
Mereka berdua menganggukan kepalanya tanda mengerti penjelasan bunda. Akhirnya acara makan paginyanya selesai, setelah selesai seperti biasa bunda membersihkan sisa makanan tadi dibantu oleh Kesya,sedangkan Fahri pergi ke ruang keluarga untuk nonton TV.
*****
Kesya yang membantu bunda Thanisa merapikan piring yang sudah bersih kedalam lemaripun berhenti, saat mendapati pertanyaan dari bunda tentang kuliahnya.
"Key kamu mau lanjut dimana kuliah nantinya?"tanya bunda Thanisa dengan lembut sambil mencuci tangannya.
"Gak tau Bun,tapi sih kata pihak sekolah aku kuliah diuniversitas ternama diindonesia.Kalau lebih jelasnya sih belum tahu, kata pak Yusuf (kepala sekolah Kesya) hari ini aku disuruh ke rumahnya,untuk mengambil dokumen pendaftaran"jelasnya dengan panjang lebar, sambil merapikan piring yang tersisa.
"Alhamdulillah...,bunda enggak nyangka aja kakak dapat beasiswa diuniversitas ternama di Indonesia, padahalkan kakak enggak pinter juga hanya aktif dalam setiap olimpiade penjas"jawab bunda dengan bangga dan wajah mengejeknya.
"Iiihh...bunda apaan sih, gini-gini Kesya juara terus loh olimpiade Nasionalnya dari SD yah wajar dapat beasiswa, ini malah diejek"dengan wajah kesel dan kuteknya.
Setelah selesai membantu bunda membersihkan piring bekas makannya, Kesya kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke rumah pak Yusuf.Dengan menggunakan baju yang sopan Kesya keluar dari kamar, pergi menemui bunda untuk berpamitan.
__ADS_1
"Bunda Kesya pamit dulu yaa, untuk pergi kerumah pak Yusuf"dengan mencium punggung tangan bunda Thanisa.
"Iya hati-hati dijalan yaa kak"balas bunda sambil mengelus kepala Kesya dengan lembut.
"Okey siap bun,Kesya berangkat dulu yah Assalammualaikum"jawab Kesya dengan senyum manisnya.
"Waalaikumsalam"jawab bunda dengan lembut.
Saat lewat ruang keluarga, Kesya melihat adik cerewetnya yang lagi nonton siaran kesukaannya sambil ngemil keripik ubi.
"Mau kemana kak,kok tumben udah wangi biasanya juga dikamar enggak keluar-keluar"sambil memakan keripik ubi kesukaannya.
"Enak aja lu kak,sini balikin keripik ubinya Fahri"merampas kembali keripik ubinya yang ditangan Kesya.
"Dasar pelit,untuk cuma satu kalau banyak adik kayak kamu bisa mati muda gue"balasnya dengan jutek.
__ADS_1
"Syukur deh kalau kakak mati muda jadinya kan enggak ada lagi kakak yang cerewet dan galak"jawabnya dengan enteng sambil memakan kembali keripik ubinya.
"Sembarang lu curut, mau gue hajar lu nyumpahin gue mati muda"sambil menjitak kepalanya Fahri.
"Aduhh... sakit tau, dasar kakak galak"adunya sambil mengelus kepalanya yang dijitak Kesya.
"Rasain lu, kalau jadi adik itu yang nurut enggak usah cerewet emang mau jadi adik durhaka"sambil memakan kembali keripik yang ada ditangannya Fahri.
"Udahh pergi sono, katanya mau ngurus urusan negara tapi enggak berangkat-berangkat, bisa habis keripik ubi Fahri kalau kakak ada disini terus"jawabnya sambil melihat Isik keripik ubinya yang masih setengah.
"Iya bawel,ini juga mau berangkat siapa juga yang mau lama-lama deket lu"beranjak dari kursi yang diduduki nya.
Setelah beradu mulut dengan Fahri selesai, Kesya pergi kedepan rumah untuk mengambil motornya. Sebelum berangkat Kesya memakai helm terlebih dahulu ke kepalanya dan memanaskan motornya selama 5 menit. Setelah semuanya selesai, Kesya langsung menjalankan motornya menyusuri jalan raya yang tidak terlalu ramai ke rumah pak Yusuf. Sepanjang perjalanan Kesya bernyanyi-nyanyi riang dengan lagu asal-asalan, tepat di depan sekitaran 1km terdapat lampu lalu lintas sedang berwarna merah yang tandanya diwajibkan berhenti. Kesya pun berhenti tanpa memelankan suaranya yang bernyanyi, sedangkan tanpa menyadari banyak mata yang melihat aneh dirinya. Setelah lampu lalu lintas telah berganti bewarna hijau Kesya yang asik bernyanyi tidak menyadari bahwa kendaraan yang lain sudah jalan, sehingga banyak klakson motor dan mobil berbunyi pertanda dibelakang banyak yang menunggu untuk melanjutkan perjalanan dan tak heran banyak orang-orang yang marah karena tingkahnya.
"Tit..tittt..., buruan neng jalannya ini kami lagi buru-buru" teriakan orang yang mengendarai motor di belakangnya.
__ADS_1
"ehhh maaf pak, enggak sadar" dengan senyum cengengesannya yang seperti tidak melakukan kesalahan.
Dengan cepat Kesya melajukan motornya melewati lampu lalu lintas yang telah bewarna hijau, dan mengutuki dirinya yang ceroboh karena tingkahnya yang cukup memalukan.