
Ayah Irwan dan bunda Thanisa pun saling pandang dan geleng geleng kepala melihat kelakuan kedua anak yang manja saat bersama keluarga, mereka tahu bahwa anak anaknya saling menyayangi tapi dengan cara yang berbeda.Tidak ada yang tahu kelakuan dua bocah semprul itu dirumah karena mereka sangat cuek saat diluar.
****
Satu bulan dua Minggu telah berlalu sejak mama Farhan memberikan kabar kepindahannya.Farhan yang belum pulang membuat papanya marah dan memblokir semua kartu miliknya. Selama dua Minggu ini Farhan terpaksa menumpang hidup dengan sahabat cecunguknya itu.
"Han Lo yakin gak mau pulang, hmm bukannya gue pelit, Lo tau sendiri kan kalau orang tua Lo bakalan lakuin banyak cara buat nyuruh Lo pulang. kalau gue sih enggak masalah kalau Lo numpang sama gue lama, tapi gue takutin itu nyokap bokap Lo nyuruh papa gue buat blokir kartu gue juga, bisa bisa kita jadi gembel dinegara ini"
"Hmmm gue juga mikir kayak gitu, gak mungkin juga gue hidup numpang sama Lo melulu"menyadarkan badannya dengan kedua tangan yang menjadi Sandaran kepala.
"Lo tenang aja boy, gue bakalan ikut apapun pilihan Lo dan kemana pun Lo pergi"dengan semangat juang 45
"Minggu depan gue balik, Lo yakin mau ikut gue??"
"Yaelah lu, gue juga dari dulu dimana Lo pergi gue juga ikutan pergi kali, sampe rela gue ngikutin perintah nyokap bokap gue untuk meneruskan perusahaannya, jadi hangus deh cita cita gue jadi tentara"memasangkan wajah sedihnya.
____
Di dalam ruangan Kesya yang baru datang langsung melihat sosok cewek yang sok kecakapan itu, yang menurutnya lebih cantik dirinya dari pada cewek tersebut siapa lagi kalau bukan anggun, si cewek yang dikatakan paling kaya di kampusnya itu. Walaupun banyak anak orang kaya disini tapi dia yang paling kaya menurut gosip gosip mahasiswi lainnya.
Tampa menghiraukan sekelilingnya Kesya langsung melangkah menuju tempat favoritnya itu, dimana lagi kalau bukan dibelakang dan pojokan ruangan tersebut.
Ia menyadarkan badannya sambil memejamkan matanya karena malas melihat banyak cewek yang dibully si anak orang kaya diuniversitas tersebut.
Sedangkan Anggun yang geram melihat Kesya yang bertingkah seperti tidak terjadi apapun melangkah menuju Kesya.
"Burkk..,hee anak miskin kalau Lo mau masuk itu harus izin dulu sama gue"mendobrak bangku Kesya.
Kesya yang malas menanggapi membuka matanya melihat orang yang mengganggu ketenangannya.Menaikkan alisnya sebagai tanda tanya yang besar tentang pertanyaan cecenguk didepannya.
"Lo denger gak sihh gue bilang apa??"
__ADS_1
"Iya gue terus mau bilang apa??"jawab Kesya dengan suara ketus dan sinis.
"Lo enggak tahu yah siapa kami"dengan wajah sombong nya.
Kesya yang malas bersuara pun hanya menaikkan kedua bahunya tanda tidak peduli, kata 'TAKUT' tidak ada dikamusnya kecuali Allah dan orang tuannya. Seumur umur Kesya tidak ada yang berani mengganggunya, karena Kesya dikenal dengan anak silat dan tekondo. Prestasinya itu yang membuat dia mendapat beasiswa masuk di universitas A ternama tersebut.
"Dasar anak kampung enggak update banget berita tentang gue, baik lah karena Lo enggak tahu jadi gue beri tahukan, gue Anggun Laila anak terkaya, tercantik dan terpopuler disini jadi Lo harus nurut ke gue kalau Lo mau hidup damai" jelasnya dengan panjang kali lebar yang sangat lebay menurut kesya.
