Tawanan Cinta Sang Raja

Tawanan Cinta Sang Raja
bab 8


__ADS_3

Delapan tahun yang lalu


Moon Baek Hyun adalah Raja generasi ke 6 yang diangkat menjadi Raja setelah ayahandanya wafat. Dia menpunyai dua orang anak yang tertua bernama Putri Moon Chae Hyun dan si bungsu Putra Mahkota bernama Moon Jae Hyun.


Putra Mahkota Moon Jae Hyun memiliki pribadi cerdas, pintar, dan sangat kharismatik ketampanannya bisa membuat siapapun gadis yang melihatnya pasti terpesona, dia juga sangat menyayangi kakak perempuan satu - satunya itu. Baginya kakak perempuannya adalah segalanya sebab hanya dia tempat untuk mengadu dan mengeluh jika ia lelah dengan semua pelajaran dan peraturan yang ada di istana. Sementara Moon Chae Hyun kakaknya adalah sosok gadis yang baik hati, lembut dan juga penyayang. Ia selalu menjadi pendengar yang baik disetiap keluhan Moon Jae Hyun dan selalu memanjakan adiknya yang berbeda lima tahun itu.


Saat berumur tujuh tahun Putra Mahkota Jae Hyun telah dijodohkan dengan seorang putri dari penasehat kerajaan yang bernama Jang Wo Yoon, perjodohan itu membuat Putra Mahkota Jae Hyun dan Putri Wo Yoon akhirnya dekat, kendati mereka telah bertunangan tapi Putra Mahkota Jae Hyun hanya menganggap putri Wo Yoon adalah sahabat teman yang selalu menemaninya bermain dan bertengkar setiap bertemu.


Puta Mahkota Jae Hyun mempunyai jiwa yang bebas, dan suka keluar istana seorang diri, kebiasaan itu dia lakukan saat berusia tujuh belas tahun. Baginya di luar istana adalah pelajaran yang sesungguhnya dimana dia melihat secara langsung masalah - masalah yang di hadapi oleh rakyat ayahnya dan menemukan solusi dari masalah tersebut.


***


Siang itu saat Putra Mahkota Moon Jae Hyun selesai dengan pelajaran yang diberikan oleh beberapa guru pembimbing yang ada di istana, dia mulai berjalan cepat menuju ke kediamannya. Hatinya sangat senang karena dia memiliki banyak waktu untuk bisa keluar istana secara diam - diam. Setelah berganti pakaian dari pakaian kebesaran Putra Mahkota menjadi rakyat biasa, ia lalu mengendap - endap menuju ke belakang istana tanpa ketahuan siapa pun. Sampai disana suasananya sangat sepi dan tidak ada orang satupun, dia lalu mengambil tangga yang terbaring di tanah tak jauh dari tembok pembatas istana yang cukup pendek itu. Setelah diletakkan tangga ke tembok pembatas istana, ia lalu menaiki tangga itu dan melompat keluar dari Istana.


Moon Jae Hyun memilih untuk masuk ke dalam hutan dan mencari jamur yang baru saja dia pelajari dari seorang guru yang ada di istana, dia sangat penasaran dengan jamur itu yang katanya tumbuh setahun sekali. Jamur itu dapat menyembuhkan berbagai macam pnyakit, dia ingin sekali mendapatkan jamur tersebut untuk di berikan ke kakak perempuannya yang sering pingsan karena terkena anemia.


Ketika berjalan lama masuk ke dalam hutan, dia mendengar suara deruh air terjun. Penasaran, ia lalu melangkahkan kaki ke arah suara air terjun itu. Begitu sampai, ia merasa takjub dengan keindahan pemandangan air terjun yang tidak terlalu tinggi itu. Tiba - tiba obsidiannya terpaku saat melihat sesosok gadis yang tengah berdiri menghadap air terjun, gadis itu terlihat menoleh ke arah sekelilingnya memastikan tidak ada satupun orang disekitarnya, setelah dirasa aman ia lalu menaggalkan pakaiannya lalu secara perlahan masuk kedalam air yang cukup dalam dibawah air terjun. Ia tak menyadari jika Moon Jae Hyun sedang memperhatikannya dibalik pohon besar.

__ADS_1


Detak jantung Moon Jae Hyun berdegup dengan keras saat melihat kejadian itu, keindahan tubuh dari gadis yang tanpa mengenakan sehelai pakaian terpampang dengan jelas di hadapanya, pemandangan yang sama sekali belum dia lihat sejak lahir hingga berumur tujuh belas tahun. Dia ingin segera meninggalkan tempat itu karena baginya mengintip seorang gadis yang mandi merupakan perbuatan yang tidak bermoral, tapi langkah kakinya tertahan oleh hasratnya yang begitu besar, rasa keingintahuan membuat dirinya tetap terpaku pesona keindahan dan kecantikan tubuh dari gadis yang berada di bawah air terjun itu yang sedang berenang menikmati percikan air yang jatuh dari atasnya.


