
Malam yang penuh dengan rintihan dan tangisan dari Ah Young akhirnya terhenti saat Raja sudah sampai pada titik pelepasannya, dan dengan acuh ia lalu menggambil pakaiannya yang berserakan dilantai, memakainya dan kemudian pergi meninggalkan gadis yang tak berdaya itu begitu saja.
***
Sinar matahari masuk dari celah jendela kamar Ah Young membangunkanya dari tidur panjang. saat mencoba bangun, ia merasakan nyeri yang sangat hebat pada seluruh tubuhnya terutama di bagian intinya akibat dari perbuatan kejam Raja semalam.
"Dayang Lim ..." seru Ah Young saat memanggil pelayannya itu.
Terdengar suara pintu dan langkah kaki Dayang Lim masuk ke tempat peristirahatan Ah Young.
"Iya,,, ada apa Nyonya?, ada yang bisa saya bantu?, " ujar Dayang Lim
"Tolong beri tahu tabib istana agar membuatkanku ramuan penahan rasa sakit, aku sudah tidak tahan dengan rasa nyeri di seluruh tubuhku."
"Baik Nyonya, apa perlu aku memanggilkan tabib untuk memeriksa Nyonya?."
"Tidak perlu,, aku malu bila orang lain melihat keadaanku yang seperti ini."
"Tapi ini untuk kebaikan Nyonya,, agar Nyonya segera pulih," pinta Dayang Lim.
"Tidak ... aku mohon tolong lakukan saja apa yang kuperintahkan padamu, Dayang Lim."
__ADS_1
"Baik Nyonya,, akan segera kuambilkan obatnya."
Dayang Lim melangkah keluar dan meninggalkan Ah Young di dalam kamar dan melakukan apa yang telah diperintah Tuanya.
**
Seperti biasa Raja selalu mengerjakan apa yang sudah disusun rapi oleh Penasehat Istana, yang dia kerjakan adalah membaca dan membubuhka stempel kerajaan pada setiap dokumen tersebut.
Tapi ada yang berbeda kali ini, Raja terlihat sangat tidak fokus pada pekerjaanya. Ia sering salah stempel saat akan menstempel dokumen kerajaan, dan pada waktu sidang istana dengan para Menteri, ia terlihat tidak bersemangat dengan pembahasan sidang tersebut, ketika ditanya bagaimana pendapatnya Raja kebingungan menjawabnya alhasil sidang tersebut ditunda untuk beberapa saat.
"Yang Mulia, apakah anda membutuhkan sesuatu?, anda terlihat lelah hari ini," ujar penasehat kerajaan.
"Tidak, aku tidak membutuhkan apapun. Kau benar ... seperti aku membutuhkan istirahat lebih lama hari ini."
"Kenapa aku harus terpengaruh dengan wanita itu?, tidak dia memang pantas mendapatnya" (gumam raja)
"Penasehat segera kirimkan pesan pada kediaman Ratu kalau aku akan mengunjunginya saat makan siang hari ini," perintah Raja.
"Baik yang mulia."
***
__ADS_1
"Salam hormat Yang Mulia Ratu,, ada pesan dari istana Raja, bahwa Raja akan datang utuk istirahat makan siang," ungkap Dayang Istana Ratu.
"Benarkah? ini adalah berita yang bagus, sudah lama aku tidak makan siang dengan Yang Mulia Raja. Dayang Istana ... segerlah sediakan makanan terbaik untuk Raja," perintah ratu pada Dayang Istana.
"Baikk Yang Mulia Ratu."
Tak lama setelah makanan dihidangkan di meja makan Ratu, pelayan istana mengumumkan kedatangan Raja
Ratu lalu berdiri dan memberi hormat pada yang mulia Raja
"Salam pada Yang Mulia Raja. Aku dengar, Anda akan berkunjung kemari untuk makan siang. Saya sudah menyiapkan makanan kesukaan Anda."
"Baikklah ... mari makan bersama, " ujar Raja.
mereka berdua pun menikmati hidangan makanan yang telah disediakan, tanpa berucap sepatah kata.
Dalam hubungan pernikahannya dengan Ratu sebenarnya Raja tidak begitu mencintai Ratu, hanya saja dia menghormati sebagi teman masa kecil, ia dari kecil telah dijodohkan dengan Ratu dan terbiasa bersama Ratu. Tapi berbeda dengan Raja, Ratu begitu mencintai Raja, mungkin karna dari kecil sudah diberi tau klo Raja adalah jodoh yang ditakdirkan untuknya makanya tumbuh perasaan yang dalam pada Raja.
Hanya saja selama pernikahan, mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri. Setiap kali mereka akan memulainya selalu berhenti tiba-tiba, entah karena Raja merasa gugup atau belum siap, padahal Ratu cukup cantik dan menarik, dia juga pandai merayu dan membuatnya senang tapi selalu gagal.
Berbeda saat dia bersama dengan Ah Young, entah bagaimana gadis itu bisa memancing gairahnya padahal bicara pun tidak, membuat hasrat bercintanya memuncak dan seolah tidak bisa ia dikendalikan, Ia menginginkan gadis itu terus dan terus.
__ADS_1
"Jika ada waktu luang, apakah Yang Mulia Raja bersedia datang malam ini?, sudah lama kita tidak menghabiskan malam bersama."
Pertanyaan dadakan dari Sang Ratu membuat Raja yang sedang mengunyah makanan berhenti dan membuatnya sedikit tersedak. Bagaimana tidak sebenarnya pada saat itu yang ada di pikirannya adalah tentang Ah Young. Gadis yang sudah ia perlakukan dengan kejam semalam karena dibakar oleh api kecemburuan.