
Sungai yang semula ramai dikunjungi oleh beberapa pemuda desa yang mencari kayu bakar kini kembali sepi, Hyun Jae kini mengalihkan pandangan ke bebatuan tempat Gadis itu bersembunyi.
"Apa kau membutuhkan bantuanku, sudah tidak ada orang disini, Aku tau kau bersembunyi di balik bebatuan itu" Ucapan Hyun Jae membuat Gadis itu sedikit bergetar karena takut dan malu tak disangka ternyata ada yang memperhatikanya saat dirinya sedang berendam di bawah air terjun itu tadi.
" Kau tau aku bersembunyi?, bagaimana kau tau aku sedang bersebunyi? ah,, tidak, atau jangan - jangan kau memang sedang mengitipku sedari tadi?, dasar Pria Mesum cepat pergi dari sini atau aku akan berteriak.
"Apa,, Pria Mesum? aku ini mencoba menolongmu,, " Hyun Jae menarik nafasnya dan lalu mengeluarkanya secara perlahan mencoba untuk tenang karena dibilang Pria Mesum oleh Gadis itu, tapi memang sebenarnya dia memang mengintip
"Baik, aku tidak akan peduli lagi jika ada. yang datang, kau urus saja sendiri," geram Hyun Jae agak bernada tinggi.
Karena pakaian Gadis udah terlanjur basah, tak ada pilihan lain selain menerima tawaran dari pemuda itu, dia takut akan ada lagi yang datang ke sungai dan dia belum berpakaian. Saat Hyun Jae ingin melangkahkan kakinya keluar dari sungai terdengar suara panggilan dari Gadis itu.
" Tunggu,, Aku minta maaf Tuan "
Suara dari Gadis itu membuat Hyun Jae menghentikan langkahnya dan membuatnya sedikit tersenyum, ada rasa sedikit kepuasaan saat gadis itu minta maaf padanya. " Aku tidak bisa keluar karena pakaianku basah, bisakah anda menolongku dengan mencarikan sesuatu agar bisa kukenakan di hutan ini?"
"Aku tidak suka ya ada yang memanggilku Pria Mesum" ujar Hyun Jae agak ragu," lagi pula aku tidak mengintip kok, hanya kebetulan saja aku kesini saat kau sedang di air terjun itu. Kau yang seharusnya lebih berhati - hati.
Gadis itu tampak merasa malu saat dinasehati oleh pemuda itu, ia seharusnya tidak sembarangan menanggalkan pakaiannya di tempat seterbuka ini. Ia tau dan merasa bersalah.
__ADS_1
"Iya,, aku yang salah Tuan, maafkan aku."
"Sangat sulit menemukan sesuatu di hutan ini yang bisa kau gunakan,,, pakailah bajuku dulu ini agar kau tidak merasa kedinginan" Hyun Jae pun membuka bajunya dan meletakkan diatas batu tempat persembunyian gadis itu.
"Terima kasih, Tuan." Si gadis mengambil dan memakai baju pemuda itu, baju itu terlihat kebesaran tubuhnya yang memang berukuran kecil, setelah memakainya ia lalu keluar dari persembunyiannya menampakka dirinya pada Hyun Jae. Gadis itu agak terkejut saat melihat Hyun Jae dan seketika menundukkan pandangan. Hyun Jae bertelanjang dada memperlihatkan otot tubuhnya yang sangat atletis dengan perut yang rata walaupun berusia sangat muda terlihat bahwa pemuda itu sering melatih otot tubuhnya.
Hyun Jae sendiri terkesima menatap gadis itu, kecantikannya terlihat sangat jelas dari dekat bagai seorang dewi , walaupun gadis itu menggunakan baju yang sedikit kebasaran yang panjangnya menutupi bagian tubuhnya sampai ke bawah paha tetap tidak mengurangi kecantikannya, akhirnya dia dapat melihat dengan jelas gadis yang sempat membuatnya terpanah saat di air terjun tadi.
" Berikan aku pakaianmu, akan ku keringkan dengan kayu bakar itu ". Gadis itu menyerahkan pakaiannya yang agak basah pada Hyun Jae dengan sedikit ragu.
Hyun Jae mengambil kayu bakar kemudian menyalahkan api unggun dipinggir sungai. Ia juga mengambil beberapa dahan pohon yang berjatuhan di dekat pohon kering kemudian membuat jemuran di samping api unggun itu, lalu menata dengan rapi baju Gadis itu di jemuran agar baju itu cepat kering.
Lama saling terdiam sambil menatap api unggun akhirnya Hyun jae membuka percakapan " Namaku Hyun Jae, kalau boleh tau siapa namamu?, apa kau tinggal di daerah sini? Maaf tadi tidak sengaja aku melihatmu saat di air terjun itu."
