
Halona Permani Adinata
Dokter muda yang cantik, panggil saja dia Lona. Karena rasa sakitnya, setelah lulus dari SMA, dia memutuskan untuk tinggal dan berkuliah di Amerika.
Willson Wiley
Pria tampan dan berkarisma, CEO dari Wiley Group. Dia sangat bersyukur karena dianugerahkan semua ini di usia mudanya. Tapi... Ada perasaan bersalah dihatinya, yang membuatnya masih sendiri hingga sekarang.
Jessica Surya
Sahabat Lona, mereka sering bertemu karena sama-sama berkuliah dan mengambil fakultas ditempat yang sama. Seiring waktu mereka bersahabat, dan sudah seperti keluarga.
Adrian Pratama
Anak asuh keluarga Adinata, dan sekarang menjadi asisten pribadi dan sekertaris Lona.
Lona sudah menginjakan kaki di bandara Soekarno Hatta, dia berjalan manapaki lantai bandara, sejenak ia berhenti dan tersenyum getir.
"Lucu sekali, aku kembali lagi kesini dan parahnya lagi mungkin aku akan bertemu kembali dengannya", Lona menghembuskan nafas kasar.
Lona duduk dikursi ruang tunggu untuk menunggu sahabatnya Jessica yang tadi pergi ke toilet.
"Melamunin apa sih?" tanya Jessica yang sudah duduk disamping kursi Lona.
"Sudah selesai? Yuk langsung jalan, tuh Adrian udah nunggu", Lona segera bangkit dari tempat duduknya, rasanya ia malas sekali menjawab pertanyaan dari Jessica.
"Yah Lon, jawab dulu kan tadi gue nanya", karena tidak ada jawaban dari Lona, Jassica langsung menyusulnya. Dia berjalan sejajar dengan Adrian, sekertaris Lona.
"hai Adrian, lama kita gak ketemu, apa kabar? Tadi sudah lama nunggunya?" tanya Jessica.
"Baik, sudah dari tadi, nona", jawab Adrian sekenanya.
"Singkat amat, untung cakep, kalau enggak mah udah gue tabok mukanya", Jessica terkekeh, lalu mempercepat jalan untuk bisa sejajar dengan Lona.
Jessica melirik kebelakang sambil berbisik kepada Lona.
"selalu ganteng, hihihi" Lonapun tersenyum dan menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya.
"Je, kita mampir kemakam alharhum papa gue dulu ya, gak apa-apa kan??"
"Iya gak masalah kok Lon, sekalian gue mau kenalan sama almarhum papa lo" Jessica tersenyum dan menepuk pelan pundak Lona, ia tau kalau Lona sekarang sedang rapuh.
"Nona, saya senang akhirnya anda kembali, tapi sampai kapan anda akan terus bersedih?" Adrian adalah asisten pribadi Lona dari semenjak ia masih SMA.
Mobilpun berhenti di parkiran area pemakaman elit, Lona dan Jessica segera keluar dari mobil dan berjalan menuju makam almarhum papa Lona.
__ADS_1
Didalam mobil Adrian menunggu nona mudanya, ia memejamkan mata dan mengingat kembali kejadian beberapa tahun silam.
#POV
*Mobil mewah melintasi area perkontrakan yang terlihat terjadi kebakaran hebat, ada beberapa damkar yang masih berusaha memadamkan api.
Almarhum Pak Tommy Adinata, papa Lona, tidak sengaja melihat anak seusia Lona sedang menangis meraung-raung.
Pak Tommy meminta supirnya untuk menghentikan laju mobilnya. Dia turun dari mobil dan menghampiri anak tersebut. Ya dia adalah Adrian.
"Kamu kenapa?" tanya Pak Tommy
"Om tolong, bapak dan ibu saya masih ada didalam sana". Adrian menunjuk salah satu kontrakan yang masih terbakar.
"Kamu terus berdoa ya, minta sama Allah, damkar sedang berusaha memadamkan api" Pak Tommy ikut merasakan kesedihan Adrian, tapi ia tidak bisa berbuat banyak, karena damkarpun sudah berusaha.
Sesaat kemudian api sudah berhasil dipadamkan, ada beberapa korban luka-luka dan ada juga korban yang meninggal, termasuk bapak dan ibu Adrian.
Karena Adrian sudah tidak memiliki keluarga lagi di Jakarta, akhirnya Pak Tommy mengurus pemakaman orang tua Adrian, dan membawa Adrian kerumahnya untuk tinggal bersamanya.
Waktu itu Adrian masih duduk dibangku SMP, ia bersekolah ditempat yang sama dengan Lona. Karena rasa terimakasihnya kepada keluarga Adinata, ia berjanji akan menjaga dan melindungi Lona*.
