TANPA RASA

TANPA RASA
Ketahuan kak Nasayah


__ADS_3

Rakapun menghampiri kedua orangtua dan orang tua Nasyah, dia meminta izin untuk pamit pulang duluan karena ada urusan. Mereka menanyakan keadaan Nasyah, raka pun lansung menjawab,


"Tadi Nasyah bilang ada urusan lain om"


Kedua orang tua Nasyah lansung paham dengan apa yang katakan oleh Raka, meskipun tadinya dia berniat untuk menyembunyikannya dari mereka. Tapi sayangnya, kedua orangtua telah mengenal anaknya lebih lama dari orang lain, jadi tak dapat di tutupi lagi bagai sikap anak perempuan sulungnya itu.


Rakapun bergegas meninggal pesta setelah meminta izin, Jastin yang melihat Raka melangkah keluar dia merasa kesal,


"(Bicara dalam hati) Kenapa dia buru-buru pergi? ini ada halnya dengan yang tadi. Tapi biasanya dia juga gitu si......, tapi nggak nungguin gua kelar dulu? ini malah ninggalin gua. Dasar gunung es. (mengeluarkan handphone) gua chat aja deh (menulis) Lu mau kemana?"


Pada saat Raka berada dalam mobil, handphonenya berdering, dia mengambilnya berada pada saku kirinya lalu memeriksa. Ternyata itu pedan singkat dari Jastin dia pun mengabaikannya, kemudian mengendarai mobilnya.


Disisi lain, Jastin menunggu balasan dari pesannya, dia tersadar bahwa pesannya telah di abaikan.


"Pria es ini, dia tidak membalas pesanku. Baiklah aku akan lansung menghubunginnya"


Jastin menghubungi Raka, begitu panggilannya tersambung, Raka masih saja mengabaikannya meski dia tahu.


Pesta akhirnya berakhir, semua tamu termasuk besanpun telah saling berpamitan. Keluarga Nasyahpun merasa lega dengan acara hari ini telah berjalan dengan lancar, tidak ada satupun menyadari ketidak berapaan Nasyah sejak terakhir kali Nasyah pergi meninggalkan Raka tadi.


Keluarga Nasyah duduk di ruang tamu untuk melepas lelah mereka, tiba-tiba zila menghentikan suasana sunyi itu dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Bunda, kak Nasyah mana? (mencari-cari)"


"Hmm, (kebingungan), O iya, ya.... bunda juga nggak liat dia. (memukul rehan yang berada di sebelah kiri bunda) rehan! kamu liat kak Nasyah?"


"Aduhhh (mengusap) sakit bunda...... aku dari tadi temanin anak Rika keliling bunda"


"(Berpikir) Aduhhh, "


"(Kaget) ada apa bunda?"


"Jangan bilang Nasyah udah pergi ke kota tanpa pamit sama kita (sedih) "


"(Ayah) Mana mungkin, meskipun dia sedang marah pastinya dia bakal pamit sama ayah atau bunda kalau mau pergi (tenang)"


"(Di tambok) Kamu ini, ngawur aja..... nggak mungkin dia sebodoh itu juga"


"(Rehan menyela) Mana tahu benar bunda, aku tadi liat kak Nasyah pergi dengan wajah yang sangat kesal."


"Kalian sebelum beranggapan yang macam-macam, mending semua menyiapkan telinga yang tebal. (kata ayah)"


"Buat apa ayah (kata zila)"

__ADS_1


"Apa kamu lupa dengan apa yang kamu lakukan hari ini? "


"(Menggelengkan kepala)"


"(Semua menghela nafas) Haisss.... "


"Hari kini kita sudah menipu kakakmu, Kira-kira kamu sudah tahu bagaimana amukkannya nanti? "


"(Lesu) Iya juga ya.... "


"(Rehan berkata) Apa yang susah, tinggal masuk kamar dah kelarkan? (menunjukkan ke arah zila)"


"Benar! gua setuju sama lu (kata zila)"


Ternyata di sisi lain Nasyah yang tadinya tidur sudah bangun, diapun telah menyiapkan barang untuk berangkat. Setelah semua selesai di kemasi, dia berjalan ke ruang tadi, diapun mendapati keluarga yang tengah berbicara. Dia perlahan-lahan mendekat, dia mendengar keluar adiknya membicarakan dirinya. Dia terlihat sangat kesal di tambah hal tadi mereka juga ikut menyembunyikan nya.


Kemudian berjalan, lalu dengan cepat menjewer telinga kedua adiknya itu,


"Ooooooo Ternyata kalian ingin kabur ya.., coba saja kalau bisa"


"Aduhhhhhh sakit kakk (zila dan rehan berteriak kesakitan)

__ADS_1


Sementara kedua orang mereka hanya melihat nya saja tanpa mengatakan apapun. Nasyah tak tidak memberi ampun pada kedua adiknya itu


__ADS_2