
Pagi ini Miea berangkat lebih pagi untuk mengunjungi panti. Karena sekarang dia telah bekerja di kantor Saputra the group, atas kemauan Verry.
Seperti biasa Miea sarapan di panti. Tapi, kali ini dia tidak membawakan sarapan seperti biasanya, karena sebelumnya dia telah memberikan sejumlah uang untuk sarapan hari ini. Sebab jika dia pergi ke panti dan harus mampir di warung, itu bakal menghabiskan banyak waktu.
Miea telah tiba di kantor dan langsung masuk ke ruangan Verry. Setelah Miea mengetuk pintu dan atas izin dari Verry Miea masuk.
Miea:"permisi pak!" Ucap Miea
Verry:"hah. Hari pertama masuk, udah berani telat iya kamu." Sambar Verry dengan nada yang di rekanya supaya terdengar kesal dan ketus.
Miea:" maaf iya, pak Verry. Sebelumnya. 'kan pak Verry sendiri yang memaksa saya untuk kerja di sini. Lagi pula bapak belum kasih tau saya jam berapa saya mulai masuk kerja. (Dasar bos gila! Ucap Miea dalam hati )." Jawab Miea yang benar benar kesal.
Verry:" ok. Kerja kamu di sini sebagai sekretaris saya. Karena kebetulan sekertaris saya sebelumnya di pecat. Dan lain kali kamu harus datang dulu sebelum saya." Jelas Verry.
Miea:"Baik pak bos!." Jawab Miea. "Oh, iya pak! Sekarang apa yang harus saya lakukan?" Tanya Miea dengan polosnya.
Verry:"sekarang kamu atur jadwal mithing saya dengan pak Harun Wijaya siang ini. Suruh Verry.
Melihat Miea hanya mematung setelah mendengar perintahnya, Verry pun menggoyahkan patung tersebut sehingga hancur.
Verry:"Hei. Saya menyuruh kamu ngatur jadwal mithing saya, kenapa malah mematung di sini. Keluar sana. Kerja, kerja." Ucap Verry.
Mendengar itu Miea bergegas pergi dengan mengulang ngulang nama orang itu dalam benaknya. Dan segera di menepis kemungkinan itu, bahwa itu adalah sebuah nama. Dan siapa saja bisa memiliki nama yang sama dengan ayahnya tersebut.
Sekitar pukul 11.30 Verry meminta Miea ke ruangannya, dengan panggilan telpon di ruangan kantornya.
Setelah masuk ke ruangan Verry. Miea mendengar kalimat dari Verry yang sangat membuat dia tercengang.
Verry:" Ayo berangkat!" Ucap Verry sambari berlalu pergi.
Miea:"Hah. Apa yang dia mau dariku?, Apa dia mau menyiksaku. 'Kan aku belum makan siang." Ucap Miea dalam hati sambil membuntuti Verry.
Sesampainya di mobil Verry tak henti hentinya mengagetkan Miea dengan pertanyaannya.
Verry:"supir kan aku sekertaris Miea!" Perintah Verry.
Melihat Miea yang diam seakan penuh tanya, Verry bertanya.
Verry:"kamu bisa nyetir 'kan?" Tanya Verry dengan penegasan bahwa jawabannya harus iya.
Miea:"bisa pak, bisa." Jawab Miea.
Verry:"tunggu apa lagi bukakan pintunya, sekertaris Miea." Ucap Verry sewot.
Dengan muka manyunnya Miea membukakan pintu mobil untuk Verry.
Miea:"silahkan pak! Sudah sampai." Ucap Miea membuka pintu mobil.
__ADS_1
Dengan mulut terkunci Verry keluar dan melangkah pergi masuk di sebuah restoran mewah. Miea pun mengekorinya setengah berlari. Setelah duduk Miea melirik jam tangan yang dia pakai, dan jarum jam telah sepakat menunjukkan angka 13.45 menjelang sore. Melihat itu Miea mengerang dalam hatinya sambil memegangi perutnya. Karena dia tidak biasa makan siang jam segini.
"Aduh... Jam makan siang ku telah berakhir!. Dan sekarang rasa lapar ku telah hilang. Dasar bos stress! Baru mau hampir satu hari aku bekerja untukmu, kamu telah menyiksa ku. Bagaimana kalau sampai satu minggu, satu bulan, dua bulan?. Ah,....." Tanya Miea dalam benaknya.
Verry:" Jam berapa sih orang pak Harun Wijaya datang?. Tanya Verry entah pada siapa dia tekankan pertanyaan itu, karena Miea sendiri dari tadi geleng gelang.
