TANPA RASA

TANPA RASA
Acara Pertunangan Zila


__ADS_3

Tak lama acara pertunangan Zila dan Jastin pun di mulai semua keluarga dan tamu undangan berada di ruang tengah. Nasyahpun menuntun adiknya keluar dari kamar untuk menemui banyak orang.


"(Menggenggam dengan erat) Kak! kok banyak orang kak?"


"(Mencubit nya dengan pelan) Udah mau jadi istri orang bodohnya masih nggak hilang hhhhhh (menghela nafas)"


"(Menatap kakaknya)"


"Apa? lupa lagi?"


"Nggak (polos)"


"Lalu?"


"Grogi di lihatin (bermanja)"


"Udah santai aja, anggap mereka pada nggak ada. Tu tunangan lu nunggu (menunjuk)"


"Tapi jalan ke sana aku gugup kak"


"Bodoh bangat lu ya.... lihat aja ke arah Jastin lu pandangin dia yang kegirangan kayak orang gila no... "


"Kakak jangan ngomong gitu, dia itu bakal jadi adik ipar kakak lo"


"Bodoh amat"


"iiiiii kakak ni"


"(Menyela) Kalian kapan bakal selesai betengkarnya, lihat tamu di banyak jangan sampai bikin malu bunda (berbisik)"


"hehehehehe iya bun (Nasyah) "


"Zila, ayo jalan (berbisik)"


"iya kak, sabar"


mereka pun berjalan kearah ke Jastin, dengan Nasyah di samping kiri zila dan bunda mereka berada sampai kanan, dari jauh sepasang mata memandangi Nasyah. Pria itu berdiri di sudah kerumusan,


"(Dalam hati) Oooo, jadi benar dia orangnya, kenapa sekarang auranya berbeda dari yang lihat tadi. Sekarang dia terlihat menjadi wanita dewasa dan terdidik, sementara tadi seperti wanita bocah yang jahil. Sungguh mengejutkan (tersenyum)"


Adik kecilnya menyadari hal itu, mulai penasaran kenapa kakaknya tersenyum tidak seperti biasanya.


"Kak!"


"Hmmm"


"Ada apa? Apa kak sudah tahu dengan wanita yang di jodohkan dengan kakak itu?"


"Anak kecil tahu (menghelas rambut adikanya)"


"Kakak kira aku nggak tahu, pasti kakak yang berada di samping kiri tunangan kak Jastin kan? pasti dia orangnya"


"Ssstttt pelankan suaramu, nanti orang-orang mendengarnya"


"(menutup, lalu mengangguk) apa aku benar kakak? (bersuara pelan)"


"(Senyum, lalu mengangguk) Hmmmm"


"(Tersenyum) tidak terlalu buruk juga kak"


"Kamu menyukainya?"

__ADS_1


"Iya, dia sangat cantik dan elegan. Aku suka dengan gaya dan auranya (senyum)"


"Bagus, kamu sudah menyeleksi nya sebelum aku"


"Apa aku salah? Untuk menjadi pasangan kakakku, semua gadis itu harus melewati aku terlebih dahulu"


"Kamu ini (mengalihkan pandangan)"


"Aku kira, hanya aku yang menyadarinya. ternyata bocah kecil ini juga terpikat dengan aura wanita itu. Ini cukup menarik"


Raka terus memandangi Nasyah yang berjalan di sekitar adiknya, dia membawakan cincin untuk kedua pasangan itu, lalu ayahnya Nasyah juga mengucapkan beberapa kata di hadapan tamu undangan. Setelah itu Nasyah mulai menarik dirinya dari kerumunan, dia pergi ke halaman belakang untuk menenangkan diri.


"ha....... cukup merepotkan acara ni, nanti malam gua baru se berangkat ke kota lagi. Capek yang ini aja belum hilang"


dia berjalan lalu duduk di kursi yang ada di tepi kolam, dia mulai merebahkan tubuhnya disana.


Sementara di sisi lain kedua kelurga tengah berbincang dan tamu undangan sibuk mengucapkan selamat untuk kedua pasangan yang sudah bertunangan itu lalu Raka dan adiknya juga memberikan selamat,


"Selamat kak Jastin, kak Zila (mengulurkan tangan)"


"Iya Terimakasih boca kecil (berjabatan tanngan sambil tersenyum)"


"Makasih Adik imut (tersenyum)"


"Selamat ya bro, (berjabat tangan dengan Jastin lalu tersenyum ke hadapan zila sambil ngulur kan tangannya) Selamat ya...


