Tak Sanggup Melupa

Tak Sanggup Melupa
Kedatangan Aurel


__ADS_3

Aurel sudah berada di balkon kamar Lona, tentu saja bersama Lona. Mereka senang sekali akhirnya bisa bertemu kembali, selama setahun ini mereka belum sempat bertemu karena kesibukan masing-masing.


"Lon, lo belum berniat untuk punya pacar?"


"Mmm sepertinya belum rel"


"Kenapa? Jangan bilang lo mau fokus dengan pekerjaan lo, ah sudah alasan yang basi"


"hahaha, tau aja lo rel"


"Lon, lo masih menunggu Willson ya?"


Lona terdiam sesaat dan menjawab, "tidak".


"Iya juga gak apa-apa kali Lon, mungkin saja dia juga nungguin lo"


Lona tersenyum sinis, "itu tidak mungkin".


"Tapi sebenarnya kan kalian belum putus Lon, gak ada kata-kata putus kan dari dia?"


"Dengan kepergiannya, menurutku itu sudah pertanda dia memutuskan hubungan kami"


"Tapi lo masih sayang kan sama dia? Masih cinta sama Willson kan Lon??"


"Ih apaan sih Rel, gak usah bahas itu, bikin bad mood gue aja"


Aurel tersenyum, karena merasa menemukan jawabannya.


"Rel, lo pernah ketemu Aditya lagi belum?"


Aurel hampir tersedak orange juice yang sedang ia minum.

__ADS_1


"Gue belum cerita sama lo ya Lon?" Lona menggeleng.


"Ah gue terlalu sibuk tahun ini sampai-sampai gue lupa curhat" Aurel menepuk jidatnya


"Tau gak sih rel, Adit itu dosen pembimbing gue waktu gue skripsi dulu". Tanpa sadar Lona membulatkan matanya dan membuka mulutnya karena begitu kaget.


"Kok bisa?"


"Kaget kan lo, gue aja kaget Lon. Lo tau kan Adit dari waktu SMA emang udah pinter. Dia kuliah di Inggris, yang gue denger dari dosen lain sih katanya dia menyelesaikan sarjana dan pascasarjana dengan cepat, dia juga lulusan terbaik difakultasnya. Gila gak sih Lon, itu manusia apa perpustakaan, pinter amat".


"Wah wah wah, untung lo dulu gak pacaran sama Adit Rel, bisa minder lu hahaha, otak lo kan pas-pasan", Lona terkekeh.


"Sialan lo", cibir Aurel.


Merekapun asyik mengobrol sampai sore hari.


Aurel berpamitan pulang, karena besok ia juga akan berangkat bekerja.


Karena mobilnya sudah datang, Lona pulang sendiri mengendari mobil barunya setelah berpamitan dengan keluarganya.


Dikediaman Wiley.


"Al, atur lift khusus petinggi perusahaan agar dokter perusahaan juga bisa memasukinya", terlihat Willson sedang berbicara melalui sambungan telepon, kemudian langsung memutuskan sambungan telepon sebelum Al menjawabnya.


Willson berjalan mendekati meja disudut tempat tidurnya, ia mengambil kotak musik dan membukanya sehingga melantunkan irama musik yang syahdu.


Ya kotak musik itu, kotak musik yang sama dengan kotak musik milik Lona.


#POV


Sepulang sekolah.

__ADS_1


"Halona", panggil Willson.


Lona menoleh, "ya will?".


"Bisa ikut aku sebentar?", Lona mengangguk.


Sesampainya di danau, mereka duduk dikursi taman yang berhadapan dengan danau.


Willson menyatakan cintanya di danau tersebut dan diterima oleh Lona.


Willson kemudian mengambil kotak kado didalam mobil yang supirnya parkir tak jauh dari tempatnya duduk.


Kotak kado itu diberikan kepada Lona.


"Simpan ini", Lona membuka kotak kado, itu adalah kotak musik.


Lona tersenyum, "terimakasih will".


"Sama-sama, aku juga memiliki kotak musik yang sama", Willson membuka paper bag yang ia bawa.


"Ini adalah sepasang, kamu menyimpan kotak musik yang didalamnya terdapat seorang pria yang memegang setengah hati, dan aku menyimpan kotak musik yang didalamnya terdapat seorang wanita yang memegang setengah hati. Jika belahan hati ini disatukan, maka akan tercipta irama musik yang utuh, dari awal sampai akhir. Tapi jika tidak disatukan, maka kotak musik hanya akan mengeluarkan irama musik dengan setengah lagu saja. Saling melengkapi bukan? Seperti kita", Willson menatap Lona.


Wajah Lona memerah dibuatnya.


"Will, kau belajar gombal dari mana?"


Willson hanya terkekeh.


######


***************************************

__ADS_1


Follow instagram aku ya @itsfelia


__ADS_2