Takdir Sang ARMY

Takdir Sang ARMY
bab.3 kenyataan vs kehaluan


__ADS_3

"Dara buka pintunya ini sudah siang " terdengar suara gedoran di pintu depan di sertai suara teriakan kakaknya,Dara yang masih setia mengarungi mimpi pun tidak terusik sama sekali.


karena tidak ada sahutan dari dalam rumah Jeni yang kesal mulai menggedor rumah dengan keras sambil mulutnya tak berhenti mengumpat "dasar adek sialan,ini sudah siang kenapa dia sangat susah di bangunkan sampai kapan dia seperti itu" ya bagaimana lagi sang adek bahkan tidak menyahut sama sekali siapa yang tidak kesal dengan adek seperti itu.


"udah lah yank pelan-pelan aja ketoknya lagi pula tidak biasanya Dara seperti ini apa jangan-jangan dia baru tidur"ucap kakak ipar Dara itu menenangkan istrinya.


dalam hati kakak ipar Dara itu merasa heran karena dia tau sekecil apapun suara kalau sudah di tangkap pendengaran dara maka dia akan bangun tidak mau larut dengan dugaannya dia akhirnya menuju kebelakang rumah iya berniat lewat pintu dapur karena pintu itu memang jarang untuk di kunci namun ternyata kali ini mereka benar-benar sial rupanya Dara mengunci pintu itu.


Dara yang masih stay dengan mimpinya mulai terusik dengan gedoran di pintu dalam hati dia mulai menerka-nerka siapa yang di depan pintu itu "tunggu siapa yang malam-malam begini di depan rumah jangan-jangan itu maling lagi aduh mana aku di rumah sendiri lagi kalau aku teriak dia tau dong kalau aku sendiri tapi kalau aku diam gimana kalau dia masuk dan aku tidak bisa melawan" monolog Dara dalam hatinya.


Dengan mata masih tertutup Dara terus memikirkan kejadian-kejadian aneh namun beberapa menit kemudian Dara tersentak dengan lamunannya setelah mendengar terikan seseorang dari luar "Dara kakak tau kau sudah bangun cepat buka pintunya kakak mau masuk" ucap orang yang ada di luar ternyata yang berteriak tadi adalah kakaknya sendiri.


Akhirnya Dara menghampiri kakaknya di luar sambil tersenyum dia sangat malu karena sudah berpikir tidak-tidak.


Dara merutuki dirinya sendiri karena bangun kesiangan ternyata saat Dara melamun tadi kesadarannya belum sepenuhnya pulih dia masih berpikir kalau tadi itu masih malam.


tepat jam 11 Dara kini bersiap untuk kerja " kak Dara berangkat kerja dulu ya" pamitnya kepada sang kakak yang kebetulan lagi santai.

__ADS_1


kakaknya yang melihat pun menimpali "Lo dek bukannya hari ini kamu libur ya atau hari libur kamu ganti lagi".


"tidak kak hari ini ada tamu jadi kami yang libur di suruh lembur" ucap Dara


"ya sudah hati-hati di jalan ingat jangan ngebut" ucap sang kakak menasehatinya.


sesampai di tempat kerja Dara mulai melakukan aktifitasnya seperti biasa hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 19:30 biasa jam segini lah mereka berkumpul di area kedatangan karena pesawat akan landing.


sambil menunggu mereka sibuk masing-masing ada yang ikut nimbrung untuk gibah ada juga yang sibuk dengan dunianya tak ketinggalan si tomboy Dara yang sudah mengambil posisi duduk d pojokan sambil main hp.


"Korea terus Ndak ada yang lain apa umur kamu itu sudah seharusnya mencari yang serius lagian cobalah keluar dari dunia halumu ke kenyataan bagaimanapun dia tidak bisa kau gapai"ucap salah satu rekan kerja si Dara.


orang itupun akhirnya diam mendengar ucapan Dara.


di sisi lain Dara juga merasa kalau dia memang terlalu mendalami kehaluannya tanpa berpikir kalau dia harus menghadapi kenyataan namun dia merasa sangat susah kalau sehari saja tidak memikirkan idolnya itu ada aja cara untuk melihat idolnya entah dengan membahas di group ARMY atau dia mencari di sosial media lain.


Dara yang masih sibuk dengan pikirannya di kagetkan suara mesin pesawat ya ternyata pesawat yang mereka tunggu untuk leanding pun akhirnya datang "eh habis penumpang turun ini kita lanjut untuk nyampah kan" ucap measy salah satu rekan kerja Dara.

__ADS_1


mendengar itu Azhar pun menimpali "mungkin atau kita tunggu arahan dari pak Reyhan aja".


Reyhan merupakan leader mereka di tempat kerja "baiklah nanti aku kabari pak Rey deh siapa tau kita bisa pulang cepat ya lagian ini pesawat terakhir paling juga bandara ini kosong"ucap Dara.


setelah penumpang selesai mengambil bagasi dan keluar bandara para anggota cleaning melanjutkan rutinitas malam mereka sebelum pulang yaitu memunguti sampah di sekeliling taman bandara.


"eh habis ini telfon pak Rey dong biar kita pulang cepat"ucap si Linda.


mendengar itu Eka pun menjawab "baiklah biar aku yang menelfon pak Rey".


"halo pak ini saya mau tanya apakah kami sudah bisa pulang atau kami menunggu bapak"ucap Eka setelah telfon tersambung.


"baiklah pak kami pulang duluan terimakasih pak" ucap Eka lagi.


setelah sambungan telfon putus Eka pun berucap "kita bisa pulang cepat kata pak Rey kita foto berdo'a lalu pulang".


sepulang dari tempat kerjanya Dara masih terus kepikiran antara kehaluannya vs kenyataan.

__ADS_1


tapi semoga kehaluan Dara bisa menjadi kenyataan ya.


selamat membaca ya salam dari para bucinnya BTS salam dari papa bear juga ya fighting happy reading ya🥰🥰🥰.


__ADS_2