
"Kak setelah selesai langsung kebelakang
untuk makan malam, bunda udah masak banyak malam ini"kata bunda khas dengan suara lembutnya.
"Iya bun, nanti Kesya nyusul, bunda duluan aja"meletakkan kembali mukenahnya ke tempat semula.
*****
Hari yang paling ditunggu pun tiba, tapi sayangnya seorang gadis berlari lari melewati teras panjang yang ada ditempat kuliahnya.Siapa lagi kalau bukan Kesya, yang terlambat datang gara-gara sang adik laknat membuat nya telat dihari pertama masuk kuliah nya.Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Kesya menghela nafas beratnya agar lebih teratur, sambil merapikan kembali bajunya yang berantakan gara gara lari sampai di depan kelasnya.Dilihatnya jam yang menunjukkan angka 08.45 WIB,bahwa ia telat 15 menit dari waktu yang ditentukan.
Tok tok tok
"permisi pak, maaf saya telat boleh saya masuk"menundukkan kepalanya dengan tangan yang saling berpautan.
(Kesya tahu itu dosen karena suaranya yahh)
"Baru masuk sudah telat, jadi mahasiswi itu harus disiplin jangan pemalas"
"Baik pak, saya tidak akan mengulangi nya lagi"deangan jantung yang bergemuruh dan keringat yang ada di dahinya.'Bodohnya kau Kesya baru masuk udah buat masalah,awas Lo Fahri kalau gue pulang nanti gue tendang lu dari rumah' gumangnya.
"Baiklah kamu boleh masuk lain kali jika kamu ulangi, kamu boleh keluar dan jangan masuk di jam pelajaran saya"
"Iya pak terima kasih"berjalan menuju bangku yang paling belakang.
Meletakkan tas di atas meja, Kesya duduk sambil menyandarkan badanya ke penyandaran.Merasa ada yang aneh dengan semua orang diruanganya, sunyi tak bersuara berbeda dengan ruangan lainnya yang berisik saat dilewati nya tadi.Kesya melihat sekeliling nya yang berpokus pada satu titik didepan,yah siapa lagi kalau bukan dosennya itu.Ia pun mengikuti arah pandang mereka dan 'glegg' ia menelan Salivanya dengan kasar saat matanya melihat sosok yang sangat tampan.
'gila baru sadar gue ternyata dosenya bisa setampan dia, bodohnya gue kok enggak sadar dari tadi'katanya lirih dengan volume kecil.
Nama: Gevano moniki
Umur : 24 tahun
Dosen matematika sekaligus Fisika diuniversitas Kesya yang dikenal dengan wajah tampan,manis,dan memiliki sifat yang tegas dan dingin.
"Baiklah Hari ini kita langsung saja belajar mengenai...."melirik ke arah Kesya.
"kamu kenapa lihat saya seperti itu"dengan menunjuk ke arah Kesya.
__ADS_1
Semua orang yang ada dalam ruangan tersebut melihat ke arah Kesya dengan tatapan yang sinis.
"Eahhhh.. ada apa pak, saya kenapa?"menjawab dengan suara gugupnya.'mati gue malu maluin diri gue banget'gumamnya sambil menampar lemah dahinya.
"Iya kamu siapa namanya...?, kenapa bengong di saat saya menjelaskan,kamu gak tahu kalau saya paling tidak suka melihat mahasiswa/i saya yang bengong saat saya menjelaskan"
"Hehehe iya pak maaf, Nama saya Kesya Aurora, bapak bisa pangil saya apa aja deh khusus buat bapak, emmm kalau soal tadi itu saya lihat cicak yang lagi makan nyamuk pak"tawanya cengengesan sambil menggaruk belakang lehernya.
Hal itu membuat semua kelas kompak tertawa melihat bertapa bodohnya Kesya mencari ide dalam menghindari masalah, yang jelas bisa dilihat dengan raut wajah lucunya kesya karena katahuan dalam bohong.