######
"Terimakasih Tuan Besar, saya berjanji akan selalu menjaga keluarga anda, terutama nona muda Lona", Adrian membuka matanya, ia tersenyum menatap langit yang cerah dari dalam mobil, tak terasa buliran air mata menetes dan mengalir dipipinya.
"Pa, Lona kembali, Lona kembali pa" tangisnya semakin pecah, Jessica sedih melihat sahabatnya menangis hingga iapun ikut menangis.
Sesaat setelah membacakan doa untuk almarhum papa Lona, akhirnya Jessica bersuara untuk memecah keheningan.
"Hallo om Tommy, perkenalkan nama saya Jessica, sahabat anak om yang baik ini. Jeje akan jaga Lona, om yang tenang ya disana"
"Dari awal aku tau kamu orang yang baik Je, makanya aku mau bersahabat denganmu" Lona tersenyum dan menatap Jessica lembut, ia bersyukur masih banyak orang yang sayang dan tulus kepadanya.
Setelah selesai, mereka kembali kemobil dan mengantarkan Jessica terlebih dahulu untuk pulang kekediaman keluarga Surya.
"Lon, mampir dulu yuk", ajak Jessica setelah sampai didepan rumahnya.
"Sorry Je, kapan-kapan ya, gue capek banget, lo gak marah kan?"
"Enggak, santai aja, ya udah cepet pulang dan istirahat ya Lon, lusa kita sudah masuk kerja"
"Ok, lo juga ya, bye Jeje", Jessica mengangguk dan melambaikan tangan.
Lona sudah memasuki kawasan apartemen mewahnya, yang baru ia beli 2 minggu lalu.
__ADS_1
"Sekarang aku harus mandi dulu dan beristirahat, karena nanti malam aku akan berkunjung ke rumah mama" , Lona memasuki kamarnya yang bernuasa serba putih & baby pink. Ia merancangnya dibantu oleh design interior andalan keluarganya melalui video call.
Andrian sudah meninggalkan apartemen Lona sesaat setelah memesankan Lona makanan.
Dikediaman keluarga Wiley.
"Tuan, Nona Lona sudah tiba di Indonesia", ujar Sekertaris Al, sekertarisnya Willson.
"hmmm", jawaban yang sangat singkat yang keluar dari mulut willson.
Al keluar dari ruang kerja Willson, sesaat setelah berpamitan dan memberikan sebuah ponsel kepada Willson.
"Kita akan segera bertemu kembali", senyumnya mengembang melihat youtube channel milik Lona, di channel itu Lona sering membagikan aktivitasnya bernyanyi dan memasak. Selain seorang dokter, Lona juga seorang youtuber dan selebgram.
"maafkan aku Lona", senyumannya seketika sirna.
Di luar ruangan, sekertaris Al masih mematung di depan pintu.
"Tuan, semoga dengan kedatangan Nona Lona, hidup anda akan berwarna kembali"
"Sudah cukup lama anda menjaganya dari jauh, sekaranglah saatnya" , Sudut bibit Al tertarik membentuk senyuman yang sangat tipis.
Al mengingat pertemuannya dengan Adrian beberapa tahun yang lalu, saat Lona baru 1 minggu tinggal di Amerika. Adrian mengetahui kalau Lona diawasi oleh bodyguard kepercayaan keluarga Wiley.
#POV
"*Untuk apa kau mengawasi nona Lona?" ucap Adrian saat tiba di restoran, dan duduk di seberang Al, sebelumnya mereka sudah berbicara lewat ponsel untuk bertemu.
"Anda ingin minum apa tuan Adrian?"
"Sudahlah tidak perlu basa-basi lagi tuan Al, cukup jawab saja, untuk apa anda mengawasi nona Lona?"
Al meneguk kopinya lalu tersenyum tipis, "karena tuan muda ingin menjaganya", jawab Al.
"Hah, pengecut sekali tuanmu itu", Adrian masih mengingat kejadian dimana Lona menangis karena Willson.
"Sebaiknya anda bekerjasama saja tuan Adrian"
"Tidak perlu, nona Lona sudah memiliki bodyguard bayangan", sela Adrian.
"Sudahlah jangan diperpanjang, saya jamin semua itu tidak akan mengganggu kenyamanan nona Lona, jika sampai nona Lona menyadarinya sendiri, maka saya akan meminta bodyguard keluarga wiley untuk kembali ke Indonesia", Al berdiri dan permisi meninggalkan restoran setelah ia meninggalkan uang beberapa lembar untuk membayar pesanan kopinya tadi*.
######
********************************************
__ADS_1
Jangan lupa ya follow aku juga di instagram @itsfelia