
Memasuki semerter 4 aku dan Candra menjadi lebih dekat, berawal dari seringnya pergi praktek lapangan kami menjadi lebih hangat.
tidak jarang kami pergi berduaan, bisa dibilang inilah awal munculnya benih asmara dihatiku untuknya.
Sama halnya dengan mahasiswa dikampus lain kami memiliki kantin yang dijadikan tempat tongkrongan anak satu jurusan.
Aku yang sudah menghuni kantin tersebut dari semester 2 sudah tidak asing dengan makanan yang dijajakan disana.
"Mie goreng becek (sedikit berkuah/tidak kering) bu" pesanku kepada pemilik kantin yang sudah biasa berbaur dan bercanda gurau denganku
"Mau sebecek apa ra?" kata pemilik kantin
"Sebecek hatiku bu" jawabku sambil tertawa lepas
Aku memang dikenal dengan sebutan "perempuan gila dan ceplas ceplos" karena ketika aku nyaman dengan seseorang maka aku akan menjadi diriku yang sesungguhnya.
Aku dan anak lainnya sering berkumpul dan makan siang bersama, untuk mempererat hubungan dan berbagi informasi seputar jurusan.
Namun ada satu orang yang jarang hadir untuk makan siang bersama, "candra" ia lebih sering menghabiskan waktu makan siang bersama kekasihnya, hal itulah yang membuat ia akan di ejek dikala ia sesekali ikut bergabung dengan kami.
"Kalian gak makan? aku uda dikantin sendiri nih" kataku lewat telpon dengan vira teman akrabku
"Loh, kok baru kasih kabar sih? yauda otw turun" katanya tergesa-gesa
Aku yang menunggu kedatangan makanan dan teman lainnya duduk termenung menatap jauh kedepan.
Tidak lama berselang vira datang bersama yang lain, namun ada suatu keajaiban disitu candra berjalan dibelakang cindy yang disusul oleh vira.
__ADS_1
"tumben nih anak mau gabung" pikirku
"Kok bengong?" kata cindy yang menghampiri sambil memposisikan tempat duduk nya didepanku
"Ah enggak kok" jawabku seadanya
"Terpukau lihat aku kali" celetuk candra sambil duduk disampingku
"Gila sih PD banget jadi orang" balasku
"Ketemu bertengkar, gak ketemu saling cari. Susah emang kalau pasutri lagi gengsi" sambung Vira
"Tau ah, uda cepat pesan makanan kalian sana" ucapku menyuruh
Aku memang masih heran melihat kehadiran candra, tapi aku enggan untuk bertanya langsung padanya.
Ponselku berbunyi, dan ternyata pesan masuk dari pacarku.
"Sayang sudah makan?" katanya lewat pesan
"Sudah, ini lagi makan (sambil mengirimkan foto)" balasku
"Nanti pulang kan? bareng aja ya?" balasnya
"Oke, Kabarin aja jamnya nanti" balasku seadanya
Aku memang tipekal perempuan yang males ribet, gak suka basa-basi, jadi aku juga jarang mengabari pacarku untuk hal-hal sepele.
__ADS_1
Candra yang melihat aku bermain ponsel pun langsung mengejek.
"Iya sayang aku lagi makan ini" katanya mengejek
Aku yang mengetahui hal tersebut mengabaikan nya dan sibuk melahap makananku, berbeda denganku vira meladeni ejekan dari candra.
"Duh ada yang cemburu nih guys" katanya keras
"Siram air biar gak panas" timpal cindy
"Siram mie mau gak?" kataku serius
"Siram cinta aja ra"balas candra sambil menyodorkan wajahnya kedekatku
"Aku siram pake kecap mau? biar aku siram nih!" kataku sambil memegang botol kecap
"Gak jadi deh, lagi PMS kayanya doi" balasnya menjauh
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Diakhir semerter empat aku dan candra semakin akrab, apalagi dikala itu aku dan pacarku sudah memasuki hubungan yang bisa dibilang "ada tapi tidak ada" tidak jarang aku dan candra memanggil satu sama lain dengan panggilan "yang atau sayang".
Sering berkirim pesan, sering bertelepon, dikampus pun kami saling terikat satu sama lain.
Duduk bersebelahan, kemana-mana bersama, bahkan disela jam kosong aku akan bermanja-manja dengannya, duduk bermain ponsel sambil menyandarkan kepalaku dibahunya.
Mungkin ini salah satu bentuk selingkuh halus yang sering terjadi dipertemanan perempuan dan laki-laki.
__ADS_1