
"Selamat yah nak, ayah bangga punya anak yang berprestasi kayak kalian berdua"mengusap kepala kedua anaknya.
Seperti itulah kehidupan keluarga Kesya, walaupun hidup sederhana tetapi keluarga tersebut tidak pernah mengeluh dan selalu bersyukur dan penuh kasih sayang.
*****
Di Amerika, Farhan yang berdiri di depan balkon kamar menatap indahnya kota new York pada malam hari, dengan pemandangan lampu kota dan kendaraan yang berlalu lalang
melintas padatnya kota, menambah keindahan kota new York pada malam hari.
Setelah bosan memandang kepadatan kota tersebut, Farhan merogoh kantong celana nya mengambil benda pipih yang sangat mahal itu, sambil mengotak ngantikan benda tersebut dan menempelkan di telinganya.
"Hallo bro..,Lo mau mati baru nelpon gue balik, Lo dari mana aja gue telepon gak diangakat angkat"bisa ditebak wajah kesal aldi diseberang sana.
'dengan menggunakan bahasa inggris'
Visual aldi
Nama :Aldi Alfaro
Umur :19 tahun
Anak keluarga terkaya ke 5 di Jepang blastaran jepang-indonesia, sahabat baik Farhan Alendra.Mempunyai paras yang tampan dan sifat tegas, ceria, bodoh dan playboy.
----
"Berisikk..lu, temui gue di cafe biasa, sekarang gak pakai lama,tutt...tuttt"mematikan teleponnya tanpa mau mendengar penolakan dari aldi dengan suara dinginya.
Setelah mematikan teleponnya, Farhan langsung memasukkan kembali HP nya kedalam kantong celana dan bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya di meja.Berjalan ke arah lift dan langsung mengeluarkan kartu berseginya dan menempelkan kartu tersebut sehingga pintu lift itu terbuka secara otomatis, tanpa menunggu lama faihan langsung masuk dan memencet tombol turun karena pintu telah tertutup kembali.
Setelah tiba di lantai bawah Farhan keluar saat pintu lift tersebut telah terbuka sendiri dan berjalan menuju bagasi, memencet tombol di kunci mobilnya sehingga mobil sport tersebut berbunyi dan membuka pintu untuk tuannya secara otomatis.
Dengan gerakan cepat, Farhan masuk dan langsung menyala mobilnya melaju menuju cafe berbintang lima di tengah kota new York.
Setelah 40 menit dijalan tibalah Farhan dengan mobil sportnya di depan kafe besar tersebut, memarkirkan mobilnya dan langsung keluar menuju pintu masuk kafe dengan wajah datarnya tanpa peduli banyak mata yang memandang kagum akan ketampanannya.
Melangkah dengan cepat menuju ruang privat yang biasa dikunjunginya bersama Aldi dan teman lainnya.
"Udah lama nunggunya"tanya Farhan saat telah duduk di kursi empuk didepan Aldi dengan kaki yang disilangkan keatas kaki kirinya.
__ADS_1
"Enggak cuma 35 menit doang"jawab Aldi jutek sambil mengambil minuman bersoda didepannya.
Aldi lebih dulu datang karena apartemennya tidak jauh dari cafe tersebut dibandingkan dengan apartemen Farhan.
"Bagus lah kalau cuma 35 menit"ucapnya santai.
"Hmmm"mengerang kesal karena sahabatnya yang satu ini selalu bisa buatnya mengusap dada menahan emosi yang mau meledak.
"langsung aja tumben lu ngajak gue mendadak begini, gara gara lu gue batal jalan sama pacar baru gue ke pantai dan ini karena Lo"jawabnya kesel mengingat dirinya yang berbohong dan membatalkan acaranya sama sang pacar.
"Jadi Lo enggak ikhlas gue suruh kesini,yaudah buruan sana pergi"sambil melipatkan tangannya di depan dada bidangnya.
"ehhh enggak gitu juga Han gue cuma becanda, jadi Lo punya masalah apa sampai nyuruh gue kesini"duduk santai sambil memandang wajah Farhan yang lagi kesel.
"Bulan depan gue disuruh balik sama papa dan mama gue, katanya disuruh kuliah disana"dengan wajah sedih sambil menghembus nafas berat nya.
"Teruss..."menatap serius dengan wajah yang masih bingung.
"Lo bodoh atau gimana sih, udah tau gue gak suka deket sama mama papa gue, bisa mati muda gue dengerin ceramah nyokap gue.menyilangkan tangan kekernya ke dada.
"Yaudah gak usah balik, gitu doang susah"jawabnya santai tanpa wajah bersalah.
"Enak aja Lo kalau ngomong, wajah tampan kek gini diragukan"sambil melemparkan bantal sofa ke arah Farhan.
