
seminggu di Korea tidak ada kegiatan yang dilakukannya selain makan dan tidur untuk. keluar rumah saja susah,selain karena Dara belum hapal bahasa di sana dia juga di larang oleh suaminya untuk keluar rumah bahkan resepsi yang pernah Jimin ucapkan di depan keluarga Dara belum juga terpenuhi.
seperti sore ini melihat suaminya yang lagi santai di ruang tamu Dara berinisiatif untuk ijin ke supermarket yang ada di depan rumah mereka.
"Jim aku ijin ke depan sebentar ya"
"mau ngapain"
"ada keperluan yang aku mau beli di supermarket depan rumah"
"memangnya apalagi yang kurang bukannya semua sudah di beli sama pembantu ya"
"ya sebenarnya masih ada tapi aku sekalian mau jalan sebentar suntuk bangat di rumah terus"
"kamu ini mau ke supermarket apa mau jalan si"
"ya kan sekalian sebentar aja kok jalan-jalannya paling keliling kompleks perumahan"
"nggak ada kamu ini belum tau bahasa disini gimana kalau ada yang berniat jahat sama kamu"
"tapi kan.....","nggak ada tapi tapian ke kamar sana bentar lagi aku mau latihan" ya begitulah pembicaraan mereka hari ini sebenarnya Dara terkadang heran sama suaminya itu karena sekarang dia mulai dingin tak sehangat dari yang Dara kenal,dia seperti serumah dengan orang yang tak di kenalnya.
begitulah keadaan Dara semenjak menikah bukannya bahagia malah sebaliknya mendapatkan perlakuan dingin dari suaminya bahkan dia seakan-akan tidak lagi mengenal suaminya itu semakin hari makin aneh saja yang dia rasakan Jimin bahkan seperti tidak menganggap dia sebagai istri,ada apa dia sendiri tidak tau ya yang dia tau Jimin itu orang baik ramah ke semua orang,tapi apa sekarang dia sendiri menyaksikan bahkan merasakan langsung bagaimana dinginnya seorang Jimin.
sekarang tidak terasa waktu berlalu begitu cepat bahkan pernikahan Dara sudah menginjak bulan ke enam tapi sampai sekarang tidak ada kemajuan di antara dia dan suaminya,bahkan keadaannya makin parah Jimin bahkan jarang pulang ke rumah dengan alasan dia sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka dalam wamil(wajib militer).
wamil itulah alasan Dara ingin secepatnya melakukan resepsi karena mereka mau wamil dan otomatis Jimin ikut tapi Jimin seakan-akan menghindari pembicaraan itu.pernah sekali Dara mencoba untuk membuka pembicaraan mengenai resepsi pernikahan mereka.
"Jimin menurutmu bagaimana mengenai resepsi sepertinya bagus ya kalau kita adakan resepsi" ucap Dara sambil terus memandangi televisi di depannya,karena mereka memang sedang menonton.
"hmmmm nanti aku pikirkan"
"lah kok nanti kan kalian mau wamil dan itu bersamaan Lo pasti kamu nggak ada waktu"
__ADS_1
"iya"
"lah kok iya"
"hmmm"
"haisss kok hmmm lagi aku itu bicara sama orang bukan robot"
"Ra' aku lagi capek"
"lah kan kamu kalau lagi ngomong nggak pake' tenaga tinggal ngomong aja kamu mau resepsi apa tidak jangan-jangan kamu emang nggak mau resepsi"
"Ra' besok aku mau latihan aku tidur duluan ya" begitulah ucapan Jimin setelah itu dia meninggalkan istrinya di ruang keluarga,ya begitulah setiap mereka membicarakan resepsi ada saja alasan Jimin untuk menghindari.
dari sejak itu Dara sudah sangat malas untuk membahas itu semua bahkan dia sudah mulai acuh terhadap Jimin, walaupun dalam hatinya dia masih penasaran dia itu memang istri Jimin atau gimana,apa itu semua cuma mimpi karena menikah tidak menikah sepertinya sama saja bahkan lebih baik tidak menikah kalau seperti ini jadinya hubungan malah semakin jauh.
keberangkatan para anggota BTS untuk wamil semakin dekat tapi keadaan rumah tangga Dara semakin jauh dari kata baik bahkan saat ini Jimin bahkan hampir tidak ingat rumah,ya sudah sebulan ini dia tidak pulang ke rumah Dara sendiri tidak tau kemana Jimin setiap dia menanyakan ke pembantu atau kepada sopir tetap saja dia tidak mendapatkan jawaban yang puas.
kepergian Jimin sebenarnya berawal dari pembicaraannya dengan Dara saat itu dimana Dara yang menanyakan tentang resepsi mereka padahal dalam hatinya dia tidak ingin resepsi sama sekali entah apa yang di pikirannya tapi saat ini dia tidak berniat untuk pulang sebenarnya sebulan ini dia tinggal di apartemennya yang ada di pinggir kota.
