
Hari senin
Lona nampak keluar dari mobilnya saat sudah berada di area parkir Wiley Group. Ia membawa paper bag yang isinya beberapa kotak makanan, bolu marmer buatannya untuk vlog masak nya. Setiap sabtu Lona biasa membuat kontan bernyanyi dan di hari minggu ia akan membuat konten masak-memasak untuk youtube channel nya.
Dan dihari senin, Lona akan membawa hasil masakannya untuk dibagikan kepada teman-temannya.
Lona bertemu Jessica di depan lift, disana juga ada Willson, Al, dan beberapa rekan dokter yang sedang menunggu lift terbuka.
Mereka semua masuk kedalam lift saat pintu lift sudah terbuka.
"dr.Halona?", tanya dr.Adam
"Ya, saya", jawab Lona.
"Wah, kenapa kau tidak bilang kalau yang kau maksud itu dr.Halona youtuber sih Will??", Adam menyenggol bahu Willson dengan bahunya yang tepat berada disampingnya.
Willson menatap dr.Adam dengan tatapan dingin yang membuat dr.Adam tidak berkomentar lagi.
dr.Adam adalah sahabat Willson saat tinggal di Jerman, yang sekarang menjabat sebagai manager Klinik di Wiley Group.
Halona hanya menatap aneh ke mereka berdua.
"Saya fans dr.Lona hehe, selamat ya collab anda dengan youtuber Jepang itu trending berurutan 1 dan 2 di youtube", lanjut Adam.
"Ah, iyakah? Saya justru belum lihat hehe", jawab Lona
Willson mengerutkan kening, "Collab dengan youtuber Jepang? Aku belum melihatnya".
Hingga sampailah mereka di lantai 7.
"dr.Lona", panggil dr.Adam setelah keluar dari lift.
"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?", jawab Lona.
"Ah jangan panggil saya tuan, perkenalkan saya Adam".
"Oh dr.Adam, senang berkenalan dengan anda, ini Jessica teman saya, dokter disini juga". Mereka saling berjabat tangan.
Mereka pergi ke pantry dan melanjutkan percakapan.
Lona membagikan bolu marmernya kepada teman-temannya yang ada di pantry, termasuk kepada dr.Adam.
Saat dr.Adam hendak memakannya, dr.Adam melirik jam tangannya.
"Saya tinggal dulu ya, saya harus ke ruangan Willson", dia segera berjalan menuju lift dan membawa bolunya yang ia taruh di kotak makan.
Sesampainya di ruangan Willson.
"Hai bro, gue mau makan bolu bentar ya", Adam duduk di sofa dan mulai membuka kotak makannya.
"Tumben lu sarapan bolu", kata Willson.
"Tadi dr.Lona yang kasih ke gue, bikinan dia, pasti enak banget nih"
Willson segera bangkit dan sedikit berlari ke arah Adam.
"Sini buat gue aja", Willson sudah merebut bolunya.
"Woy Will, dr.Lona kasih ke gue bukan ke elu"
"Enggak, pokoknya lu ga boleh makan ini, cuma gue yang boleh", mereka saling kejar-kejaran didalam ruangan disaksikan oleh Al.
"Hmmm hanya sebuah bolu? Aku kerja di perusahaan atau kerja di tadika mesra? aku seperti melihat upin ipin dan kawan-kawannya", Al menggelengkan kepalanya.
"Eh Will, lu minta sendiri sono sama dr.Lona!!", Adam masih mencoba merebut bolunya.
Willson pun dengan segera melahap habis bolunya, sambil mengunyah ia menjawab
"Sudah habis", kata-kata Willson terdengar tidak jelas karena dia masih sibuk mengunyah.
"Rese lu Will", Adam pun menjatuhkan diri ke sofa.
Mereka bertiga pun duduk disofa.
__ADS_1
Adam mulai memeriksa Willson. Willson teringat kata-kata Adam saat di lift tadi.
"Dam, tadi lu ngomong apaan di lift?"
"Yang mana?".
"Soal dr.Lona dan youtuber Jepang".
"Oh itu". Adam membuka hp nya dan memberikannya kepada Willson.
"Nih, lu liat sendiri, gue mau cepet-cepet kelar, bosen gue periksa lu mulu, mending gue liatin yang bening-bening kayak dr.Lona", kata Adam.
"Berani lu", Willson menoyor kepala Adam.
"Hahahahaha", disambut dengan gelak tawa Adam.
Adam melanjutkan memeriksa Willson, dan Willson mulai menonton trending youtube.
Seketika wajah Willson memerah, rahangnya mengeras, tangannya mengepal dan membanting hp Adam sampai hancur dan berserakan dilantai.
Adam merasa ada yang tak beres, ia ingin menenangkan Willson, tapi dicegah oleh Al, dan Adam disuruh untuk segera keluar dari ruangan oleh Al.
"Dia kenapa?", tanya Adam dalam hatinya sesaat setelah ia keluar dari ruangan Willson
Didalam ruangan Willson.
"Al, apa kau tau tentang ini?", tanya Willson.
"Ya tuan, rencananya saya akan memberi tahu anda pagi ini, tapi sebelumnya dr.Adam sudah membahasnya terlebih dahulu". Jawab Al, ia tahu Willson akan sangat marah jika ia mengetahuinya.