" Tidak apa - apa Tuan, aku yang salah tidak berhati - hati, iya aku tinggal di sekitar sini, panggil saja aku Ah Young "
" Apa kau lapar? seperti nya bajunya akan lama kering, kau tunggu saja disini, aku akan mencari buah yang dapat kita makan. " Ah Young melihat ke arah Hyun Jae sambil Mengaguk.
Hari sedikit senja saat Hyun Jae kembali ke api unggun itu, dengan membawa beberapa buah seperti ubi jalar, buah pear liar dan beberapa jagung yang tumbuh di sekitar hutan itu.
__ADS_1
" Apa kau lama menunggu? agak susah mencari makanan di hutan ini, aku tidak tau apa ini bisa dimakan, hehehe,, ." Jelas dia kesulitan mencari makanan sebab selama ini dia hidup bercukupan di dalam Istana dengan gelar Putra Mahkota tanpa perlu mencari, makan sudah siap sedia dihadapanya.
" Terima kasih, Tuan. Ini sudah lebih dari cukup untuk kita berdua, aku akan membakar ubi dan jagungnya." Ah Young mengambil buah - buahan yang ada di tangan pemuda itu kedian meletakkan di bawah bara api. Setelah ubi dan jagungnya sudah matang mereka pun akhirnya makan secara bersamaan.
Hari hampir malam saat mereka sudah meghabiskan semua buah yang di bawa oleh Hyun Jae, Ah Young melihat ke arah pakaiannya yang di jemur dekat api unggun sepertinya sudah hampir kering.
Saat Ah Young mulai berdiri tiba tiba bajunya tersangkut di salah satu dahan pohon kering di sekitar ia duduk membuat keseimbangannya terganggu dan jatuh menimpa tubuh Hyun Jae yang kebetulan duduk di dekatnya.
Kejadian itu spontan membuat membuat kedua insan itu saling berpelukan dengan Ah Young berada diatas Hyun Jae dengan baju yang sedikit tersingkap memperlihatkan bahunya sampai ke dada, sentuhan dari kulit mulus sang Gadis secara langsung membuat hati pemuda itu bergetar dengan hebat, Ah Young sangat malu dan tak berani beranjak dari pelukkan pemuda yang dia tindih itu sambil menundukkan kepalanya karena kalau iya beranjak maka tubuh polosnya akan terekspos oleh pemuda itu.
Sudah beberapa detik berlalu, Hyun Jae tidak akan tahan lagi jika Sang gadis terus berlama - lama diatasnya, hembusan nafas dan sentuhan langsung dari gadis yang menimpa dada polosnya membuat gejolak di bawah tubuhnya dan meronta seakan ingin di puaskan, dia bisa saja melakukan sesuatu yang yang lebih pada gadis itu sekarang, tapi akal sehatnya melarangnya. Ajaran moral yang telah dia pelajari dari istana tlah berakar dalam dirinya, dia masih muda dan belum mengenal dengan jelas siapa gadis yang tengah berada diatas pelukkanya ini.
" Mau sampai kapan kau menindihku? apa kau sangat suka padaku? " lirih Hyun Jae secara pelan dengan suara yang berat.
" A-aku minta maaf, aku tak bermaksud menggodamu. A-aku malu sangat malu, bisakah kau tutup matamu?, aku akan berdiri dan segera memakai pakaiankku, sepertinya sudah kering." Hyun Jae pun segara menutup matanya tanpa berucap sepatah kata.
Saat gadis itu akan beranjak dari Hyun Jae, ia memberanikan diri untuk melihat dengan seksama wajah tampan dari pemuda yang menutup matanya itu yang sedari tadi tak berani ia lihat dan mendapati dirinya sedang memeluk pemuda itu dengan tubuhnya yang setengah polos, tiba - tiba jantungnya berdebar dengan kencang, bagaimana tidak dirinya yang sangat tertutup kini berada dalam dekapan seorang pria yang ia belum kenal pasti. Dengan cepat ia menarik diri dari atas pemuda itu dan memakai pakaiannya yang sudah mulai agak kering.
" Tuan, kamu bisa membuka mata sekarang, aku sangat berterima kasih karena kau sudah bersedia membantuku. Hari sudah semakin gelap, aku harus segera pergi dari sini, baju yang kau pinjamkan sudah kutaruh di bawah pohon itu." Gadis itu mengucapkan perpisahan pada Hyun Jae kemudian berlari ke arah hutan yang semakin gelap, Hyun Jae lalu membuka matanya dan ingin mengucapkan sepatah kata tapi gadis itu sudah semakin menjauh dan menghilang dari indra pengheliatannya.
__ADS_1