Tawanan Cinta Sang Raja

Tawanan Cinta Sang Raja
bab 5


__ADS_3

Karena kasihan melihat Ah Young yang tersiksa akibat kerinduan pada kedua orang tuanya dan terus meminta bantuanya agar bisa keluar istana, ia pun berusaha mencari cara agar bisa membawa Ah Young keluar istana untuk menemui kedua orang tuanya walau hanya sebentar.


"Nyonya, aku akan mencoba berbicara dengan temanku yang merupakan penjaga istana ini, siapa tau ia bisa membatu kita. Tapi mungkin dia menginginkan sedikit imbalan," jelas Dayang Lim.


"Ini,,, ambillah." Ah Young menyerahkan tusuk kode emas pemberian ibunya, ia tak punya apa - apa lagi selain tusuk konde itu.


"Aku hanya bisa memberikan ini. Tapi katakan padanya kalau dia bisa membantuku, aku akan berutang budi padanya dan suatu saat aku akan membalas kebaikkanya," ungkap Ah Young.


"Baikklah Nyonya, saya akan menemuinya dan berusaha untuk membujuknya."


Dayang Lim akhirnya keluar dari istana Selir.


*


Dayang Lim menemui Penjaga Istana dan mengutarakan maksud dari kedatangan mememui penjaga istana yang merupakan temannya itu.

__ADS_1


"Ini sangat berbahaya!!, bagaimana jika ada seseorang yang mengetahuinya dan melapor pada Raja, seorang Selir tidak boleh sembarangan keluar masuk istana,"ujar Penjaga Istana.


"Aku juga tau, tapi tolong bantulah Selir Ah Young sekali ini saja, kasihan dia sangat menderita dan sangat merindukan kedua orang tuanya. Dia akan berhutang budi padamu." Sambil menyerahkan tusuk konde emas yang telah diberikan Ah Young ke Dayang Lim.


Sambil mengela nafas panjang, penjaga itupun akhirnya bersedia membantu Dayang Lim.


"Baiklah, besok malam saya akan membantunya keluar istana, tapi katakan padanya dia tidak boleh terlalu lama berada diluar istana."


"Terima kasih, aku juga tidak akan melupakan kebaikkanmu teman." Sambil menjabat kedua tangan penjaga.


Setelah sampai di kediaman selir istana, dayang Lim memberitahukan kepada Ah Young kalau penjaga istana akhirnya bisa membantu Ah Young untuk keluar dari istana, tapi dia harus pulang tepat waktu. Karena penjagaan istana akan diperketat saat semakin malam.


Setelah mendengar kabar itu Ah Young sangat senang, ia pun menyanggupi permintaan Dayang Lim agar tidak terlalu lama keluar dari istana.


"Terima kasih Dayang Lim,, aku tidak akan melupakan kebaikkan mu." Sambil memeluk Dayang Lim karena saking senangnya.

__ADS_1


"Tapi Nyonya aku tidak bisa mengantar anda saat keluar istana, aku akan tetap berada dikamar ini agar tidak mengundang kecurigaan," ucap Dayang Lim.


"Baikklah Dayang Lim, kau tidak perluh khawatir, aku akan segera mengirim pesan pada mantan pengawal ayahanda agar menungguku diluar istana dan langsung mengantarkanku pada Ayahanda."


*****


Hari berlalu dan berganti malam, Ah Young terlihat mengendap - endap keluar dari istana Selir menuju ke halaman belakang istana yang terlihat sepi dan sunyi, disana dia bertemu dengan Penjaga Istana yang merupakan teman dari Dayang Lim.


"Nyonya ingat, anda tidak boleh melewati melewati waktu dari yang tlah ditentukan. Jika anda melanggarnya maka kita semua akan dalam masalah besar,, "


"Baiklah,, jangan khawatir, aku akan pulang tepat waktu. " Ucapa Ah Young.


"Silahkan anda melewati tembok pembatas istana ini dengan menggunakan tangga, tembok ini yang paling rendah diantara tembok lainya yg mengelilingin istana ini. Di belakang tembok ini ada gundukan yang sedikit tinggi yang memudahkan ada untuk menuruni tembok ini, berhati - hatilah Nyonya,, ingat keselamatan kami ada ditangan Anda."


" Baiklah Penjaga Istana,, saya tidak lupa dengan kebaikkan Anda."

__ADS_1


Ah Young pun menaiki tembok istana itu dan melompat ke gundukan tanah yang berada tepat dibawahnya, dan segera menemui mantan Pengawal Ayahnya yang berada diluar istana.


__ADS_2