TANPA RASA

TANPA RASA
Pertemuan pertama


__ADS_3

Nasyah yang pergi dengan kekesalannya menyembunyikan diri ke halaman belakang, Kemudian Raka juga tak mau tinggal diam. Dia mengikuti Nasyah.


Jastin yang melihat adegan itu dibuat tercengan olehnya, tak pernah sahabatnya di perlakukan oleh wanita seperti itu.


"Sayang, apakah kak nasyah yang akan di jodoh dengan Raka? (bertanya pada zila yang berdiri di samping)"


"Iya..... jadi kamu tidak mengetahuinya? "


"(Menggelengkan kepala)"


"Astaga, aku mengira kamu sudah tahu"


"Tidak, pria es batu itu tidak memberitahu ku. Apa mereka saling mengetahuinya? "


"Seperti yang kamu lihat, mungkin kak Raka tahu, tapi kakak tercinta ku tidak (tersenyum)"


"Kamu merahasiankannya dari dia? "


"(Mengangguk)"


"Rehan juga?"


"(mengangguk lagi)


"(Tertawa) hahahahha aku tidak bisa membayangkan bagaimana nanti kakak Nasyah akan membalas kalian"


"(Memukul) Jangan menakutiku"


"Sayang.... kamu tahu apa yang ada dalam pikiranku sekarang? "


"(bingung) Apa? "


"Jika gunung api bertemu dengan gunung es, apakah mungkin kutub utara akan segera cair? "


Zila lansung memahami perkataan tunangannya, mereka tersenyum membayangkan hubungan kakaknya.

__ADS_1


Disisi lain rehan terlihat sangat cemas dengan musibah yang akan di hadapi, dia terus mencoba mengalihkan pikiran ke pada Rika, mengajak Rika mencoba semua hidangan yang ada di meja. Rika bertanya kepada rehan, karena dari tadi rehan terlihat tidak tenang.


"Kak rehan baik-baik aja kak? "


"Ah, aku nggak papa kok"


"(bicara dalam hati) Bukan gua yang harus lu khawatirin tapi kakak lu tu, gua nggak yakin tu cowok bakal keluar dalam keadaan utuh mentalnya. Tapi kalau dilihat-lihat tu cowok kayaknya cuek juga orangnya, gua jadi penasaran dengan peperangan yang akan terjadi di antara dua orang itu. (Melihat kearah Nasyah melarikan diri)"


"(kebingungan) kak rehan lagi liatin apa? kenapa dia senyum sendiri dan resah sendiri, aneh! (bicara dalam hati)"


Nasyah yang menyadari bahwa dirinya di ikuti oleh Raka, dia sangat merasa kesal hingga menghentikan langkah,


"Sekali lagi anda berani melangkah, jangan salahkan saya tidak mengingatkan anda"


"(tidak mempedulikan)"


Nasyah mengira Raka paham dengan maksudnya dan mengurungkan niat untuk mengikutinya, lalu dia melanjutkan langkah. Tetapi Raka kembali mengikutinya. Nasyah benar-benar bisa menahan kata-katanya lagi,


"Apakah anda anjing yang sedang mengikuti orang lain dari belakang? Apa perkataan saya kurang jelas, (mendekat) ingat ini baik-baik, aku tidak tertarik dengan anda. Dan aku juga tidak tertarik dengan tindakan anda ini, jadi marilah saling menjauhkan diri"


"(Menatap)"


"(Kembali menatap)


" Apa anda seorang pria? atau mulut sedang bisulan? anda juga buta arah hingga mengikuti saya? saya rasa anda perlu memeriksa keadaan anggota tubuh anda. Saran saya anda lebih memastikan keadaan mulut baik-baik saja sebelum pergi ke pesta."


"Apa gini cara anda biasa bekerja, nona?"


" (Senyum mengejek) anda menanyakan kinerja saya? Anda bukan klien saya, anda bukan atasan sayaa, apalagi pather kerja. Jadi menanyakan hal bodoh"


"(bergumam) Cukup mengagetkan"


"Apa yang anda katakan? "


"Saya rasa anda akan membutuhkan bantuan saya"

__ADS_1


"Maaf, anda salah besar. Saya tidak butuh bantuan anda. Camkan ini baik-baik, meskipun orangtua saya memaksa saya untuk menikah dengan anda, saya akan tetap menolak. Walau hari ini saya tidak tahu skenario seperti apa yang dimainkan orangtua anda dan orangtua saya, saya tidak peduli sama sekali."


"(Mendekat lalu berbisik) Anda cukup menarik"


"(Menjauhkan diri) Jangan lewati batas anda (Marah)"


"(Tersenyum)"


"(Bergumam) benar-benar kehabisan obat (lalu pergi)"


"(Merai tangannya)"


"(Melepaskan) Jauhkan tangan anda dari saya"


"Anda mau kemana?"


"Bukan urusan anda (ketus)"


"Hari ini anda bertugas sebagai pemandu saya di acara ini. Jadi anda tidak meninggalkan saya sendirian"


"(Mendekat dan berbisik di telinganya Raka) Bodoh amat, gua nggak peduli (Melangkah meninggalkan Raka) "


"(Raka bersikeras megang tangannya Nasyah) Jangan biarkan saya melakukan sesuatu yang gila kepada anda. Jadi mari kita bicarakan ini baik-baik"


"Saya tidak tertarik (memberontak)"


"Apa anda menguji kesabaran saya?"


"Oooo ya..... silahkan (mengigit tangan Raka lalu berlari dengan cepat)


Melepaskan genggaman dengan secepat, sedangkan Nasyah melarikan diri dengan cepat, Raka hanya tersenyum lalu pergi, dia pun menemui orangtuanya. Disisi lain Nasyah telah mengganti haluannya, dia berjalan ke arah kamarnya. Dia mencoba bersembunyi di dalam kamar, sekalian meredahkan emosinya.


"(Menutup pintu kamar) Pria sialan, dia kira dia siapa? Seenaknya aja megang tangan gua. Untung nggak buat gigit sampai copot tu daging dari tulangnya."


"(Merebahkan diri di atas tempat tidur) Hahhh...... Ayah sama bunda kenapa menjodohkan gua lagi si.., kan udah di bilang gua nggak minat buat nikah. Nah, satu lagi kedua anak brengsek gua itu juga, kenapa mereka nggak bilang ke gua hari ini ayah bakal kenali gua sama anak temannya. (Marah) kenalan apaan? menjodohin baru benar. (menjatuh diri di tempat tidur kembali) Haiissssss....... udah benar kemaren gua nggak pulang, Btw pria brengsek itu cukup kuat juga megangin gua, Aduhhhh, mana sakit bangat lagi pergelangan tangan gua. Kalau ketemu lagi lain kali, gua bakal gigit tangan di dia lebih keras lagi."

__ADS_1


Dia terus mengumpat Raka, sampai-sampai rasa mengantuk hadir ditengah ocehannya. Dia tanpa sadar telah tertidur sekarang, karena merasa lelah jadi diak tak bisa menahan rasa ngantuknya lagi. Kini wanita muda itu tidur dengan nyenyak.


__ADS_2