Tabrakan Jitu Tembus Kehati

Tabrakan Jitu Tembus Kehati
#Hari terakhir sebelum kerja


__ADS_3

huuuufff,, terdengar hembusan nafas Verry ketika dia bangun tidur pagi Minggu itu, dia sadar bahwa hari itu adalah hari terakhir ia merasakan kebebasan seperti beberapa tahun kebelakangan. Dia berfikir akan menghabiskan waktunya itu dengan bertemu dengan seorang yang dia sayang. Ratu Bellina Vivilian Iya, Ratu adalah kekasih hatinya Verry Herrson Saputra.


"Iya" ucap Verry seolah setuju dengan apa yang ada dipikirannya itu.


Verry bergegas menggeser iPhone miliknya bermaksud untuk segera menghubungi sang kekasih.


"Hallo. Iya, baby! Kenapa?, Ada apa?." Terdengar suara diseberang sana setelah panggilan terhubung.


Verry:" sayang! aku bosan nih, ketemuan yuk!" Ujar Verry tanpa basa basi, dengan harapan Ratu mengiyakan ajakannya.


Ratu:" ah,, maaf baby Verr! aku ada janji sama Mami mau ke rumah tante Illa, siang ini. Maaf iya baby,.... Gak apa apa 'kan! Iya......" Jawab Ratu dengan kebiasaannya yang manja.


Tampak wajah Verry semakin layu, karena sang kekasih menolak ajakan darinya.


Verry:" oh. Begitu, hemm... Iya udah. Hati hati iya. Bay...." Ucap Verry dan langsung memutuskan sambungan telpon.


Di sana Ratu tampak tersenyum bahagia. Entah apa yang ada dipikiran wanita itu?.


"maa...mama!...." Teriak Verry sambil menuruni tangga.


"Maaf den!. Nyana sadang keluar dagan tuan besar, beberapa jam yang lalu den" saut seorang wanita paruh baya menghampiri Verry dari sisi dapur.


Verri:" mereka kemana bik? Tanya Verry


Bik Yam:" saya juga kurang tau den." Jawab bik Yam seraya menundukkan kepalanya.


Verry:" Verry mau keluar bik!.. nanti jika Papa sama Mama pulang kasih tau mereka kalau Verry main sama teman." Sambung Verry lagi dan berlalu pergi.


Tanpa tau tujuannya mau kemana, Verry pun membanting stir mobil mamasuki area restoran yang dia sendiri belum pernah menginjakkan kakinya di restoran apa lagi makan atau minum di sana.


Setelah duduk di bangku paling pojok. Seketika ada seorang pelayan wanita menghampirinya dan menyerahkan brosur beragam menu yang ada di restoran itu, sambil bertanya kalau Verry mau pesan apa dengan nada yang sangat sangat sopan khas pelayanan di restoran tersebut.


Verry menunjukkan beberapa menu ringan dan segelas air minuman bersoda.


Sekitar lima belas menit lamanya datang seorang pelayan menghampiri Verry dengan membawa nampan berisi menu yang telah Verry pesan tadi.


Pelayan itu:" terma kasih telah menunggu hingga makanannya kami hidangkan dan silahkan tuan " ucap pelayan itu dan berbalik badan bermaksud ingin segera pergi.

__ADS_1


"Tunggu!." Saut Verry.


Yang membuat pelayan itu berhenti dan berbalik kearah Verry.


Pelayan itu:"iya... Kenapa tuan apakah ada yang bisa saya bantu?"pelayan itu menjawab sekaligus bertanya kepada Verry.


Verry:"banyak!" Jawab Verry, yang membuat pelayan itu kaget dan menutup mulutnya setelah dia mengingat laki laki itu.(Verry laki laki yang dia tabrak waktu itu).


Verry:" ternyata kamu masih ingat dengan saya. Hah. Bagus..." Pernyataan Verry dengan kesal. "Kamu harus membayar mahal dengan apa yang kamu lakukan terhadap saya". Tambah Verry.


Pelayan itu:" baik. Tapi tidak sekarang, karena sekarang saya sedang bekerja. Jika anda tidak keberatan hubungi saja saya malam ini dan saya akan datang". Jelas pelayan itu dan menyerahkan kartu namanya kepada Verry.


Dan itu membuat ketawa Verry pecah. "ahaahahaha... Seorang pelayan mempunyai kartu nama?. Hahaha...."


Pelayan itu berlenggang tangan berlalu pergi sambil berkata."dia lagi....apa dia mengikuti ku?" uapnya tak habis pikir.


