
Memasuki awal semester kedua aku dan candra semakin dekat, semakin sering berkomunikasi, duduk berdua, bercerita bersama, tak jarang ponselku dimainkan olehnya.
Candra telah putus dengan kekasihnya, maka hubungan pertemanan kamipun semakin hangat, ibarat sebuah bangku kosong aku mengisi kekosongan bangku tersebut.
Pagi itu aku datang kekampus terlambat, candra mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp
"enggak kekampus?" kirimnya
aku yang sedang dalam perjalanan pun membalas pesan singkatnya
"lagi dijalan, aku terlambat ini" jawabku
semakin hari hubungan kami semakin baik, hingga seketika kulihat di ponselnya ia sedang berkomunikasi dengan seorang wanita "Aleta" nama yang tertera di ponselnya.
Aku tidak kenal siapa aleta, namun aku sering melihat namanya mengirimkan pesan untuk candra, tak jarang aku membalas pesannya dikala candra enggan membalas.
sesekali aku membalasnya dengan gombalan dan kata-kata manja yang membuat candra sering kesal kepadaku.
Disemester kedua aku sudah memiliki beberapa teman akrab, cindy,rani,dan vira.
Dari sekian banyak anak dikelasku aku hanya satu frekuensi dengan mereka bertiga, sama-sama hobi jajan, hobi jalan-jalan, dan juga hobi makan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Setelah beberapa bulan semester kedua candra menjalin kasih dengan Aleta, entah kapan hari pastinya dan entah ia mencintainya atau tidak aku tidak pernah bertanya kepada candra.
Kupikir candra akan menjalin kasih dengan teman sekelasku, namun ternyata ia lebih tertarik dengan Aleta yang ternyata kakak senior dikampusku.
"Lagi dan lagi senior, sepertinya ia sangat suka yang seumuran ataupun yang lebih tua" pikirku
Tak jarang candra bercerita panjang lebar tentang kekasih barunya, aku yang sedari dulu menjadi teman ceritanya pun selalu mendengarkan ceritanya dengan seksama.
"Aku bulan semalam baru demo didepan kantor ayahnya" kata candra
"Ayahnya seorang pejabat didaerah B" sambungnya yang seolah tau isi pikiranku
"Wah baguslah, ayahnya didemo anaknya dijadikan pacar" ejek ku
"Ya gimana, anaknya yang mau samaku" balasnya
"Aman, tenanglah" balasnya santai
Candra memang tipekal laki-laki yang santai, memiliki pola pikir yang maju dan kritis, sehingga membuatnya berada disebuah organisasi kampus.
Aku kagum dengannya, dimana ia yang seperti mahasiswa begajulan namun nyatanya ia adalah mahasiswa rajin dikelas, bisa dikatakan aku jauh tertinggal darinya.
Candra tidak pernah absen dari perkuliahan, tidak pernah absen menyerahkan tugas dari dosen, dan ia juga tidak pernah absen diorganisasinya.
__ADS_1
Berbanding terbalik denganku yang serba sering absen.
Semakin bertambah bulan, Candra semakin hangat dengan pujaan hatinya, makan siang bersama, pergi dan pulang ngampus bersama.
Hal itu membuat aku dan candra sedikit renggang, waktu istirahat yang seharusnya kami gunakan bercengkrama bersama kini ia lakukan dengan Aleta.
Ada sedikit kekesalan dihatiku tapi aku sadar bahwasannya itu adalah hal wajar dilakukan seseorang yang sedang kasmaran.
"Yang lagi kasmaran, sampe lupa punya teman" ejek ku menyindir candra
"Siapa itu?" ucapnya seolah-olah tidak mengerti
"Ada tetangga sebelah sana" jawabku
"jahat ya dia sampai lupa daratan" balasnya
"Begitulah" ucapku seadanya
Aku dan candra memang sering saling sindir, ibarat tom and jerry, aku dan candra juga sering bertengkar.
Teman-teman dikelas sudah paham dengan tingkah laku kami berdua, terkadang mereka ngejek kami yang sedang bertengkar.
"Tolong urusan rumah tangga kalian selesaikan dirumah aja, jangan disini" kata mereka
__ADS_1
Yang disambut dengan tawa dari beberapa anak yang mendengarkan candaan tersebut.
Aku dan candra memang sudah terbiasa mendengarkan ejekan seperti itu, jadi tidak ada yang marah ketika mereka melontarkan kata tersebut.