Tak berapa lama saat menikmati pemandangan nan cukup indah yang ada tepat di hadapanya, terdengar sayup - sayup langkah kaki yang mendekat ke arah sungai, saat Moon Jae Hyun mencari keberadaan suara itu, ia melihat sekelompok pemuda desa sekitar lima orang sedang mencari kayu bakar mendekat ke arah air terjun itu. Moon Jae Hyun terlihat panik karena gadis itu tidak menyadari kedatangan sekelompok pria itu.


"Kak, aku haus,, kita istirahat di dekat air terjun itu ya,, sekalian basuh muka, airnya lebih segar yang didekat air terjun itu," ucap salah satu pemuda yang lebih kecil ke kakaknya.


Suara dari salah satu pemuda desa mengagetkan gadis itu, dan seketika ia mengambil pakaian yang ia tanggalkan dan bersembunyi di salah satu batu besar yang untungnya sungai itu memiliki banyak bebatuan besar yang bertebaran disekitar sungai sehingga gadis itu bisa bersembunyi dengan cepat tanpa ketahuan.


"Disini saja,, terlalu terjal jika berjalan kesan apalagi arusnya agak sedikit deras," kata pemuda lain yang lebih tua.


"Aku mau kesana,, di sebalah sana agak dalam sedikit dalam sangat cocok untuk berendam," kata pemuda yang tetap kekeh ingin pergi ke arah air terjun itu.


Moon Jae Hyun yang melihat kejadian itu panik dan segera menuju sungai untuk memancing perhatian salah satu pemuda yang menuju ke air terjun dekat gadis itu bersembunyi.


"Hey,, apa kalian kesini untuk mencari kayu bakar?" Suara lantang dari Moon Jae Hyun memancing perhatian dari beberapa pemuda desa itu dan pemuda yang ingin menuju ke air terjun menghentikan langkahnya.


"Aku melihat beberapa pohon yang tumbang di hutan seblah sana" Sambil menunjuk ke arah hilir sungai.

__ADS_1


"Kami sudah kesana, dan tidak ada pohon tumbang seperti yang kau bicarakan, " ucap salah satu pemuda desa itu. Karena kehabisan akal, Moon Jae Hyun pun berniat membeli seluruh kayu bakar yang di bawa pemuda itu.


"Aku akan membeli semua kayu bakar yang kalian bawa itu, asal kalian segera meninggalkan tempat ini " Ucapan dari Moon Jae Hyun itu memancing rasa tersinggung dari salah satu pemuda itu.


"Jangan terlalu sombong kau pemuda, kau bisa membeli kayu bakar kami tapi kau tidak bisa seenaknya mengusir kami dari sungai ini, ini tempat umum".


"Benar,, " seru pemuda lainya.


"Maaf kalau perkataanku menyinggung kalian, aku hanya ingin berendam di dekat air terjun itu.


"kalau begitu kita lakukan saja bersama, lagi pula kita kan sesama pria dan tempat ini masih cukup luas untuk beberapa orang"


"Aku tidak suka ketika ada orang yang melihatku tanpa pakaian " ucap Moon Jae Hyung.


Beberapa pemuda itu saling berpandang dan kembali menatap pemuda yang berpakaian rapi itu dengan tatapan aneh, " Mungkin dia memang termasuk tipikal pria yang pemalu". " Terkadang ada juga pria yang aneh di disekitar tempat ini" ucap pemuda itu sambil berbisik ke pemuda lainya.


"Baiklah,, kami akan menjual kayu bakar ini padamu dan segera meninggalkan tempat ini, tapi tunggu kami membersihkan badan dulu"

__ADS_1


Moon Jae Hyung segera menguarkan uang dari saku tangannya yang cukup banyak dan memberikannya pada salah satu pemuda itu, dan para pemuda kemudian meletakkan kayu bakar yang mereka gendong dengan tali di bawah pohon dipinggir sungai.


Para pemuda itu cukup senang karena uang diterima lebih dari cukup, dan pemuda yang sedari tadi ingin menuju ke air terjun mengurungkan niatnya. Setelah para pemuda itu membersihkan badan mereka lalu pergi meninggalkan Moon Jae Hyun dengan hati senang karena telah mendapatkan banyak uang.


__ADS_2