"halo Hyung"
"ah wamil di tunda ah baiklah padahal semua persiapan sudah hampir maksimal"
"entahlah Hyung aku tidak berniat resepsi"
"eh Dara nggak ada Hyung"
"iya dia.........eh dia lagi ke supermarket iya Dara lagi ke supermarket"
"nggak papa Hyung nggak usah kesini eh maksud aku kami malam ini mau jalan jadi Hyung nggak usah kesini" ucap Jimin gugup dia berharap yang di seberang telpon itu percaya
"Jimin,jimin,jiminaaaaaa" saking kesalnya yang di seberang sampai teriak karena Jimin tidak menyahut.
__ADS_1
"ah iya Hyung maaf tadi nggak dengar ada apa"
"oh oke sampai jumpa Hyung".
setelah telpon mati Jimin mengelus dada karena merasa selamat bagaimanapun juga kepergian dia dari rumah tidak di ketahui oleh anggota group yang lain.
Jimin ngelus dada justru yang tadi menelpon kebingungan bagaimana tidak Jimin bahkan gugup setiap dia menanyakan hal yang berhubungan dengan Dara
"jin hyung"
"ah kenapa" tanya seokjin,ya ternyata yang menelpon Jimin adalah seokjin
"yang ada RM yang mau tanya sama jin hyung ngapain komat-kamit depan hp kaya' orang lagi baca mantra aja" tanya RM
mendengar itu lantas seokjin pun menjawab "ah benar hampir lupa jadi gini aku habis nelpon Jimin tapi dia aneh bangat"
"aneh gimana hyung" potong RM sebelum seokjin menyelesaikan ceritanya.
"ye kamu nih kebiasaan kan belum selesai" ucap seokjin kesal
yang di omeli cuma nyengir sambil ngucap "maaf Hyung nggak sabar nih".
mendengar itu seokjin melanjutkan ceritanya "jadi yang aku bilang aneh karena sebelumnya Jimin bahkan sangat menolak kalau kita wamil malah sebelum konser di Indonesia terakhir kali bahkan kita sempat mau membatalkan konser itu dan mengambil wamil tapi Jimin bersikeras mau konser dan wamil di tunda bahkan dia lebih berharap kalau wamil kita batalkan sesuai instruksi pemerintah kan"
"lalu anehnya dimana Hyung lama bangat si ceritanya"
seokjin hanya melirik saja lalu lanjut cerita "nah yang aneh tadi pas aku kabari informasi kalau wamil kita tunda dia sepertinya kecewa dengan keputusan itu bahkan dia bilang kok di tunda persiapan sudah hampir selesai kata dia dan lagi aku merasa paling aneh pas aku menanyakan masalah dara dia sangat gugup dan dia bilang kalau dara ke supermarket tapi aku kurang percaya sama dia bahkan pas aku tanya mengenai resepsi pernikahan dia bilang nggak ada niat padahal itu janji dia sama keluarga dara di Indonesia sebelum kesini tapi kenapa malah dia seperti tidak mau resepsi"akhirnya selesai juga cerita seokjin tapi teman ceritanya malah cuma manggut-manggut aja melihat itu seokjin kesal dan malah ngetok kepalanya
"tok....(anggap aja bunyi ketok di kepala) lah gimana si tadi Hyung cerita di potong-potong sekarang udah cerita malah nggak di tanggapi gimana si
sambil ngusap kepalanya yang sakit RM menjawab "ya mau jawab apa Hyung karena kita saja sudah lama nggak ketemu Jimin karena dia selalu alasan mau menemani istrinya jadi dia jarang kesini".
"sebenarnya apa si yang kamu mau,apa masih tetap pada rencana awal kamu padahal aku rasa dia sangat baik berbeda bangat sama dia yang tega ninggalin kamu tapi kenapa harus dia yang jadi sasaran kamu huh sungguh kasihan dia" ucap seseorang di balik pintu sambil menghembuskan napas dia karena tidak habis pikir sama pikiran temannya.
__ADS_1
selamat membaca ya salam dari para bucinnya BTS salam dari papa bear juga ya fighting happy reading ya🥰🥰🥰.