
Memasuki semester ketiga aku dan candra sudah semakin renggang, ia yang lebih sering menghabiskan waktunya dengan kekasih hati dan aku yang sibuk dengan teman-temanku.
Kami hanya bertegur sapa dikelas saja, sedangkan berbalas pesan sudah tak lagi seperti dulu, aku akan mengirimkan pesan jikalau ada perlunya saja, dan membalas seadanya ketika ia mengirimkan pesan.
Mungkin kami sedang berada difase sedang sibuk dengan dunianya masing-masing.
Atau mungkin kami sedang menikmati indahnya kasmaran.
Candra mulai sering terlambat masuk kelas, sering kali dosen menegurnya untuk datang tepat waktu, wajar saja ia komting dikelas.
Kala dosen menegurnya aku akan ikut nimbrung untuk menyindir dan memanaskan suasana.
"Kamu sekarang kok sering telat can?" tanya dosen matakuliah bahasa
"Iya bu, tadi ketiduran" jawab candra sambil tersenyum
"Lupa waktu bu, biasalah kasmaran" timpalku mencuri kesempatan
"Kompor mulai panas" celetuk candra sambil menatap kearahku
"Tuh kan, Mayra jadi cemburu" canda dosenku yang disambut tawa anak lainnya
"Ih apaan sih ibu, males deh jadinya" jawabku spontan
"Tenanglah ra, kamu tetap pacar sah ku kok" celetuk candra mengejek
"Hah denger tu mayra, candra tetap setia denganmu" timpal dosenku sambil tertawa
Aku hanya cemberut dan manyun mendengarkan suara tawa dan celetukan dosen dan teman-temanku, lucu, kesal bercampur aduk seperti es campur.
Raut wajah puas candra tonjolkan kepadaku, ja sengaja menatap dan mengarahkan wajah tersenyum senangnya kepadaku yang seolah berkata "Gimana? kamu kalah kan?"
__ADS_1
Aku yang kesal akan menjauh kan tempat duduk ku darinya, bahkan terkadang aku sengaja pindah duduk dibarisan paling depan agar ia tidak bisa mengajak ku bicara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sebagai mahasiswa jurusan yang mengharuskan kami praktek lapangan kami selalu dihadapkan dengan pergi keluar kampus untuk menguji dan meneliti keadaan diluaran, hal tersebut membuat kami selalu pergi berkendara.
Candra selalu saja mengajak aku untuk berboncengan dengannya, namun aku selalu menolak dan lebih memilih bersama dengan teman lainnya.
"Ayo may naik" kata nya
" males ah, aku sama cindy aja" balasku malas
"Uda ayo samaku aja, cepetan panas ni" katanya serius
"Gak mau, aku sama cindy! bye" ketusku sambil berjalan menuju ke cindy
aku memang sengaja tidak mau dibonceng candra, aku menghindarinya.
"Aturan sama candra aja tadi" kata cindy
"Oh, jadi gak mau nih boncengin aku?" balasku kecewa
"Bukan gak mau kan biar pas" ejeknya
"Tau ah" jawabku malas
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dikelas aku dan candra selalu duduk berdekatan, candra yang selalu fokus ketika dosen menjelaskan materi membuat sifat usil dan jahilku selalu timbul.
Tangan ataupun bukunya akan menjadi sasaran empuk ku dalam menjalankan aksiku, ia yang serius mendengarkan akan hanya merespon seadanya.
__ADS_1
Namun terkadang candra juga membalasku dengan hal yang sama, wajarlah mungkin ia terlalu capek dengan keusilan ku.
Aku yang selalu mencoreti bukunya seperti anak umur 3 tahun yang sedang mencoreti kertas, terkadang mendapat perlawanan dari candra, yang mana tanganku sering digenggam sekuatnya sehingga aku tidak akan bisa mencoreti bukunya lagi.
Namun aku tidak pernah berhenti, aku selalu melakukan hal itu berulang kali.
"Candra pacarannya nanti aja ya setelah selesai mata kuliah saya" ejek dosen biologi
dosen di kampusku memang sangat mengikuti jaman dan tidak kolot, mereka selalu berbaur dengan mahasiswa/i nya.
Terkadang mereka juga menjadi tempat curhat masalah asmara.
"Mayra ini bu usil terus dari tadi" jawab candra
"Loh kok aku" ucapku polos seolah aku tidak mengerti apapun
"Iya ibu enggak tau yang mana yang usil, tapi ibu yakin sama-sama usil, yakan gaes?" balas dosen biologi
"Iya bu, sejoli itu emang suka usil" kata cindy
"Usil banget malah bu" kata Tiara
"Sama-sama nackal bu" kata Azka sembari mengejek dengan suara manja
"Nah lo, Azka buka suara. Berarti bener lah ini." kata dosen biologi
Azka merupakan teman lelaki yang sangat jarang berkomentar dikelasku, pintar, jarang berbicara, tidak banyak tingkah, dan tidak jelek.
Azka ini merupakan siswa terbaik dikelas, maka saat ia berbicara semua akan percaya kepadanya.
"satu kelas suka ngebully" kataku sambil pura-pura cemberut
__ADS_1
Disambut dengan suara tawa keras dari satu kelas.