Miea:"pak Verry, maaf pak. Saya izin ke toilet sebentar iya pak!" Ucap Miea lalu mendiri melangkah pergi setelah mendapat anggukan dari Verry.
Dan hampir secara bersamaan ketika langkah kaki Miea meninggalkan Verry, ada laki laki yang melangkah menghampiri Verry.
Harun Wijaya:"maaf... Maaf pak Verry, saya terlambat. Karena ada sedikit masalah di jalan ketika saya menuju ke sini.! Ucap pak Harun kepada Verry sambil mengajak Verry berjabat tangan.
Verry:"oh. Iya, iya. Tidak masalah pak. Bapak! Silahkan duduk pak!" Sambut Verry dengan wajah yang di paksa senyum karena sejujurnya dia sangat kesal.
Setelah hampir sepuluh menit kepergian Miea, seketika terlintas pertanyaan di benak Verry.
Verry:" Dimana wanita itu? Tak sengaja ucapannya keluar tanya sengaja dari mulut manisnya itu tanpa persetujuan dari orangnya sendiri.
Pak Harun:"s,siapa maksud pak Verry?" Tanya Harun dengan senyum ramah.
Verry:"oh. Itu, itu. Pak, sekertaris saya." Jawab Verry terbata bata, karena kaget. "Oh. Itu dia". Tambah Verry sambil tersenyum melihat Miea menghampiri mereka.
Pak Harun hanya menganggukkan kepala tanpa berpaling untuk melihatnya. Setelah Miea sampai pas di kursi tempat duduknya, dia menyapa pak Harun tanpa canggung.
Miea:" oh, iya ampun. Pak Harun sudah sampai." Ucap Miea sambil melirik Verry dengan senyum.
Pak Harun:"Mi, mm....Miea!" Pak Harun tersendat mengucapkan nama itu.
Miea:"iya pak. Iya Miea Callissa. Pak Harun!" Miea berucap dengan senyum setirnya.
Verry:" iya, pak. Ini Miea sekertaris baru saya." Sahut Verry atas ucapan Miea kepada pak Harun "Apakah kalian saling mengenal?" Tambah Verry dengan bertanya kepada mereda berdua.
Miea:"iya. Dulunya saya mengenali dia pak Verry. Tapi, sekarang sepertinya saya sudah lupa akan dirinya!" Jawab Miea dengan nada yang tak biasa di tambah lagi mata yang mulai memerah.
Verry mengerutkan dahi, dia merasa heran dengan jawaban Miea atas pertanyaan yang dia tanyakan tadi.
Pak Harun:" Maaf pak Verry. Dia, Miea! sekertaris bapak, dia adalah anak saya." Ucapan pak Harun menjelaskan hubungan sebenarnya atas dirinya dengan Miea.
Ucukup pak Harun mengagetkan Verry. Sangat membuat Verry bingung seakan penuh tanya tentang Miea. Dalam benaknya terlontar salah satu pertanyaan tengang Miea.
Benak Verry:"kalau dia adalah anak dari pengusaha besar di kota KL kenapa dia di sini?."
Miea:"ha!. Anak bapak?, Saya anak bapak!. Apakah bapak Harun yang terhormat tidak salah dengan ucapan anda?" Tanya Miea sambil meluncurkan air mata yang sedari tadi membendung di pelupuk matanya.
Verry hanya diam seribu kata, tak mengerti dengan semua ini. Verry tak mengerti dengan drama seorang ayah dan anak yang ia saksikan sekarang.
Pak Harun:" Miea! Ayah minta maaf nak. Karena ayah sempat bilang kalau kehadiran kamu adalah sebuah kesalahan." Sahut pak Harun tak kalah sedihnya dari Miea, dia juga meneteskan air mata. Air mata penyesalan.
__ADS_1
Ucapan yang baru saja keluar dari mulut pak Harun tak kalah mengejutkan Verry. Mendengar ucapan pak Harun bahwa dia pernah bilang kalau kehadiran Miea adalah sebuah kesalahan.
tanpa menjawab pertanyaan dari sang ayah Miea langsung nyelong pergi sambil berlari tanpa kata dan hanya terdengar tangisan berlinang air mata.
Setelah melihat drama haru sang ayah dan anak yang Verry sendiri tidak tahu permasalahan sesungguhnya. Cukup membuatnya pusing dan akhirnya dia memutuskan mithingnya di tunda. Tanpa jawaban dari pak Harun Verry pun berlalu pergi keluar dari restoran.
Dan dia memutar pandangannya ke segala arah, setelah dia sampai parkiran dengan maksud mencari keberadaan Miea. Namun dia tak kunjung melihat wanita itu. Verry mengeluarkan hp dari saku jasnya dan memencet sebuah nomor atas nama "wanita serigala" yang dia maksud tak lain adalah Miea.
