
apa yang di impikan dara selama ini kini menjadi kenyataan ya saat ini tepat hari pernikahannya dengan orang yang sangat dia inginkan selama ini.
"eh bukannya yang di nikahi si dara orang kaya ya kok nggak ada resepsi".
"iya Lo ibu-ibu katanya dia itu artis ya' tapi kok nggak mewah bangat ya"
"iya malah cuma pemberkatan aja kan"
"kalau anak ibu Dina mah cuma nikah sama orang tambang tapi pernikahannya rame bangat"
"jangan-jangan dia cuma bohong kalau dia itu artis" timpal ibu-ibu yang lain,ya begitulah ibu-ibu kalau sudah ngumpul pasti kerjaan mereka hanya menggosipkan orang lain tanpa mereka sadari yang di gosipkan ternyata mendengar secara Langi.
dara yang mendengar ibu-ibu menggosipkan dirinya hanya berlalu sebenarnya dia juga bingung kenapa tidak ada resepsi padahal kalau di adakan resepsi mereka pasti mampu setidaknya ada acaranya.
kini hanya karena tidak ada resepsi itu dia harus menanggung nyinyiran dari tetangga yang lain walaupun tidak secara langsung tapi dari cara mereka melihat dirinya ada tatapan merendahkan.
setelah tamu pulang Jimin menemui mertuanya yang kebetulan masih menemaninya keluarga mereka yang dari kota.
"ya gimana si om kok Dara nikah nggak ada resepsi yang nikah sama dia kan anggota boyband terkenal dari Korea Lo om"
"iya betul yang dikatakan ponakan kamu Lo Ral kamu sama Farah kok membiarkan dia menikah tanpa resepsi seharusnya kamu minta setidaknya kalian mengadakan resepsi walaupun tidak rame"
"kok malah diam si bang apa yang di katakan mas Farhan tadi itu nggak salah aturan kalian mengadakan resepsi buat dara aku nggak mau ponakan ku nikah tanpa resepsi" kini keluarga besar Dara mulai menghakimi orang tua Dara mereka tidak habis pikir kenapa mereka mau saja menerima kalau tidak ada resepsi.
mendengar ceramah dari keluarganya geraldi hanya diam saja tidak berniat menjawab to juga sudah selesai.
karena tidak mendapat respon Dina yang merupakan adik Gerald mulai kesal dia akhirnya mengadu ke mamanya.
"mah liat bang Gerald dia bahkan tidak mendengarkan kami padahal mereka salah seharusnya mereka itu mengadakan resepsi" aduh Dina.
"Din sudahlah to abangmu memang orangnya seperti itu huh sebenarnya bikin malu si walaupun miskin tapi setidaknya ada resepsi untuk anaknya,ini tidak ada sama sekali".
keluarga Gerald memang seperti itu mereka tidak mau kalau di pandang sebelah mata oleh orang-orang di kampungnya apalagi adik Gerald semenjak menikah dia di bawah suaminya ke Jakarta bahkan dia mendirikan rumah untuk orang tuanya di Jakarta.
orang tua Dara yang awalnya diam kini mulai jengkel apalagi Farah mamanya dara karena bukannya tidak mau memberikan resepsi untuk anaknya tapi ini semua permintaan mempelai pria tapi malah di salah pahami sama keluarganya sendiri.
"mah,Din bukannya aku nggak mau kasih resepsi buat dara tapi ini permintaan dari pihak laki-laki nggak mungkin dong kami maksa buat ngadain resepsi,lagi pula dara sudah setuju kok" ungkap Farah.
saat mereka sedang mengobrol dari arah dapur muncul dara yang sudah berganti pakaian dia hanya menggunakan hotpant dan baju kaos ukuran jumbo, sebenarnya dia sudah mendengar separuh dari pembicaraan mereka tapi dia pura-pura untuk tidak mendengar.
__ADS_1
"lagi bahas apa si rame bangat"
"akhirnya yang di bicarakan datang juga"
"iya datang nggak tau malu kini kita di gosipkan satu kampung sudah miskin malah nggak ada resepsi"
"eh dara gimana si Tante nggak habis pikir mau bangat si kamu nikah tanpa resepsi".
dara yang mendengar sepupu-sepupunya bahkan tantenya memojokkannya tapi dia tidak menanggapi dia beralih menatap orang tuanya dan bertanya.
"Bun tadi Jimin oppa kesini tapi kok nggak ada ya Dara nyusulin kesini buat manggil dia makan eh malah nggak ada" tanyanya.
"Jimin nggak ada tu dia kesini" ucap bunda.