"Lo gue ajak ngomong serius masih aja di bawa becanda,mau cepet mati Lo"menatanya dengan sinis.
"Yaudah langsung to the poin aja, jangan betele tela jadi bingung gue"wajah jutek yang menyebalkan bagi Farhan.
"Salah orang gue kayaknya ngajak Lo kesini, bukan mau beri solusi ehhh malah bikin gue tambah emosi"menyandarkan kembali badannya ke kursi sambil memijit pelan pangkal hidungnya.
Visual Farhan Alendra
nama :Farhan Alendra
Umur :19 tahun
Anak tunggal dari pemilik perusahaan Alendra grub yang sangat takuti.memiliki sitat yang dingin, tegas, dan pintar sehingga membuat Farhan ditakuti banyak kalangan sekaligus dikagumi kaum hawa karena ketampanan nya yang bisa menghipnotis siapa saja.
----
__ADS_1
Sedangkan Aldi jangan ditanyakan lagi ekspresi wajah bodohnya itu, ia menatap bingung arah bicara Farhan,otak kecilnya menjelaskan bahwa kembali ke negara tercinta dan berkumpul kembali kekeluarga, sangat dinantikan jadi dimana letak kesalahnya.
_______
waktu terus berjalan tanpa sadar satu bulan telah berlalu.Di kamar yang sederhana dengan cat yang bewana abu abu, Seorang wanita cantik dan imut sangat sibuk mondar-mandir menyiapkan keperluan kuliahnya.ia sangat tidak sabar menunggu menjelang pagi esok, dilihatnya jam dinding yang terasa sangat lambat bergerak tidak seperti biasanya.
karena terlalu bersemangat Kesya yang kelelahan membaringkan tubuhnya ke kasur dengan memandang langit langit rumahnya.Pikirannya selalu mengbayangkan bertapa bahagianya Kesya saat pertama kali masuk kuliah, mendapatkan teman baru, bisa melihat cowok ganteng apalagi melihat kakak kelas saat most nanti, membuatnya senyum senyum sendiri, menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil guling guling dikasur empuknya.
Fahri yang lewat depan kamar kakaknya langsuk mundur melihat gelagat kakak nya yang menurutnya sangat aneh sambil berguling guling dikasur.
"Lo enggak lagi sakit kan kak,apa dikamar Lo ada setannya sehingga Lo jadi kayak orang habis diputusin pacar, eaisttt...gua lupa, mana ada orang berani suka sama kakak, bisa lari terbirit-birit mereka melihat kakak yang galak, huahhahaha...."melangkah maju mendekati Kesya yang telah duduk dipinggiran kasur.
"Sembarangan Lo kalau ngomong, mana ada cowok yang menolak pesona kecantikan gue yang enggak ada tandingannya, yah kali Lo yang berani bilang gue jelek" menendang kakinya Fahri sambil menyilangkan tangan didadanya.
"Aduhh.... sakit tau, perempuan kok enggak ada anggun anggunnya"mengusap kakinya yang memerah karena tendangan sang kakak.
"Salah sendiri siapa yang gangguin gue"ucapnya dengan sinis.
"Cuma mau tau aja, kenapa Lo udah kayak orang gila guling guling enggak jelas dikasur"
menyandarkan punggungnya dikursi singel bermotif macan.
"Mau tau aja lu, kalau gue bilang bisa sirik lu sama gue"
"Yaudah enggak usah dibilang nanti juga tau"
jawab fahri santai sambil menyilangkan kakinya.
"Berengsek lu, udah keluar sana gangguin gue melulu"mengibas ngibas tangan mengusir fahri.
"Ya elah pelit amat lu jadi kakak, gua sumpahin lu nikah muda biar tau rasanya"melangkah pergi meninggalkan Kesya yang duduk di pinggiran kasur.
"Mana mau Allah ngabulin doa adik durhaka kayak lu"berlagak biasa aja padahal hatinya jadi lebih was was pas denger sumpah Fahri.
Setelah kepergian fahri,Kesya membersihkan tubuhnya lalu berwudhu dikamar mandi. saat keluar dari kamar mandi Kesya menyiapkan keperluan sholat untuk melakukan sholat isyanya.sesudah sholat kesya berdoa semoga dilancarkan kegiatan besoknya, selepas berdoa Kesya melipat mukenah tanpa ia sadari bahwa bundanya telah dikamar untuk memanggil nya untuk makan malam.
"Kak setelah selesai langsung kebelakang
untuk makan malam, bunda udah masak banyak malam ini"kata bunda khas dengan suara lembutnya.
"Iya bun, nanti Kesya nyusul, bunda duluan aja"meletakkan kembali mukenahnya ke tempat semula.
__ADS_1