dan tanpa dia sadari di kursi meja pojok itu tepat di arah sampingnya, memandangi dia sejak tadi dengan sesekali mengeluarkan senyumannya, yang tak lain tak bukan adalah Verry.
Setelah menyelesaikan makan siang semua karyawan kembali bekerja seperti bisanya, begitu juga dengan Miea. Tapi, dia kali ini hanya menyerahkan berkas kerjanya ke pada Verry di ruangannya. Seperti kebiasaan yang lain Miea juga mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk di ruangan atasan mereka.
"Tog,Tog,Tog." Terdengar ketukan pintu dan Verry mempersilahkan orang di balik pintu itu untuk masuk.
Miea:"permisi pak!. ini berkas yang kemarin sudah selesai". Ucap Miea sambari menyerahkan beberapa map berisi berkas.
Verry:" iya, taruh aja di meja". Jawab Verry singkat.
__ADS_1
Miea:" baik pak! saya permisi." saut Miea dan berjalan menuju pintu.
Ketika tangan Miea meraih gagang pintu dan tiba tiba, bruk. Miea terjatuh karena dorongan seseorang di balik pintu dari luar dengan keras. Melihat itu Verry tersentak kaget dan merasa tidak percaya jika ada seseorang menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu atau izin ke ruangannya. Dan betapa terkejutnya dia karena seseorang itu adalah Ratu mantan kekasihnya yang di putusin Verry waktu dia ketahuan selingkuh. Yang menjadi masalahnya sekarang adalah Ratu tidak terima jika Verry memutuskan jalinan kasih dengan dirinya, dia meronta tinta mengejar Verry habis habisan dan meminta balikan.
Miea:"Au,..... " Miea mengerang kesakitan karena dia terbentur kelantai yang menimbulkan memar di dahinya.
Verry segera membangunkan Miea penuh perhatian.
Verry:" kamu tidak apa 'kan!?". Verry bertanya dengan nada yang khawatir.
Miea hanya menggeleng, menandakan bahwa dia tidak apa apa.
Miea:"Ratu!." Miea menyebut nama itu penuh tanya.
Ratu:"hah. Kamu!. Apa yang kamu lakukan di ruangan pacar saya perempuan sialan?". Saut Ratu menyeletuk.
Miea:"apa? apa kau tidak salah?, Ratu! kaulah yang sialan!". Balas Miea dengan gaya senyum ala antagonis.
Ratu:"hei... berani sekali kamu!". sambar Ratu dangan mengayunkan tangannya di udara ingin mendarat tepat di pipi mulus Miea.
__ADS_1
Tetapi, tangan itu tidak sempat mendarat karena di halangi oleh tangan Verry. Verry mengengam pergelangan tangan itu dan melepasnya cukup keras.
Verry:" jangan kurang ajar iya kamu! dengan pacar baru saya". ucap Verry sambil menarik Miea agar lebih dekat dengannya bahkan tanpa jarak.
Ratu:"a,a,apa?. pacar!". Tanya Ratu tak percaya.
Verry:"iya. ini Miea pacar saya!. Sekarang saya mintak sama kamu pergi dan jangan pernah ganggu saya lagi." jawab Verry.
Miea hanya terdiam, karena berada dekat dengan Verry tanpa jarak cukup membuatnya panas dingin dan tak berdaya untuk mengatakan satu kata pun. Pikirannya buyar saat itu, kacau.
Verry:"keluar!. keluar!." ucap Verry lagi.
Ratu:"Dasar perempuan sialan!, kamu telah merebut Verry dari aku. tunggu balasan dari aku perempuan sialan...."
Mendengar itu entah kenapa Miea menitikkan air mata. Namun dia tidak berdaya menawannya.
Verry:"Ratu!. Keluarlah sekarang!, atau aku panggilkan satpam untuk menyeret kamu keluar!." ucap Verry emosi, dan entah kenapa dia sangat marah dengan Ratu, karena telah membuat Miea menangis dengan kata katanya.
Mendengar suara keras Verry membuat Ratu takut dan keluar. Karena selama 1 tahun mereka pacaran Ratu tidak pernah melihat Verry sesemarah itu dengannya.
__ADS_1