Tak Sanggup Melupa

Tak Sanggup Melupa
Nostalgia


__ADS_3

Lona masih memandangi fotonya dan Aurel, ia tersenyum lalu perlahan-lahan ia tertawa terbahak-bahak saat dia mengingat sesuatu yang menurutnya masih lucu sampai sekarang.


Dulu saat mereka masih kelas 1 SMA, Aurel menyukai kakak kelas di kelas 3 yang menurutnya tampan dan cool, namanya Aditya. Tapi sayangnya Aditya menganggap Aurel masih kecil dan lebih pantas untuk menjadi adiknya.


"Hahahahhahahahahhahahahahha", Lona makin terbahak-bahak mengingatnya


Lalu Lona mengingat kembali kejadian selanjutnya.


#POV


Karena Aurel kesal dengan Aditya, lalu mereka merencanakan sesuatu. Agar menghilangkan kecurigaan terhadap mereka, mereka mengulur waktu sampai hingga beberapa bulan.


Akhirnya waktunya sudah tepat, mereka mencari kardus bekas sepatu, lalu mengisinya dengan batu bata, batu kerikil, dan buah jambu biji yang sudah digerogoti sebagian oleh kelelawar, yang mereka petik sendiri dari kebun keluarga Aurel.


Setelah terisi penuh, mereka membungkusnya dengan kertas kado yang romantis, tidak lupa mereka menghias dengan pita yang berbentuk bunga.


"Wah indah sekali", Aurel melirik Lona.


"Hahahahahaha", lalu mereka terkekeh bersamaan.


"Dia pasti tidak akan menyangka kalau isinya adalah batu dan jambu biji bolong, hahaha", ucap Lona.

__ADS_1


"Besok kita harus berangkat pagi sekali, agar tidak ada orang yang memergoki kita, besok lo berangkat bareng gue aja ya Lon, gue jemput lo sebelum jam 6 pagi".


"Ok"


Esok paginya, kakak-kakak kelas 3 dihebohkan dengan Aditya yang mendapatkan kado di atas mejanya.


Semua temannya menyoraki Aditya karena memiliki penggemar rahasia.


Tertulis dikertas


To : Aditya


"Buka buka buka buka buka", sorakan dari teman-teman sekelasnya.


Adityapun membuka kadonya, dan betapa terkejutnya ia dan teman-temannya karena melihat isinya, sontak saja semua teman-temannya tertawa dan membuat Aditya kesal.


Kejadian itupun tersebar cepat dikalangan sekolah, dan membuat Aditya semakin kesal.


Aditya mencoba keruangan security yang mengawasi cctv, tapi sayangnya cctv dari jam 06:00 - 07:00 tidak tersedia karena listrik sekolah sempat padam.


Didalam mobil, Lona dan Aurel tertawa puas, karena rencananya berhasil. Mereka juga yang membayar security untuk melancarkan rencananya.

__ADS_1


######


Sampai sekarang, siapa pengirim kado itu belum diketahui oleh Aditya dan teman-temannya.


Lona kembali tertawa saat mengingat kekonyolannya dengan Aurel. Dia tak tau apa jadinya kalau mereka ketahuan jika yang mengirim kado itu ada mereka berdua.


"Setelah aku pikir-pikir, kasian juga kalau aku liat ekspresi wajah Aditya saat itu, cukup jadi rahasia antara aku dan Aurel".


Lona membuka laci meja belajarnya, ia melihat kotak musik pemberian Willson. Dulu ia sangat menyukai irama musik yang ada pada kotak musik itu, hingga melekat dalam ingatannya, terkadang tanpa sadar ia bersenandung sesuai irama kotak musik itu. Tetapi ketika ia sadar, dia akan segera menghentikannya, karena rasa kehilangan itu akan muncul kembali.


Lona memasukan kembali kotak musik itu, ia tidak ingin berlarut-larut mengingat kenangan itu.


Kemudian ia membuka album foto saat kelulusan SMA. Ada Adrian disana, Lona tersenyum.


"Terimakasih Dri, sudah menjagaku, menemaniku dan selalu membantuku, menjadi kakak dan teman yang baik".


Semenjak papa Lona meninggal, Adrian selalu menemani Lona. Dia menjadi kakak, teman dan asisten pribadi Lona, itu atas kemauannya sendiri, karena dengan begitu dia bisa selalu menjaga Lona.


Lalu Lona beralih pada foto didinding, foto masa kecilnya dengan papa, mama dan kakaknya.


"Indah sekali, aku merindukan papa"

__ADS_1


__ADS_2