
"ehhh maaf pak, enggak sadar" dengan senyum cengengesannya yang seperti tidak melakukan kesalahan.
Dengan cepat Kesya melajukan motornya melewati lampu lalu lintas yang telah bewarna hijau, dan mengutuki dirinya yang ceroboh karena tingkahnya yang cukup memalukan.
*****
Diwaktu yang sama ditempat yang berbeda, Seorang pemuda sedang asik-asiknya tidur di sebuah apartemen mewah yang hanya bisa didiami oleh orang-orang kaya di berbagai dunia.Dinding yang mendominasi warna biru tua dan hitam menambah kesan mewahnya, dengan jendela yang menghadap langsung ke arah padatnya kota New York, Amerika Serikat.Sebuah ponsel mewah dengan beraninya berbunyi mengganggu tidur pemuda tampan yang masih malas untuk bangun.
"Dtetrttr...tdrttt..."begetar dan mengeluarkan lagu barat terbaru di Amerika.
Pemuda tersebut meraba tempat tidurnya yang besar, untuk mengambil ponsel yang selalu berbunyi mengganggu tidur nyenyak nya.
"Farhan....kamu kemana aja,mama telepon enggak diangkat-angkat"suara keras dan kesel mamanya yang diseberang sana.
"Aduhhh...ma.. jangan teriak-teriak,masih pagi udah aja marah"khas dengan suara baru bangun tidur sambil menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Apa kamu bilang ini masih pagi Farhan...,kamu enggak lihat matahari udah terang disana"dengan suara kesel karena tingkah anaknya yang tidak pernah berubah.
"Iya.. iya.. Farhan bangun,emannya ada apaan si ma nelpon Farhan enggak kayak biasanya"curiga dengan sikap mamanya yang tidak seperti biasa.
"Mama hanya mau bilang kata papa, kamu enggak kuliah di Amerikan, karena kamu enggak pernah berubah masih aja kayak begini,jadi mama sama papa sepakat kamu kuliah di universitas ternama di Indonesia"jelas mama Dela dengan semangat.
__ADS_1
"Apaa.. Mama enggak becanda kan"jawabnya dengan wajah kaget.
"Mama enggak becanda sayang, itu maunya papa kamu, kamu kan tau kalau perintah papa enggak bisa dibantah"jawab mama Dela dengan antusias karena anaknya akan pulang.
"Pokoknya Farhan enggak mau tau, Farhan tetep enggak mau pulang titikk"ancamnya Farhan.
"Kamu enggak bisa nolak nak,kamu tau sendiri kan kamu itu sekolah disana karena papamu mau kamu berubah bukan jadi semakin parah,jangan pikir papamu enggak tahu pekerjaan kamu disana apa.kamu disana hanya bisa berpoya-poya"jawab mama Dela dengan keselnya.
"Tapi mah farhan it..Tut..tut"dengan wajah kesel Farhan memandang penselnya yang telah dimatikan mamanga secara sepihak.
Farham manggaruk kepalanya frustasi karena perintah papanya yang tidak bidah dibantah.
"Aakhkhh....berengsek"racaunya frustasi sambil melemparkan ponsel ke kasur empuknya.
Cukup sudah 3 tahun Farhan di Amerika, 1 bulan kedepan dia akan pulang kembali ke tanah kelahirannya.sebenarnya sih Farhan bukan keturunan asli Indonesia karena papanya yang keturunan Korea-Indonesia sedangkan mamanya asli Indonesia jadi wajar jika wajah Farhan tampan dengan wajah yang tegas,kelopak mata agak kecil,hidung mancung dan kulit putih kekuningan.
Farhan sebenarnya bukan anak yang nakal hanya saja dia butuh kebebasan,tidak mau diatur-atur, tapi papanya yang sangat menyayangi nya selalu membatasinya.Apalagi anak satu-satunya membuat Farhan merasa dirinya dikurung di sangkar emas.
______________________________________________
__ADS_1
25 menit dijalan akhirnya kesya datang juga di depan rumah pak Yusuf, dipandang nya rumah yang sederhana tapi indah dan bersih dengan taman di pinggir jendela, setelah 5 menit Kesya mengagumi rumah tersebut sapam yang menjaga rumah tersebut keluar dan menanyai alasan kedatangannya.
"Ada yang bisa saya bantu non"tanya pak sapam yang menjaga rumah tersebut.
"hmmm begini pak saya mau bertemu dengan pak Yusuf, apa beliau ada dirumah?"tanya Kesya dengan percaya diri.
"Ada non, silahkan masuk"jawab pak sapam dengan sopan sambil membuka gerbangnya.
"Makasih yah pak"sambil menghidupkan kembali motornya.
Setelah memarkirkan motornya,Kesya turun dan bejalan kedepan pintu rumah tersebut sambil membunyikan bel masuk.
"Ting tong..."bunyi yang berisik membuat wanita parubaya pun datang dan membuk pintu rumah tersebut.
"Ehhh nak Kesya,masuk nak" istrinya pak Yusuf khas dengan wajah keibuannya.
"Iya buk,hmmm pak Yusuf ada ?"tanya Kesya dengan ramah.
"Ada nak,silahkan duduk biar ibu panggilkan dulu bapaknya"
setelah menunggu beberapa menit bapak Yusuf pun datang dengan istrinya yang dibelakang membawa minuman ke meja.
__ADS_1