
setelah lelah menangisi nasibnya Dara kini mulai membereskan pakaiannya dari lemari dan dia masukkan ke koper miliknya setelah itu dia terlihat menelpon seseorang nada sambung terdengar sesaat sebelum berganti dengan suara tangis Dara "hiks.....hiks.....hiks...."
"halo yak kenapa kok kamu nangis"demikianlah pertandingan dari orang yang di telpon Dara.
"hiks.....Yas aku mau pulang hikssss.... aku nggak tahan aku kangen sama kamu" jawab Dara meski harus di sertai isakannya.
chelin yang mendengar sahabatnya menangis di telpon merasa ada yang tidak beres "nggak,nggak mungkin Lo kangen yak maksud aku nggak mungkin cuma karena kangen kamu nelfon aku,kamu pasti ada masalah kan" tanya chelin lagi.
"Yas tunggu aku pulang ya jemput aku di Jakarta untuk tiket kamu ke Jakarta aku tanggung dan aku juga yang minta ijin ke mas Dimas biar ngijinin kamu" sela Dara tanpa menjawab pertanyaan chelin tadi.
"nggak deh pokoknya kamu harus jujur sama aku ada apa sebenarnya" paksa chelin karena dia merasa tetap nggak tenang dengan sikap temannya tadi.
__ADS_1
"nanti sampai indo aku cerita ya Yas untuk sekarang aku belum siap" ucap Dara pada akhirnya karena dia tau sebelum mendapat jawaban yang memungkinkan chelin akan terus memaksanya untuk jujur setelah mengatakan itu tanpa mendengar jawaban chelin Dara sudah memutuskan sambung secara sepihak.
setelah sambungan telpon terputus Dara bersiap untuk berangkat mencari apartemen terdekat ke bandara karena besok rencana dia akan pulang ke Indonesia berbeda dengan Dara Chelin yang melihat bahwa sahabatnya itu memutuskan sambungan telpon secara sepihak makin tidak tenang dia terus kepikiran mengenai temannya itu ya bagaimana pun tidak biasanya Dara akan menelpon sambil menangis tapi kemudian dia terpikir kalau dia harus ke Jakarta sesuai instruksi dari sahabatnya tadi.
kalau di belahan bumi yang lain Chelin sedang packing barang untuk ke Jakarta maka di belahan bumi yang lain terlihat seseorang tengah menyeret kopernya ke ruang tengah di sana dia memperhatikan sekeliling rumah tapi sangat sepi tidak seperti biasa meski tidak ada tuan muda tapi tetap saja pasti ada art tapi kali ini sangat sepi.
"huh dimana mereka apa sebegitu tidak berharganya aku di rumah ini bahkan mereka cuma mau menghormati ku karena mereka tau aku istri jimin" terlihat Dara menghembuskan nafasnya sambil menahan tangisnya.
setelah terdiam lama dia kembali menyemangati dirinya sebagai "ayo ra' Lo pasti bisa kalau di sini kamu tidak di hargai maka lebih baik pulang saja di negaramu kamu masih di hargai di keluargamu kamu masih tetap di hormati" ya begitulah dia tetap tersenyum meski hatinya sangat hancur apalagi saat akan melangkah keluar rumah tanpa sengaja dia melihat map di atas meja karena penasaran dia membukanya.
"segitu nggak berharganya pernikahan ini di mata kamu ncim bahkan surat cerai pun sudah jadi dari awal hummmm"terlihat dara menghembuskan nafas secara kasar kemudian iya lanjut bergumam "ternyata emang cuma aku yang terlalu berharap"ucap Dara di tengah tangisan yang tertahan,ya map yang Dara buka tadi berisi surat ceria.
__ADS_1
dengan tangan bergetar karena tengah menangis Dara dengan sigap menandatangani surat tersebut dan pergi tanpa kata.
Setelah kepergian dara para pembantu di rumah itu kembali ke aktivitas mereka,ya mereka tadi sengaja istrahat atas permintaan Jimin entah apa yang di pikirkan majikan mereka itu, padahal kalau menurut mereka Dara itu adalah majikan yang baik bayangkan saja mereka sering di minta Dara untuk ikut makan di meja makan bahkan Dara juga sering membelikan mereka hadiah bukan cuma itu masih banyak kebaikan Dara yang menurut mereka tidak banyak majikan yang seperti itu apalagi jaman sekarang kebanyakan majikan pasti sudah bersikap sombong dan semena-mena tapi Dara tidak.
Tidak mau larut dalam pikiran masing-masing kini para pembantu itu mulai bergosip satu sama lain "eh kok bisa si tuan sama nyonya cerai padahal kan nyonya dara baik lo" ucap salah satu dari mereka.
"entahlah aku juga bingung padahal selama ini mereka baik-baik aja meski tuan jarang pulang tapi mereka tidak ada bertengkar"timpal yang lain.
"sudahlah untuk apa di bahas kalau mereka mau cerai itu urusan mereka" ucapan kepala ART di sana membuat mereka semua terdiam dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Tanpa mereka sadari saat mereka bercerita ada seseorang yang memperhatikan mereka tapi bukannya menegur pembantu-pembantunya orang tersebut hanya menatap dengan ekspresi yang sulit di artikan.
__ADS_1
Ya Jimin sebenarnya dari tadi berada di samping tangga bahkan dia masih menyaksikan kepergian Dara.
Selamat membaca ya salam dari para bucinnya BTS salam dari papa bear juga ya fighting happy reading ya🥰🥰🥰.