Tak terasa sudah hampir lima jam Verry di restoran itu, dan Verry memanggil salah satu pelayan untuk membayar makanannya. Setelah itu Verry pegi dan berhenti di taman yang letaknya sekitar 1 kilo dari restoran tadi. Duduk di taman yang ramai pengunjung itu membuat Verry hanyut terbawa suasana, dan langit malam pun sudah menunjukkan wajahnya, yang menandakan bahwa hari sudah malam. Verry melirik jam tangan yang melingkar sempurna di tangannya yang nyaris tanpa noda itu dan betapa terkejutnya Verry karena jam menunjukkan pukul 19:00 waktu setempat. Dia pun mengeluarkan senyum manisnya ketika dia melihat Kartu nama yang ada ditangannya.


"Miea Callissa!. Miea Callissa!. Hah. Miea Callissa!." Ujar Verry berkali kali mengulangi nama yang tertera di kartu nama itu.


Verry memencet nomor handphone di kartu nama itu ke iPhone miliknya.


Miea:" apa? Dimana saya bisa menemui anda sekarang?." Jawab Miea dengan tenang.


Verry:" iya, saya tunggu di taman "hiburan" yang tak jauh dari restoran tadi" jawab Verry.


Miea:"oke. Saya kesana sekarang!" Ucap Miea dan langsung memutuskan hubungan telepon.


Lima menit kemudian....


Miea:" hai." Tegur Miea singkat.


Verry:"hah. Secepat ini....." Sahut Verry heran dan langsung berdiri dari duduknya.


Miea:" iya. Kenapa?" Jawab Miea dengan nada bicaranya yang terdengar sangat dingin.


Verry:" heh, disini sayalah korban, kenapa kamu yang kedengarannya tidak senang?." tanya Verry kesal.

__ADS_1


Miea:" ahahah..... apa anda lupa?.. saya sudah menawarkan bantuan untuk bawa anda ke rumah sakit, sebagai bentuk tanggung jawab saya.! Anda yang menolak dan membentak saya. Jadi, sekarang andalah yang bersalah." sambut Miea dengan panjang lebar dan mengingatkan Verry atas kejadian waktu itu.


Verry:" hmmmm." Verry terdiam seribu bahasa.


Melihat Verry hanya terdiam miea lebih memilih untuk duduk di bangku taman yang tadi Verry duduki.


Miea:" hei... ayo duduk." ucap Miea sambil menepuk kursi disisi kanannya.


Tanpa kata Verry merasa kalah dan memilih duduk di samping Miea.


Disela beberapa menit kemudian mereka tediam bersama dengan lamunan masing masing.


"huuuufff",, hembusan nafas Miea terdengar oleh Verry.


Miea memulai bicaranya dengan bertanya"oke... begini saja, apa yang kamu inginkan dari saya?"


Verry:"hemm.. ini. (Verry menyerahkan kartu nama yang tertera alamat perusahaan keluarga Saputra). Saya mau kamu setiap harinya mengantarkan saya makan siang dari restoran tempat kamu bekerja ke alamat itu." jawab Verry dan berlalu pergi.


Miea:"hei... tunggu, tunggu. (sahut miea sambil menghentikan Verry)."maaf saya cuman karyawati di restoran itu, mana bisa saya mengantarkan makan siang anda, tanpa persetujuan dari pihak restoran." tambah Miea


Verry:" terus! saya harus gimana?. Apakah saya harus membuat kamu di pecat, agar kamu bisa bekerja untuk saya. Dalam bentuk tanggung jawab kamu MIEA!." jawab Verry dengan nada tegas.


Miea:"ha!.. memangnya kamu siapa?... lagi pula kalau saya lihat, luka didahi kamu juga sudah sembuh!" ucap Miea kesal.


Verry:" ahahah... kamu tidak tau siapa saya?. cut,cut,,cut...kemana aja kamu?, seorang Verry Herrson Saputra! kamu tidak kenal?" jawab Verry sambil menggeleng geleng kepala, merasa tak percaya kalau Miea tidak mengenali dirinya.


Miea:"iya... memang saya tidak mengenali kamu!. toh saya memang bukan orang asli kota JS ini!." jelas Miea tak ingin tau.


clinggg,,,clinnnng,,cling....


terdengar suara telpon genggam milik Verry berbunyi.


Verry:"hallo. ma!... iya,iya,iya... Verry pulang, sekarang!" sambut Verry dan mensetujui keinginan mamanya yang menyuruh dia untuk segera pulang.


Verry pun melirik jam tangannya yang menunjukkan sekarang sudah pukul sepuluh kurang.


Miea:"khkhkh.... ooh. anak mama!." timpal Miea sambil mengangguk dengan nada meledek.

__ADS_1


Verry:"heh.. serigala! saya tunggu kamu besok di kantor saya tepat jam makan siang. Titik. kalau tidak saya pastikan kamu akan menyesal, wahai serigala!" ucap Verry sambari meninggalkan Miea yang hanya terdiam.


__ADS_2