"Iya kak, makasih banyak (bicara dalam hati) Apa ini orang yang mau di jodohin sama kak Nasyah, kemaren cuman lihat foto doang, sekarang ketemu asli bahkan lebih tampan dari pada foto. Kalau nenek lampir itu nolak juga, fix lah dia bodoh alis buta. Orang tampan gini masih di tolak, aduhhhh kakakku yang malang.... pintar dikit kek"


"Rika lebih suka kak Zila dari pada kak Jastin (kesal) "


"Kenapa? (jastin)"


Semua di buat tertawa oleh sikapnya rika


"Kak Zila, kakak yang di samping kakak tadi siapa kak? (penasaran)"


"Oooo itu, itu saudaranya kakak, namanya kak Nasyah"


"Jadi kakak tadi itu saudaranya kakak Zila, pantasan sama cantiknya"


"hahahahahah"


"Kemana kakak Nasyah itu sekarang kak?"


"(mencari-cari) Hhmmmm, sepertinya dia menyembunyikan diri lagi"


"Maksudnya kak? (kepo)"


"(Dengan lembut menjelaskannya) Iya.... kak Nasyah itu tidak terlalu suka keramaian seperti ini, setelah menyelesaikan tugas dia pasti lansung bersembunyi. Dia bakal muncul di akhir acara (tersenyum) "


"Ooooo begitu.... (mengangguk- angguk)"


Disisi lain, ayahnya Nasyah yang berdiri tidak jauh dari hadapan Zila di hampiri oleh seseorang tamu,


"Selamat ya mas.. (berjabat tangan)"


"Iya terimakasih (tersenyum)"


"Ini bukannya anak gadis bungsumu?"


"iya.... "

__ADS_1


"Apa yang sulung sudah menikah, kenapa tidak mengundangku (menyenggol)"


"Belum, dia belum menikah. Dia masih lajang sampai sekarang"


"(menyela) Kau tidak mencarikannya pasangan mas, usianya sudah tidak muda lagi lo mas, (kata istri dari tamu itu)"


"Hahahahahah......Aku tidak ingin terlalu memaksanya, seperti katamu, dia bukan bocah lagi, dia lebih tahu mana yang baik untuknya"


"Hmmmm, kalau begitu ke sana dulu mas, semoga kau cepat mendapatkan menantu untuk putri sulung (menepuk pundaknya)"


"Iya silahkan, terimakasih atas doanya "


"Semoga saja doa kalian di jabah oleh tuhan, betapa legahnya aku (dalam hati) (tersadar) oooo iya, bukanya aku ada janji dengan teman lamaku"


Dia mulai mencari keberadaan sahabatnya itu, ternyata teman lamanya tengah berbincang dengan besannya, dia pun menghampirinya.


"Maaf aku menganggu pembicaraan kalian"


"Oooo tidak apa, bukankah kita sudah menjadi besan"


"Hahahahaha kau membuatku sedikit malu besan (ayah Nasyah"


"Tapi aku dengar, kalian berdua juga aku menjadi besan"


"Jaringan mu terlalu cepat pak Tomo, kami hanya memperkenalkan anak kami, besan atau tidaknya nanti terserah pada mereka. bukankah begitu pak Jaya"


"Betul sekali pak kris, kami sebagai orang tua tidak akan memaksa mereka"


"Tapi harapanku, memang sangat ingin ber besan dengan pak Jaya."


"Kamu terlalu menyanjung pak kris, ooo iya maksud kedatangan ku kemari, ada yang ingin ku beritahu pada pak kris"


"Ooo begitu, baiklah mari"


"Maafkan besan, kami harus meninggalkan anda dulu"


"Tentu tidak apa-apa, silahkan"


Keduanya meninggalkan pak Tomo, keduanya mulai pembahas masalah anak mereka. pak Kris tampak memanggil putra nya, Raka pun bergegas menghampiri ayah dan meninggalkan adiknya pada Jastin, sedangkan pak Jaya mulai mencari keberadaan putri sulung, dia mulai melihat ke arah Zila, lalu menanyakannya dengan isyarat. Zila menjawab tidak tahu dengan isyarat juga, wajah pak Jaya mulai tanpa kebingungan. Sementara itu Raka sudah mulai mendekat ke arah mereka.


"Raka, ini pak Jaya rekan kerja papa dulu, sampai sekarang kita masih berteman baik"


"Hai paman... Aku Raka"


"Iya Raka, paman juga ada seorang putri yang mungkin seumuran dengan kamu, tapi dia sedikit nakal. Tunggu paman akan menperkenalkannya dengan kamu (mencari-cari)"


"Iya paman...."


"Kemana dia ya...., seperti biasanya dia pasti bersembunyi lagi, paman akan memanggil dia tunggu bentar"


Dia mulai mencari keberadaan putra tunggalnya, dia memanggilnya.


"Kamu coba keberadaan kak Nasyah, katakan ayah memanggilnya (berbisik)"


"Kalau dia tanya buat apa, aku harus jawab apa ayah? "


"Bilang ada perlu"


"(Mengangguk) baik ayah"


Dia mulai berjalan mencari keberadaan kakak sulung, sedangkan ayahnya melanjutkan pembicaraan dengan Raka dan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2