"Kesya Kesya, kamu itu mau bohong tapi belum ahli"menggelengkan kepalanya melihat tingkah mahasiswinya yang aneh.
"Masa sih pak, emang kelihatan bener ekspresnya"dengan wajah polos tapi lucu dimata temen sekelasnya.
"Terserah kamu deh, ketularan **** kalau ladenin orang kayak kamu, yaudah kita lanjutkan kembali penjelasan yang terputus gara gara satu kabelnya konslet"jawab pakdos Dev dengan santai.
'Enak aja gue di bilang ****, walaupun **** dalam urusan hitung tapi pinter pelajaran yang lain'gumamnya sambil memaki maki pak dosen gila barunya dan membanggakan dirinya.
_____
Mata kuliah yang paling membosankan baginya pun telah selesai.Etah mengapa dia bisa masuk di jurusan IPA, padahal harapanya ingin masuk di bagian lebih menakjubkan seperti parawisata biar bisa jalan jalan, ehhh malah kepentok di jurusan IPA.
Menurutnya pelajaran IPA dan MTK sangantnlah aneh, ia sangat membenci pelajaran yang berbau menghitung, bisa bisanya masih ada yang menyukai mata pelajaran tersebut.
"Kesya Lo emang enggak ada takut takutnya yah, masa dosen ngejelasin lu malah molor"tanya temen Kesya menepuk pundaknya.
Kesya yang lagi melamun kaget melihat Kunti di siang bolong mengganggu ketenangan jiwanya.
Nama: Talia Oktavia
Umur : 18 tahun
Temen baru Kesya yang memiliki sifat yang manja, bodoh, dan sangat ember sekaligus bikin orang kesel.
"Astagfirullah, lu mau mati ngagetin gue"penuh dengan tatapan kesalnya.
"Ya elah galak amat, lu sih gue panggil enggak nyadar nyadar, emang lu ngelamunin apa??, atau lu mikirin pas tadi siang yah, ayoo ngaku"sambil menggerakkan jari telunjuknya.
__ADS_1
"Apaan sih malu maluin gue banget"menepis tuduhan yang dilontarkan Talia padanya.
Flashback
"Baiklah ada yang ingin ditanyakan"Menatap satu persatu penghuni ruangan terebut.
Mata tajam Devano berhenti pada satu titik yang sangat membuatnya naik pitam, ya siapa lagi kalau bukan gadis kecil yang lagi tidur dengan pulasnya dibalik buku yang didirikan di atas meja, menutupi kepala sang empuh yang masih enaknya tidur.
Ingin sekali rasanya Devano melempar keluar gadis tersebut, tapi otak kecilnya berpikir menghadapi orang kayak Kesya harus sabar dan bijak dalam menangani nya.
"Kesya Aurora, udah puas tidurnya"memukul pelan bangku Kesya dan dengan suara dingin nya.
"Eihh iya pak, ada apa??"Sambil mengucek matanya yang masih gabur.
"Haahahh"serempak lagi lagi Kesya menjadi bahan tawa temen sekelasnya.
"Apa lu pada ngetawain gue, mau gue hajar lu"belagak tegas untuk ngehilangkan rasa malunya.
"Iiihhhh udah gede masih ileran"jawab temen seberangnya sambil menggedik geli.
"haaa, yang bener lu"sambil mengepal sisa iler dimulutnya dengan baju lengan tangannya.
'blusss' wajah Kesya berubah merah seperti tomat matang saat temennya mengatakan hal memalukan tersebut.
"Permisi pak saya ke toilet dulu"pergi meninggalkan ruangan tersebut tampa mendengarkan kata izin terlebih dahulu.
flashback
Setelah memikirkan kejadian konyol nya tadi, Kesya mendadak ngeri membayangkan bertapa bodohnya dia tertidur dengan pulas tampa menyadari ilernya yang keluar.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote cerita pertama aku, biar lebih semangat lagi menulisnya.
TBC