Tawanan Cinta Sang Raja

Tawanan Cinta Sang Raja
Bab 6


__ADS_3

Dari luar terlihat gubuk tua dan kumuh, saat ia melangkahkan kakinya di halaman gubuk itu Ah Young tercengang. Bagaimana tidak, pemandangan yang dilihatnya kini berbeda 180 derajat saat ayahnya masih menjabat menteri pertahanan di kerajaan ini.


Dengan pelan Ah Young melangkah ke dalam gubuk itu, saat hendak masuk lebih dalam lagi kedalam gubuk itu terlihat seorang wanita berumur keluar berdiri terpaku tidak percaya pada apa yang dilihatnya.


"Ah Young,,, kau disini nak,?" Sambil berlari memeluk Ah Young.


"Ibu,,,? aku kira tidak bisa bertemu lagi dengan ibu,, Ah young sangat rindu bu,," Mereka menangis sambil berpelukkan. "Mari masuk ke dalam nak,, Ayahmu sudah menunggumu"


Ah Young masuk kedalam gubuk itu dan terkejut saat mendapati ayahnya sedang tidur dalam pembaringannya.


"Ada apa dengan ayah ibu...?." Masih dalam isak tanggis Ibu Ah Young mencerita kejadian saat Ibu dan Ayahnya di tangkap oleh pengawal kerajaan.


Saat pengawal mulai menyerang dan menagkap tuan Ha Joon, ia dan isterinya berlari menuju ke arah hutan tiba - tiba ia terjatuh dan kaki tuan Ha Joon patah, akhirnya mereka dikepung oleh tentara dan dibawa kepenjara.

__ADS_1


Saat dipenjara luka kaki tuan Ha Joon dibiarkan dan tidak diobati akhirnya terinfeksi dan membuat tuan Ha Joon lemah tidak dapat berdiri. Saat Raja memutuskan untuk mengasingkan mereka disaat itu pula ia bertemu dengan mantan pegawalnya yang setia dan membawa mereka untuk menetap di rumah gubuk ini. Pengawal itu pula yang telah membertahukan Ah Young dimana orang tuanya berada.


"Aiirr,," Terdengar suara lemah ayah Ah Young yang meminta air.


"Iya Ayah,,, ini" sambil menyuapakan air dengan sendok ke dalam mulut ayahnaya.


"Suamiku,, putrimu sudah datang mengunjungimu, dia terlihat baik - baik saja, kau jangan khawatir lagi. Dia sudah besar sekarang dan mampu menjaga dirinya sendiri."


"Apakah itu kau Ah Young,,,?" Ucap ayahnya lemah


"Kau baik - baik saja nak? Apakah Raja menyakitimu,,,?" Ucap ayah Ah Yong pelan.


"Tidak. ayah,, dia baik padaku, Raja memperlakukan dengan sangat baik, dia menjadikanku Selirnya, aku akan bilang padanya untuk mengobati ayah. Ayah jangan khawatir."

__ADS_1


Ah Young tidak tau lagi harus berkata apa, tapi yang jelas dalam hatinya ia tidak ingin ayahnya mengkhawatirkannya walaupun yang dia katakan adalah kebohongan.


"Aah,, syukurlah kalau begitu, Ayah mencemaskanmu nak,, tidak usah kau meminta Raja untuk mengobati Ayah biarkan saja, ayah takut Raja akan benci padamu. Karena Raja sangat membeci keluarga kita terlebih pada kakakmu."


"Ada apa dengan kakak Ayah,,?"


"Tidak perluh kau tau itu anakku,, yang penting Raja baik padamu. Berbuat baiklah padanya, Lahirkan pangeran untuknya buat dia agar tidak terlalu membenci keluarga ini dan hiduplah dengan bahagia bersamanya."


"Tapi Ayah,,, "


"Sudahlah nak,, dengarkan apa yang dikatakan oleh Ayahmu. Dengan mendengar kau baik - baik saja di dalam istana itu sudah cukup buat kami." Sela ibu Ah Young saat akan mengajukan pertanyaaan tentang kakaknya.


"Jangan khawatirkan pada kami,, disini ada Paman Moon dia mantan pengawal ayahmu yang sangat setia, dia berhutang budi pada ayahmu. Waktu itu ayahmu menyelamatkan paman Moon saat jadi tawanan perang.

__ADS_1


"Baik Bu,,," Walaupun Ibunya mengatakan untuk tidak menanyakan tentang kakaknya tapi Ah Young masih menyimpan rasa penasaran dimana keberadaan kakaknya sekarang. Putra sulung Tuan Ha Joon sudah menghilang setahun yang lalu saat memimpin pasukan untuk menaklukkan wilayah barat dari kerajaan ini.


Tapi yang Anehnya hanya pasukannya yang pulang membawa kemenangan dia tidak ikut serta bersama pasukannya. Ada yang mengatakan kalau dia jatuh cinta pada seorang gadis disana dan menikahinya. Dan sampai sekarang dia belum pernah mendengar kabar lagi dari kakak laki - lakinya itu.


__ADS_2