Setelah lima kali Verry menghubungi Miea tapi tak kunjung ada jawaban, Verry mulai cemas. Karena dia takut Miea bertindak nekat. Misalnya, menyakiti diri sendiri atau apa pun itu. Verry segera menepis pikirannya, setelah panggilan terhubung.
Verry:"hei.. wanita serigala! Kamu dimana?" Verry langsung bertanya keberadaan Miea. "Ayo jawab. Ini perintah!" Tambah Verry dengan nada tegas yang timbul karena kekhawatiran.
Miea:" saya mau sendiri pak! Maaf..." Jawab Miea dengan suara sayu setengah berbisik akibat terlalu lama menangis yang nyaris tak di dengar oleh Verry. Dan Miea langsung memutuskan panggilan tanpa menjawab pertanyaan Verry.
Setelah Verry mengetahui panggilannya telah terputus, dia pun menekan sebuah aplikasi pelacak yang canggih di hpnya untuk melacak keberadaan Miea sekarang. Hampir lima menit Verry menggutak-atik mencari keberadaan Miea dan akhirnya dia menemukannya.
Verry melaju ke tempat Miea berada sekarang. Dan setelah menempuh jarak sekitar dua meter Verry pun sampai. Verry memarkirkan mobil di parkiran taman dimana Miea berada. Seketika sosok wanita itu terlihat oleh mata Verry, dan bergegas Verry mendatanginya.
Verry:"hei.... Kamu nggak apa apa? 'kan!" Tanya Verry dengan lembut, sangat lembut.
Tanpa menjawab pertanyaan Verry. Miea langsung menghambur ke pelukan Verry yang duduk disampingnya di bangku taman, dengan hawa sejuk dan angin malam.
Miea:"hiks.hiks,..hiks.." tangis Miea pecah dalam pelukan hangat Verry. "Apa?. Dia. Dia bilang menyesal!. Penjahat itu menyesal!. Tambah Miea dengan ucapan yang membuat dia semakin nangis, masih dengan posisi nyamannya dalam pelukan Verry yang hangat.
Bergetar!. Ada getaran aneh di dada Verry. Dan dia segera melepaskan pelukan antara mereka berdua.
Verry:"hei,, udah, udah. Pelukannya ntar nyaman lagi". Ucap Verry dengan candaan.
Mendengar itu Miea langsung memukul bahu Verry.
Miea:"apaan sih!" Tanggap Miea sewot dan kesal tak terima ucapan Verry.
Verry:"ahahah...gitu dong wanita serigala." Gelak Verry setelah mendengar Miea menjadi wanita serigala baginya itu. "Ayo!.." tambah
Verry sambil mengandeng tangan Miea.
Miea:"kemana?" Tanya Miea ketika mereka sampai di mobil Verry.
Verry:"makan!. Maaf iya hari ini aku menyiksamu, kamu 'kan belum makan dari tadi siang!" Jawab Verry sambil mempersilahkan Miea masuk ke mobil yang pintunya telah ia bukakan untuk Miea.
Miea hanya patuh tanpa marah, dia mengalah kali ini. Karena tubuhnya lemes akibat terlalu lama menangis. Ditambah lagi perutnya yang kosong, sehingga tenaganya benar benar habis.
Di dalam mobil Miea hanya diam, sambil menekan perutnya yang kini terasa sakit. Karena kelaparan seharian belom makan, membuat mag nya kambuh lagi. Sambil melirik Miea yang menekan nekan perutnya sendiri membuat Verry merasa bersalah. Dan Verry bergegas membelokkan serta memarkirkan mobil di parkir sebuah restoran.
Setelah mereka berdua selesai makan, Verry bermaksud untuk mengantar Miea pulang. Kerena motor Miea masih berada di kantor, dan Miea pun menyetujui jika Verry mengantarnya.
Dalam perjalanan pulang Verry bertanya dan sedikit melirik ke arah Miea. "Miea, alamat rumah kamu di mana? 'kan kamu belum kasih tau aku!" Dan yang membuat Verry ketawa sendiri karena makhluk disampingnya tertidur pulas. Mungkin karena kekenyangan dan kelelahan bersatu padu dalam dirinya.
__ADS_1
Verry sedikit melirik jam di tangan dan sekarang sudah pukul 23.02 dan tanpa berpikir panjang Verry langsung berinisiatif membawa Miea pulang kerumahnya. Karena kebetulan papa dan mamanya tadi siang mengabarinya bahwa mereka pergi berlibur di negeri seberang sana, negeri sakura Jepang.