
teriknya matahari tidak mengurangi semangat seorang Dara untuk bekerja saat ini dia baru tiba di parkiran bandara dengan langka pasti dia menuju terminal bandara.
"Ra' dengar-dengar kau mau pulang kampung ya" tanya Eka,ya baru saja Dara menginjakkan kaki di terminal sudah mendapat berbagai pertanyaan saja.
"iya mbak aku rencana emang mau pulang kampung kenapa ya?" kata Dara menjawab sekaligus bertanya pada temannya itu.
"ah enggak kok mereka tadi lagi ceritain kalau kamu mau pulang jadi aku tanya doang" ucapnya.
ya Dara memang berencana untuk pulang kampung bahkan dia sudah membeli tiket dan tanggal keberangkatannya pun tinggal menghitung hari.
disinilah Dara sekarang di kampung halamannya terlihat dia sangat senang menyusuri jalan dengan kakinya ya dia menolak saat ayahnya hendak memberikan motor tadi.
"eh bentar dek ini kakak yang salah liat atau yang di sana itu memang Jimin" ucapnya pada adik perempuannya ya kali ini dia meminta adik perempuannya untuk menemaninya keliling kampung.
"astaga kak ada-ada saja ya kali' Jimin mau kesini ya pasti bukan lah kak" ucap Dina adiknya.
"astaga kakak gak mungkin salah liat itu depan pohon jambu yang sering kita panjat dulu" ucap Dara tak mau kalah.
"ih terserah kakak kalau nggak percaya kalau kakak mau ke sana ya silahkan aku mah bodo amat" kata Dina lagi sambil berlalu meninggalkan kakaknya.
"yaelah tungguin kakak dong temani kakak ke sana ya kalau misalkan itu Jimin,kan kamu bisa fotokan" kata Dara sambil menarik adiknya menuju ke orang yang ia yakini sebagai Jimin.
"permisi maaf boleh gabung gak" kata Dara sesampainya di warung tempat cowok tadi duduk .
merasa ada yang menegur si cowok akhirnya mengalihkan tatapannya dari hp ke orang yang barusan menegurnya.
"hah,jinjja" ucap Dara saking terkejutnya melihat ternyata yang di depannya ini betul-betul orang yang sangat dia rindukan.
__ADS_1
"ahhhh Jimin oppa" ucapnya lagi sambil kembali menutup mulutnya.
Jimin yang melihat itu hanya tersenyum tanpa menanggapi.
"dek bahasa koreanya kalau kita mau minta foto apaan ya kakak nggak tau" bisik Dara ke adiknya yang kebetulan duduk di sampingnya.
"ye mana Dina tau kakak cari saja di google atau kalau nggak kakak pake' bahasa Inggris aja siapa tau dia ngerti ya kan oppa" ucap Dina tanpa ada rem di tambah volumenya yang mampu mengundang perhatian orang di warteg itu.
dara menyikut pelan adiknya itu ingin rasanya dia melakban mulut adiknya "kenapa suara tidak bisa kau kontrol kakak jadi dilihatin orang kan" gerutunya.
mendengar itu bukannya merasa bersalah Dina malah menjawab "ya santai aja kali' kak mereka juga nggak bakal ingat kakak".
"kalau mau foto ayo mumpung saya lagi nunggu teman-teman mereka belum balik dari supermarket di depan" kata Jimin.
"hah ini benaran bisa ya udah dek fotoin kakak sama calon kakak ipar kamu ya" ucap Dara dengan santainya.
selesai berfoto niatnya Dara akan mengajak Jimin jalan sebentar tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"haisss setan darimana teriakannya kencang bener bikin kuping gue budek deh" ucapnya.
"Dara bangun,sudah siang ini oh astaga perempuan macam apa yang tidur jam segini" ucap seseorang yang ada di luar kamar Dara.
mendengar itu reflek Dara bangun dan menatap sekelilingnya dia ada di kamarnya trus yang tadi dia berfoto dengan Jimin itu semuanya mimpi lagi.