"Siapa dia?"
Al memberikan beberapa lembar informasi tentang Yuan.
Willson membaca dengan seksama lalu membantingnya diatas meja sofa.
"Jangan biarkan dia mendekati Halonaku"
"Baik tuan".
Followers Lona dan Yuan di instagram pun semakin meningkat. Sampai-sampai tak sedikit yang membuat fanbase untuk Lona Yuan, karena mereka merasa Lona dan Yuan sangat cocok sekali.
Willson sangat geram sekali dan meminta Al untuk melakukan sesuatu.
Al meminta hacker untuk mengambil alih akun-akun instagram yang membuat fanbase Lona Yuan dan menghapus akun itu, tetapi sia-sia saja karena akun-akun baru yang serupa terus bermunculan.
Diruangan Lona.
Sebuah notifikasi muncul di layar hp Lona, ada whatsapp dari nomor tidak dikenal.
"Hai Lona, selamat ya video kita trending". ~ Yuan.
Ternyata itu adalah sebuah pesan dari Yuan, setelah beberapa hari lalu mereka bertukar nomor ponsel, tapi Lona lupa menyimpan nomornya.
"Hai juga Yuan, selamat untuk kita, hehe". ~Lona.
Jawab Lona, lalu ia segera menyimpan nomor Yuan di hp nya.
"Maaf ya gara-gara kita collab, jadi banyak akun fanbase Lona Yuan di instagram". ~Yuan
"Tidak apa-apa, santai saja". ~Lona
Tak terasa waktu cepat berlalu, karyawan-karyawan sudah mulai bersiap untuk pulang.
Lona masih mencari kotak makannya di pantry.
"Lon, gue duluan ya, soalnya gue mau ada acara", Jessica menghapiri Lona di pantry.
"Ya Je, hati-hati ya", Jawab Lona, Jeje pun pergi meninggalkan pantry.
Beberapa saat kemudian.
"Nah ketemu", senyuman Lona mengembang.
__ADS_1
"Mari pulang", lanjut Lona dan segera bersiap-siap pulang.
Kantor sudah mulai sepi, Lona berjalan menuju lift.
Saat lift terbuka, terlihat ada Willson dan Al di dalam lift.
"Halona, bisa ikut aku sebentar?", tanya Willson saat Lona sudah masuk di dalam lift.
"Maaf tuan, saya tidak bisa".
"Sebentar saja", Willson menatap sendu ke arah Lona.
"Baiklah".
Lona memasuki mobil Willson.
Didalam mobil suasana sangat hening, sampai Lona mencoba bertanya ke Willson.
"Kita mau kemana?"
"Kesuatu tempat", Jawab Willson, lalu menatap Lona.
"Kau pasti tau", lanjut Willson.
Lona mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.
Mobil sudah berhenti di area parkir, didepannya ada sebuah Danau.
"Will, kenapa kita kesini?", Lona terbelalak ketika ia tahu jika Willson membawanya ke Danau, ya Danau dimana itu adalah tempat terindah dimasa lalu nya, dimana Willson menyatakan cinta kepada Halona.
Dan di kursi itu, Willson memberikan kotak musik kepada Lona.
"Tempat ini terlihat sepi pengunjung, mungkin karena hari kerja", pikir Lona
Padahal tanpa sepengetahuan Lona, Willson lah yang telah menutup Danau itu agar tidak ada pengunjung untuk hari ini, karena ternyata itu adalah Danau milik keluarga Willson yang dijadikan tempat wisata.
"Aku rindu dengan tempat ini, kamu tidak keberatan kan menemani aku disini?"
Lona nampak berfikir.
"Sebentar saja", lanjut Willson.
"Ok", jawab Lona
Mereka berjalan mendekati danau, dan duduk di kursi yang dulu mereka duduki.
"Tempat ini semakin bagus", Ucap Willson.
"Ya", hati Lona terasa sakit, perih sekali, luka yang sempat menggores hatinya bagai disiram air garam.
Kemudian Lona terisak, Lona sudah mencoba menahannya, tapi ternyata tidak semudah itu.
Dia merindukan Will nya, tapi dia juga membencinya. Dia ingin memeluknya, tapi dia juga ingin menamparnya.
"Halona", Willson terkejut saat melihat Lona menangis.
Willson mendekatkan diri ke arah Lona dan mencoba memeluk untuk menenangkan Lona.
"Lepas Will, lepas", Lona meronta-ronta.
"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu lagi, kamu Halonaku", Willson tetap memeluk Lona walaupun Lona terus meronta-ronta untuk dilepaskan.
Sampai akhirnya Lona merasa tubuhnya lelah, dan sekarang ia mulai melunak. Pikirannya mulai tenang menghirup aroma tubuh Willson, sangat menenangkan pikirnya.
"Halona, maafkan aku, tolong maafkan aku", Willson tetap memeluk Lona dan mengelus-elus rambut panjangnya.
Lona hanya diam, Willson melepaskan pelukannya, menjauhkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat wajah Lona.
"Jangan menangis lagi Lon, aku mohon", Willson mengapus air mata yang keluar terus menerus dari mata indah Lona.
#Bersambung#
*********************************************
__ADS_1
Dukung aku ya dengan like dan komen, agar aku makin semangat nulis..
Follow juga instagram aku @itsfelia