"Ouhhh"singkat padat dan jelas, yang membuat Anggun naik pitam.
"Lo..."geramnya sambil menggenggam kedua tangannya.
"Kesya Lo dari mana aja gue cari ditaman enggak ada ehh malah disini"melirik kearah sepupunya yang didepan Kesya."ehhh ada kak anggun ngpain disini, mau temenan sama kita yahh"tawa cengengesannya.
"Idiihhh siapa yang mau temenan sama dia, gue heran aja liat selera teman Lo kayak gitu"menunjuk ke arah Kesya dengan sinis."guys pergi yuk gue males berurusan sama anak kampung"membalikkan badan dengan gaya centilnya.
Saat punggung Anggun dan temannya udah menghilang dibalik pintu, Talia pun langsung duduk di depan mejanya Kesya.
"kes Lo enggak diapa apain kan sama kak Anggun"tanyanya heboh sambil membolak balikkan badan Kesya.
"kes maafin kak anggun yah, dia itu emang orangnya kayak gitu tapi aslinya baik kok hanya saja Tante Lia terlalu memanjakannya jadi membuat sifat kak anggun kayak gitu"
"Hmmm"
________
Seminggu telah berlalu Farhan dan Aldi duduk di bangku menunggu jam penerbangan yang masih 15 menit.
"Boy ini minuman buat Lo, gimana Lo udah beri tahu bahwa Lo bakalan balik hari ini"menyodorkan air minum ke Farhan.
"Belum, mereka pasti udah lama tau sebelum gue beri tahu"jawabnya sambil membuka tutup botol tersebut.
__ADS_1
"hehehe iya gue baru inget"
Sambil menunggu waktu Farhan dan Aldi simbuk bermain Handphone. Aldi yang senyum senyum sendiri membalas chatan kekasihnya sedangkan Farhan yang asik bermain PUBG tersadar saat suara pemberitahuan tentang pesawat penerbangan mereka, dan segera menghentikan memainkan hendphon nya.
"Boy buruan, nanti ketinggalan"menarik kopernya untuk bersiap.
"Iya sabar kali, baru juga pemberitahuan"
Setelah berjam jam Farhan dan Aldi sampai di Indonesia jam 10 malam.Farhan dan Aldi naik mobil yang telah disiapkan orangtuanya.
"Mau kerumah utama atau apartemen tuan muda"tanya mang Ujang kepada anak majikannya.
"keapertemen ajah mang, besok aja baru kerumah utama capek, mau cepatan istirahat"
"baik tuan muda"
mobil tersebut melaju sedang menuju apartemen mewah milik Farhan. Setelah setengah jam dijalan mobil tersebut berhenti didepan apartemen yang becat biru dan abu abu. Setelah sampai Farhan dan Aldi pun turun dari mobil dan memeasuli apartemen mewah tersebut.
"Lo mau nginep sama gue"
"Iya iya lah gue capek besok aja balik ke rumahnya nyokap bokap gue"jawabnya dengan mata sayu yang sangat ngantuk.
"Iya udah buruan ngpain lu masih didepan"tanya Farhan yang mau menutup pintu.
Dengan cepat Aldi masuk dan merebahkan badannya di sofa. karena ngantuk dan sofa yang empuk membuat Aldi tertidur, Farhan yang baru keluar dari kamar untuk membersihkan badannya kaget melihat Aldi yang sudah tidur disofa."dasar pemalas hanya menuju kamarnya aja malas"gumangnya.
Karena tepukan dan suara yang berisik membuat Aldi bangun dari tidur nyenyak nya.
"apa!!! gue masih ngantuk jangan ganggu tauk"jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Buruan bangun kalau mau tidur dikamar jangan disofa"
__ADS_1
"Iya iya gue bangun"dengan malas Aldi bangun dan berjalan menuju kamar tamu yang biasa ditempatinya.
Pagi pun tiba Farhan yang masih diatas kasur tebangun saat suara bel apartemen berbunyi nyarik memasuki telinganya.