"oh astaga iya kak Dara sudah bangun ini bentar lagi keluar" ucap Dara dengan nada kesal dia tidak tahan mendengar ocehan kakaknya dari luar.
Dara bingung pada dirinya sendiri pasalnya ini sudah beberapa bulan pasca idolnya gagal datang ke Kalimantan tapi dia terus memimpikan bertemu dengan idolnya itu.
__ADS_1
bukan hanya sekali si dia bermimpi bertemu Jimin tapi ini sudah kesekian kalinya lagi dan lagi hanya Jimin terus bahkan waktu dia pulang kampung tahun lalu saja dia terus memimpikan laki-laki yang jelas-jelas tidak bisa di dapatkan olehnya.
"Dara jangan di dalam kamar saja bantuin kakak tolong kamu cuci piring" lagi-lagi Dara tersentak dari lamunannya berkat kakaknya yang hobinya teriak-teriak itu.
selesai membantu kakaknya membereskan pekerjaan rumah Dara bersiap-siap untuk kerja.
"yas semalam aku mimpi lagi ketemu sama Jimin tapi anehnya di mimpi aku Jimin itu ada di kampung aku yas bahkan tempat aku ketemu dia itu persis pinggir jalan tidak jauh dari rumah aku di situ ada pohon jambu dan depannya itu ada warteg yas dan aku ketemu sama dia di situ namun ada yang tetap sama yas dalam mimpi aku pasti akhirnya aku akan minta foto bareng tapi selesai foto pasti ada aja orang yang bangunin aku" ucapnya menceritakan kejadian di mimpinya tadi malam.
"udahlah itu cuman bunga tidur nggak usah di pikirkan" ucap chelin menghibur temannya yang tampaknya sedih karena sering kali dia bermimpi dengan hal yang sama.
mendengar itu bukannya membaik Dara justru berpikir sebaliknya "nggak mungkin cuma bunga tidur deh yas karena itu bukan cuma sekali yas tapi berkali-kali bahkan ini sudah bulan februari yas kemarin mereka datang bulan sepuluh dan aku pulang bulan sebelas yas tapi tetap aja sama padahal kalau di pikir ini udah lewat setahun bahkan sudah setahun lebih" ucapnya sambil mendengus kesal.
chelin menoyor kepala sahabatnya itu yang langsung menerima tatapan marah dari temannya itu namun tanpa rasa bersalah chelin malah berkata "nggak usah sok setahun lo pulang ini baru berapa bulan yang lalu kau pulang setan".
"astaga nggak usah juga Lo manggil setan takut Lo sebagai pawangnya nggak bisa ngendaliin.
chelin cuma mengangkat bahu mendengar ucapannya sahabatnya itu dia senang Dara bisa melupakan sejenak mengenai mimpinya itu.
sebenarnya chelin juga bingung mengenai mimpi temannya itu bagaimana tidak mimpi Dara memang selalu berbeda tempat dan alur namun pas ujung-ujungnya dia pasti ketemu Jimin dan berakhir berfoto bersama.
sambil mengamati wajah sahabatnya itu Chelin tersenyum "aku senang Lo kaya gini Ra' lupakan dulu mimpi Lo itu,aku juga sebenarnya penasaran apa arti dari mimpi kamu Ra' dan betul si apa yang kamu bilang tadi kalau sekali mungkin bunga tidur tapi ini berkali-kali dengan mimpi yang sama" ucapnya dalam hati.
melihat sahabatnya itu tiba-tiba diam dia menggoyang tubuh temannya itu.
"astaga yayak sayang boleh tidak jangan goyang-goyang" ucap chelin merasa terganggu karena di ganggu sama sahabatnya itu.
"iya nggak kok semoga deh nanti malam aku nggak mimpi lagi capek aku setiap hari cerita" keluh Dara.
__ADS_1
ya semoga Dara tidak bermimpi lagi tapi di ganti dengan kenyataan.
selamat membaca ya salam dari para bucinnya BTS salam dari papa bear juga ya fighting happy reading ya🥰🥰🥰.