
Miea bergegas menancap gas hampir full, agar ia segera sampai ke restoran. Dan tidak butuh banyak waktu untuk Miea sampai di restoran.
Buk Bos yang melihat Miea, kini datang menghampirinya.
"Miea ini gaji kamu selama satu bulan full, mohon di terima!" Buk Bos berucap secara tiba tiba seraya menyerahkan amplop yang berisi sejumlah uang.
Miea:" Buk!. ini tidak salah 'kan!. ini belum waktunya saya gajian buk!." ucap Miea dan mendorong amplop tersebut.
Buk Bos:" Tidak ada yang salah Miea, kamu berhak atas uang ini!. Karena mulai sekarang kamu tidak lagi bekerja di sini. kamu saya, pe...." Buk Bos menjelaskan, dan terhenti di kalimat terakhirnya.
Karena Miea langsung menyambar omongan Buk Bos!.
Miea:" maksud Ibuk saya dipecat?" potong Miea sambil bertanya, karena dia tidak meyakini kenyataan yang akan ia dengar.
Buk Bos:" iya...., Miea. kamu dipecat." jawab buk Bos singkat.
Miea: "kenapa, buk!?. kenapa?, apa salah saya?." Miea bertanya dengan nada bingung ala dirinya.
Buk Bos:"Miea!. Kamu tidak salah. Andai saja.......," jawab buk Bos menggantung.
Miea: "apa, buk?" tanya Miea penasaran.
Buk Bos:"Miea!, selamat iya... kamu di minta oleh pak Verry menjadi karyawan di kantor milik keluarga Saputra, keluarga sang Sultan." Ucapan selamat buk Bos seraya menjelaskan masalahnya.
__ADS_1
Miea:"ha!... apa ini buk?.." tanya Miea tak habis pikir.
Buk Bos:" iya.. pak Verry menyuruh kamu agar bisa mulai masuk kerja di kantornya besok pagi." ucap buk Bos dengan senyum.
Miea:"Dasar tu orang,, aneh!." sambar Miea dengan keras.
Buk Bos:"hahaha... kamu bilang pak Verry aneh?.." gelak ketawa buk Bos mendengar ucapan Miea, yang sama dengan pikirannya tentang Verry.
Miea:" iya.. memang aneh 'kan!, buk?." jawab Miea jujur sambari meminta persetujuan dari buk Bos, agar setuju dengan ucapannya itu.
Buk Bos:" iya. hahaha....." buk Bos tertawa kencang gara gara itu.
Buk Bos:"iya, sudah!. Tak penting pak Verry aneh atau apa, yang jelas ini peluang buat kamu Miea agar kamu bisa menunjukkan kepada ayah kamu. Bahwa kamu bisa sukses tanpa bantuan uluran dan perhatian dari dia." ucap buk buk seraya menyemangatkan Miea. karena, Miea pernah cerita dengan buk Bos seperti apa ayahnya memperlakukan dia.
Miea tanpa kata diam seribu bahasa melompat kedalam pelukan buk Bos, dengan meneteskan air matanya. Karena dia teringat semua kejadian dua tahun lalu.
Kejadian waktu Miea yang tiba tiba tidak sengaja menabrak Verry waktu itu.
Dikala itu, Miea berusia 22 tahun dan saat itu dia telah menyelesaikan kuliah S1 nya, disalah satu kampus terbesar di kota di KL. Kota KL adalah kota asal tempat tinggal Miea.
Diulang tahun ke 22 tahunlah ulang tahun terakhir yang Miea rasakan arti keluarga sesungguhnya dan awal penderitaan bagi dirinya. Karena sang ibu tercinta berada di sampingnya berserta sang ayah.
Ditengah tengah acara puncak ulang tahunnya datanglah seorang wanita dengan purut buncit, yang membuat keributan dan memangil manggil nama ayahnya.
__ADS_1
Dan betapa terkejutnya Miea beserta sang ibu. karena wanita itu bilang kalau ayah Miea lah ayah dari anak yang di kandungannya itu. Yang tak habis pikir oleh Miea dan ibunya saat itu adalah sang ayah. Iya, sang ayah hanya tertunduk diam tak berkutik apatah lagi membantah semua ucapan wanita itu.
Miea:" apa ini ayah!?. ayah, apa maksud wanita ini?. jawab, ayah!. jawab!." Miea bertanya kepada ayahnya dengan bibirnya yang bergetar karena menahan marah, dan dengan harapan semua itu tidaklah benar!.
Ayah:"(dengan mengangguk, ayah mengeluarkan suaranya). Iya. Itu benar, yang ada di dalam kandungan wanita itu memanglah anak saya." jawab sang ayah.
Mendengar itu ibunya langsung terkulai lemah dan pingsan tak sadarkan diri.
Melihat ibunya, Miea pun panik. Dia minta tolong siapa pun yang ada di situ. Agar membawa ibunya ke mobil dan segera untuk dibawa ke rumah sakit. Karena kebetulan acara ulang tahunnya di halaman rumah peninggalan almarhum kakeknya. Kakek, ayah dari ibundanya. Jadi pak perlu banyak waktu ibunya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Beberapa menit kemudian dokter datang, untuk menangani ibunya. Dan, sekitar lima menit setelah diperiksa, ibunya sadarkan diri dan langsung histeris teriak teriak serta kejang kejang di dalam kamar. Mendengar itu, Miea bergegas masuk untuk melihat ibunya. Miea yang melihat ibunya kejang kejang dia langsung menangis sambil memeluk erat ibunya.
Setelah ibunya mulai terlihat tenang Miea melepaskan pelukannya. Dan tanpa dia sadari kalau ibunya telah tiada. Melihat ibunya tak ada gerakan sama sekali Miea berteriak memangil dokter dengan sekuat tenaga.
Mendengar itu sang dokter masuk untuk mengecek kondisi ibunya. Melihat dokter yang geleng gelang kepala, Miea membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dan benar sang dokter langsung bilang kalau ibunya telah meninggal dunia.
Sedih, marah. Iya, Miea saat itu sangat sangat sedih terguncang atas kepergian ibundanya dengan cara seperti ini. Yang membuat dia marah adalah penyebab ibunya meninggal itu ayahnya sendiri.
Setelah selesai pemakaman, Miea pulang dan betapa terkejutnya Miea saat itu. Sang ayah malah ada di rumah bersama wanita itu, sang "nenek sihir" itulah panggilan Miea terhadap wanita itu.
Miea sangat benci pada ayahnya dan mengusir nenek sihir itu. Tetapi, dihalangi sang ayah. Dan justru sang ayah yang berbalik mengusir Miea dari rumah itu.
Yang membuat Miea akhirnya pergi dengan senang hati dari rumah, setelah Miea mendengar ucapan sang ayah bahwa dirinya bukan anak yang dia harapkan atau diinginkan olehnya. Karena sang ayah tidak pernah mencintai ibundanya, dan menganggap kehadiran Miea adalah sebuah kesalahan.
__ADS_1
Miea pergi dari rumah setelah membereskan beberapa barang bawaannya dan tanpa terkecuali motor pemberian hadiah ulang tahun yang terakhir dari sang ibu. Iya, Miea pergi dengan mengendarai motor itu.
Karena jarak tempuh Miea dari kota KL ke kota JS cukup jauh, yang membuat Miea kelelahan dan sempoyongan mengendarai motonya. Al-hasil Miea pun tak sengaja menabrak seseorang yang memang berjalan di pinggir bahu jalan saat itu. Dan iya, orang yang Miea tabrak adalah Verry.