"ya udahlah Bun,yah Tante om dan nenek dan semuanya dara pamit cari suami dara dulu ya" kata dara sambil berlalu.
setelah berkeliling dia akhirnya menemukan suaminya di teras rumah tengah melamun sendiri,ya mungkin karena tidak ada orang yang di kenal di tambah teman-temannya sudah pulang ke hotel.
"oppa disini rupanya dari tadi dara cariin juga'" ucap dara sambil tersenyum.
"oh maaf aku tidak tau kalau kamu mencari ku"
"oh nggak papa aku pikir tadi kamu gabung di tempat ayah"
dara tidak menjawab tapi dia hanya tersenyum malah membuat Jimin bingung tapi tidak lama karena dia sudah mengajak dara masuk ke kamar.
"udahlah tidak usah tersenyum seperti itu ayo ke kamar ada yang mau aku omongin sama kamu" ajaknya.
sesampai di kamar Jimin langsung ngomong pada intinya.
"aku nggak suka basa-basi jadi aku akan langsung pada intinya" dengan satu tarikan nafas dia menjelaskan apa yang dia mau sampaikan setuju tidak setujunya dara mereka tetap harus laksanakan.
"hah ini serius besok emang nggak bisa di tunda gitu" dara kaget mendengar apa yang di ucapkan suaminya.
"ya memang harus besok jadwal kami akan padat lagi mulai tahun ini"
"tapi aku baru pulang kampung dan harus pergi lagi bahkan ini bukan perkara antar pulau saja tapi ini antar negara lalu kapan lagi aku akan mengunjungi orang tuaku" dara mulai kesal dengan keputusan Jimin yang mengajaknya pindah ke Korea bahkan tanpa pikir panjang berangkatnya itu besok pantasan saja dia mengajaknya ke kamar ternyata untuk memberitahukan kalau besok mereka akan terbang ke Korea.
"nggak ada penolakan Ra' besok kita akan ke Jakarta lalu lusa akan terus ke Seoul".
__ADS_1
"Lo kok gitu kan tadi katanya mau diskusi kok kamu udah mutusin sendiri aja,ini mah bukan diskusi tapi udah keputusan" ucap dara dongkol.
"Ra' jangan buat keributan deh mending kita keluar makan malam sekalian kita sampaikan ke orang tua kamu" ucapnya sambil berlalu tanpa mempedulikan dara yang memasang wajah jengkel.
makan malam yang awalnya tenang kini mulai ribut karena sindiran dari Tante Dina.
"ya katanya nikah sama artis tapi makanan kok murah gini" ucap Dina.
semua mata memandang ke arahnya karena perkataan itu.
"kenapa tidak terimah kamu itu sudah tidak mengadakan resepsi tidak bisa membeli makanan enak lalu gelar artis itu kemana" sinis Tante Dina ke arah Jimin.
mendengar itu jimin harus menahan kesal sambil tersenyum.
merasa tidak di hiraukan akhirnya Tante Dina melanjutkan makannya.
selesai makan mereka berkumpul kembali di ruang keluarga dan saat ini Jimin dan juga dara ada di sana.
"ayah besok kami sudah harus terbang ke Korea jadi aku harap bisa membawa istriku" ucap Jimin pada ayah mertuanya.
mendengar itu mereka semua hanya diam tapi terlihat perubahan raut wajah ayahnya dara namun hanya sesaat sebelum dia akhirnya membuka suara.
"besok apa tidak terlalu cepat".
"tidak ayah,lagi pula dara juga sudah setuju karena kerjaan kami akan padat lagi mulai tahun ini"
mendengar itu om Farhan menimpali "bagus itu sekalian bikin resepsi sampai disana"
"nah betul aku setuju"
"aku juga lagipula resepsi disana lebih bagus gedungnya"
"iya jangan bisanya sok ngaku-ngaku jadi artis tapi resepsi aja tidak bisa".
Jimin tidak tahan lagi mendengar ocehan mereka dia akhirnya berdiri lalu berkata
"ayah aku serius akan pindah besok" dia menjeda kalimatnya lalu beralih memandang satu persatu anggota keluarga istrinya lalu berkata "dan untuk kalian tenang aja aku tidak melakukan resepsi karena waktu untuk menyiapkan tidak memadai tapi kalian tenang karena kami akan mengadakan resepsi di Korea".
setelah mengatakan itu dia pergi meninggalkan mereka tapi dara berharap itu tidak hanya ucapan belaka tapi itu adalah kenyataan yang akan mereka lalui saat sampai di Korea.
__ADS_1
semoga resepsi itu beneran ada tapi apakah itu semua akan menjadi kenyataan tidak ada yang tau.
selamat membaca ya salam dari para bucinnya BTS salam dari papa bear juga ya fighting happy reading ya🥰🥰🥰.