TEMAN TAPI MENCINTA

TEMAN TAPI MENCINTA
SEMESTER 1 (AWAL PERTEMANAN)


__ADS_3

Dalam perkuliahan tak jarang dosen mewajibkan kita membuat kelompok untuk menyelesaikan tugas perkuliahan, maka disaat seperti itulah aku yang masih anak baru (mahasiswi susulan) kebingungan.


Ingin bergabung di kelompok mana? aku bisa berbaur dengan dia tidak ya? pemikiran konyol selalu datang menghampiriku.


Memiliki teman-teman yang ramah dan gampang berbaur membuat 1 bulan pertamaku menjadi sedikit lebih leluasa, tak jarang aku menghabiskan waktu dengan mereka, makan siang bersama, jalan-jalan bersama, atau bahkan bergosip bersama (wajar ya namanya juga perempuan).


Semula biasa saja, aku hanya menganggap Candra teman sekelas dan komting dikelas, terlebih dikala itu Candra sudah memiliki kekasih yang ternyata kakak senior diuniversitas yang sama dengan kami namun difakultas berbeda.


Tak jarang aku melihat kekasih hatinya datang menjemput Candra ketika jam perkuliahan selesai.


"Cewek mu jemput itu" kataku ketika melihat pacarnya berada diparkiran.


"Iya tau, abang pulang dulu ya adik-adik" candanya kepadaku dan anak lainnya.


Aku juga sudah semakin terbiasa berbaur dengan teman lelaki dikelas, mereka juga tidak membatasi diri untuk berteman dengan perempuan, hal itulah yang membuat aku semakin betah dikampus (maklum aku dari kecil lebih senang berteman dengan laki-laki).

__ADS_1


Di awal semester aku dan Candra jarang berkomunikasi, malah kulihat ia lebih dekat dengan teman lainnya yang bernama Tiara.


Tiara merupakan salah satu mahasiswi rajin dikelas, ya wajar saja jika ia dekat dengan Candra karena komting harus selalu dekat dengan anak rajin pikirku.


Tak jarang ketika kami mendapat tugas presentasi, Candra berkelompok dengan Tiara, apalagi ketika tugas kelompok yang hanya untuk dua orang saja maka mereka akan selalu berdua.


Pemandangan yang sangat serasi pikirku, anak rajin bergabung dengan anak rajin, berbeda denganku yang malas hahahaha.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku memang lebih menyukai berondong, entah bermula darimana tapi aku lebih tertarik dengan daun muda hehehehe.


Kampusku tak jauh dengan sekolah pacarku, hal itu yang membuat aku sering bertemu denganya walau hanya untuk sekedar bercengkrama sebentar saja.


Tak jarang kami pulang ke kampung bersama, apalagi rumahku dengannya hanya berjarak beberapa kilometer saja.

__ADS_1


Layaknya pasangan lainnya, aku dan dia sangat menikmati hubungan asmara kami, terlebih kala itu hubungan kami sudah memasuki tahun ke tiga.


Tidak ada yang berbeda diantara kami ketika aku memasuki perkuliahan, semua baik-baik saja, hal yang ku takutkan sebelumnya ternyata hanya ketakutan semata.


Theo, nama pacar berondong ku.


Theo merupakan anak pertama dari keluarga menengah keatas, berbeda denganku yang terlahir dikeluarga sederhana.


Lahir dikeluarga berkecukupan membuat ia bisa bersekolah diluar, fasilitas yang diberikan membuat kami lebih sering bertemu diluaran.


Theo adalah sosok lelaki penyabar, sabar menghadapi diriku yang mood swing dan tempramental.


Jujur saja mendapatkan theo sama seperti mendapat rejeki dari langit bagiku, bagaimana tidak ia bisa sangat memahami diriku, tak jarang ia yang harus mengalah untuk menyudahi perdebatan dan perselisihan diantara kami.


Aku memang keras kepala, terlahir menjadi anak perempuan pertama membuat aku menjadi lebih dominan dalam hal apapun, hal itulah yang membuat aku dan theo sering berselisih paham.

__ADS_1


Aku yang selalu ingin didengar tanpa mau mendengarkan yang lainnya, aku yang selalu menjadi produser sementara yang lain hanya pemeran, sifat jahat yang melekat erat didiriku yang membuat aku sangat beruntung memiliki theo yang berkepribadian terbalik.


__ADS_2